Terkuak! Kematian Bayi Alesha di RSUDAM Bukan karena Alat, tapi Layanan Pascaoperasi

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 03:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung,

Kasus kematian bayi Alesha di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung kembali mengundang perhatian luas. Selama ini publik menduga tragedi itu berkaitan dengan masalah alat operasi.

Namun, dokter operator yang menangani, dr. Billy Rosan, menegaskan penyebabnya bukan karena alat, melainkan lemahnya pengawasan dan pelayanan pascaoperasi.

“Tindakan yang saya tawarkan ada tiga, yaitu single stage (sekali operasi), multiple stage (operasi bertahap), dan single stage dengan menggunakan alat. Keluarga akhirnya memilih single stage dengan alat,” kata dr. Billy, Kamis (28/8).

Billy menjelaskan, keluarga pasien sempat meminta bantuan pembelian alat. Setelah tersedia, operasi berjalan sesuai prosedur.

Namun, permasalahan muncul bukan di ruang operasi, melainkan setelah pasien dipindahkan ke ruang perawatan.

“Pascaoperasi seharusnya menjadi kendali bagian anestesi. Saya mendapat informasi bahwa kondisi bayi membiru. Ibunya sudah melapor ke saya, tetapi sejak awal seharusnya ada proses pengawasan. Sayangnya, laporan ke saya terlambat,” jelasnya.

Menurut Billy, jumlah tenaga kesehatan saat itu sangat terbatas. Hanya ada dua perawat yang berjaga, sementara pasien cukup banyak. Situasi ini membuat pengawasan tidak maksimal.

“Kalau dari awal ada tanda-tanda membiru, mestinya langsung ditangani cepat. Saya menyarankan bayi dibawa ke ICU, tetapi saat itu ICU penuh dan sudah dibooking pasien lain,” ungkapnya.

Persoalan lain juga muncul saat pengurusan rujukan. Meski menggunakan BPJS Kelas II, keluarga pasien tetap diminta membayar biaya ambulans.

“Saya coba menghubungi RS Urip untuk rujukan, tetapi prosedur SISRUTE (sistem rujukan terintegrasi) harus dipenuhi terlebih dahulu. Inilah yang membuat penanganan menjadi terhambat,” kata Billy.

Billy menegaskan, dirinya tidak pernah memaksakan pilihan medis. Semua opsi sudah dijelaskan dan diputuskan bersama keluarga.

“Artinya, saya yang diberitakan terkait pasien itu, sebenarnya pasien dan keluarganya sendiri yang meminta. Saya hanya memberikan opsi, bukan memaksa,” tegasnya.

Ibu pasien pun menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan di ruang pascaoperasi.

“Pelayanan di ruangan itu tidak ada peralatan yang standby. Perawat yang berjaga hanya dua orang. Jadi SDM-nya kurang dan tidak ditambah,” ujar Billy mengutip pernyataan ibu pasien.

Keluarga merasa terpukul karena harus menghadapi kondisi bayi yang kritis tanpa adanya perawat yang siaga.

“Yang disesalkan keluarga pasien adalah ketika mereka menemui, perawat tidak ada. Semua dilakukan sendiri tanpa ada perawat yang standby. Nah, di situlah mulai timbul rasa kecewa,” ucap Billy.

Berita Terkait

Bukber Tokoh Karang Taruna di Bandar Lampung, Amin Fauzi AT Ajak Sukseskan Program Pemerintah
Respon Cepat Pemprov Lampung dan Kabupaten/Kota, Kerusakan PJU Jalinsum Mulai Diperbaiki
Mudik Lebih Aman dan Terjangkau, Pemprov Lampung Berangkatkan Ribuan Pemudik Gratis
PMI Lampung Lakukan Penataan Sementara di UDD, Plt Kepala Ditunjuk Sambil Tunggu Pendalaman Audit
Masjid di Jalinsum Lampung Dihimbau Buka 24 Jam, Gubernur Mirza Siapkan Tempat Istirahat bagi Pemudik
Andi Surya dan Keluarga Tunaikan Zakat Mal Kepada Ribuan Mustahik di UMITRA
ALAK Bongkar Dugaan “Bisnis Uang Baru” di BI Lampung, Nopiyanto dan A Zahriansyah Desak Direktur BI Dievaluasi
Pemprov Lampung Berikan Santunan dan Dukungan Moral bagi Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:18 WIB

Bukber Tokoh Karang Taruna di Bandar Lampung, Amin Fauzi AT Ajak Sukseskan Program Pemerintah

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:56 WIB

Respon Cepat Pemprov Lampung dan Kabupaten/Kota, Kerusakan PJU Jalinsum Mulai Diperbaiki

Senin, 16 Maret 2026 - 15:53 WIB

Mudik Lebih Aman dan Terjangkau, Pemprov Lampung Berangkatkan Ribuan Pemudik Gratis

Senin, 16 Maret 2026 - 15:27 WIB

PMI Lampung Lakukan Penataan Sementara di UDD, Plt Kepala Ditunjuk Sambil Tunggu Pendalaman Audit

Senin, 16 Maret 2026 - 15:01 WIB

Masjid di Jalinsum Lampung Dihimbau Buka 24 Jam, Gubernur Mirza Siapkan Tempat Istirahat bagi Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 - 14:32 WIB

Andi Surya dan Keluarga Tunaikan Zakat Mal Kepada Ribuan Mustahik di UMITRA

Senin, 16 Maret 2026 - 03:06 WIB

ALAK Bongkar Dugaan “Bisnis Uang Baru” di BI Lampung, Nopiyanto dan A Zahriansyah Desak Direktur BI Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 02:25 WIB

Pemprov Lampung Berikan Santunan dan Dukungan Moral bagi Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone

Berita Terbaru