Papua Barat Daya
Anggota Dewan perwakilan rakyat papua, provinsi papua barat daya Ehut Kalaibin mendesak Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabowo, dan Kapolda Papua barat daya Brigjen pol, Ari Gatot Wibowo agar dapat melakukan penindakan keras, kepada 3 oknum anggota Brimob yang melakukan pemukulan terhadap seorang warga seget hingga masuk rumah sakit di kilo meter 22 kabupaten Sorong.
Ehut mengatakan sesuai laporan yang ia terima dari keluarga korban, jika korban mendatangi Pihak Perusahaan Inti kebun sejahtera (PT. IKS) untuk menuntut haknya sebagai orang asli papua agar di pekerjakan di perusahaan itu sebagai karyawan tetap.
Sesuai penetapan pemerintah bersama DPR sekian tahun yang lalu, jika kuota penerimaan pekerja baik itu TNI, POLRI, Pegawai negeri sipil (PNS) harusnya sesuai dengan kuota 80/20% artinya kuota tersebut secara terperinci 80% penerimaan bagi orang asli papua dan 20% bagi orang pendatang.
Disini saya sebagai anggota MRP PBD daerah pemilihan kabupaten Sorong, merasa kuota ini belum di jalankan seutuhnya, baik itu di kalangan pemerintahan maupun setiap perusahaan swasta yang mengasak dan merumput hasil bumi di tanah Papua Barat daya.
Dari hasil ketidak puasan itu korban mendatangi perusahaan tersebut dan mengungkapkan keluh kesahnya, namun diluar dugaan korban mengalami kekeras oleh 3 oknum anggota Brimob yang untuk saat ini bertugas di perusahaan tersebut, kata Anggota MRP PBD itu Senin 22 September 2025.
Ehut menyayangkan tindakan kekerasan terhadap orang asli Papua di atas tanahnya sendiri masih kerap terjadi, kami mendesak Kapolri jenderal Listio Sigit Prabowo, dan Kapolda Papua Barat daya, Brigjen Pol Gatot haribowo Segerah melakukan penindakan keras kepada 3 oknum Brimob yang bertugas di perusahaan tersebut ungkap Ehut yang getol membela masyarakat adat Papua itu, sekitar 12:00 WIT.
Ehut pun menegaskan jika tidak di sikapi dengan baik, maka pihaknya akan melanjutkan persoalan ini ke rana hukum nasional, dan akan menyurati presiden Prabowo sugianto selaku pimpinan tertinggi masyarakat, agar di kemudian hari jangan lagi anggota polisi dan tentara melakukan kekerasan terhadap masyarakat sipil dengan sembarang, terkhusus masyarakat Papua seutuhnya, tutup anggota MRP itu dengan statementnya.
Usai pernyataan Ehut wartawan media ini menghubungi Kapolda Papua barat daya, dan meminta hak jawab Kapolda sebagai pimpinan tertinggi di lembaga kepolisian daerah provinsi tersebut, secara spontan Kapolda mengatakan pihaknya meminta maaf kepada keluarga korban atas tindakan yang kurang terpuji yang di lakukan oleh tiga oknum anggota Brimob itu.
Yang berikut kami akan memastikan tiga anggota Brimob itu akan di tarik pulang dari areal perusahaan Inti kebun sejahtera (PT. IKS) dan kembali ke kesatuan markas brimob untuk pemeriksaan secara berkala ungkap Kapolda.
Polisi bintang satu itu pun menegaskan jika dalam pemeriksaan oleh penyidik polri, dan terdapat pelanggaran yang di lakukan oleh anggotanya tidak segan segan diberikan sangsi tegas tutup Kapolda yang mana dikenal dengan ramah dan cepat merespon keluhan warga.
SIBER REFUN










