Sinergi Hormati Nyepi dan Kelancaran Mudik, ASDP Perkuat Layanan Penyeberan 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 00:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketapang

Transportasi nasional tidak hanya berperan menghubungkan wilayah, tetapi juga berjalan selaras dengan nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat. Menyambut pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Pulau Bali, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan menghentikan sementara layanan penyeberangan di lintasan Jawa–Bali dan Lombok sebagai bentuk penghormatan terhadap hari suci umat Hindu.

Penyesuaian operasional tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengaturan transportasi nasional guna menjaga ketertiban serta menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian di Pulau Bali.
Penghentian sementara operasional dilaksanakan berdasarkan surat pengaturan operasional penyeberangan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, yang mengatur penyesuaian layanan transportasi penyeberangan pada saat Hari Raya Nyepi.

Operasional penyeberangan dihentikan sementara di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB.

Di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, penghentian berlaku pada 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA.

Sementara itu, di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, layanan dihentikan mulai 18 Maret pukul 21.00 WITA hingga 20 Maret pukul 01.30 WITA.

Adapun di Pelabuhan Padangbai, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, penghentian dilakukan pada 19 Maret pukul 04.00 WITA hingga 20 Maret pukul 11.30 WITA.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menyampaikan bahwa kebijakan penyesuaian operasional ini juga dilakukan karena momentum Nyepi berdekatan dengan periode Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan mobilitas masyarakat. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi pergerakan pada periode 13 hingga 29 Maret 2026.

Pengaturan tersebut meliputi optimalisasi Dermaga MB dan LCM di lintasan Ketapang–Gilimanuk, serta pengoperasian rute alternatif Pelabuhan Tanjung Wangi–Pelabuhan Gilimas dan Pelabuhan Jangkar–Pelabuhan Lembar.

“Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tetap lancar, aman, dan terkendali selama periode puncak mudik,” ujar Aan dalam keterangannya.

Selain pengalihan kendaraan, pemerintah juga menetapkan kebijakan delaying system melalui titik buffer zone di jalur tol maupun non-tol, serta pengaturan geofencing dengan radius 2,65 kilometer dari Pelabuhan Ketapang dan 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, ASDP memastikan kesiapan layanan penyeberangan tetap optimal dalam menghadapi periode Angkutan Lebaran 2026. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat kesiapan operasional guna menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk selalu menempatkan keselamatan pengguna jasa sebagai prioritas utama. Berbagai langkah antisipatif terus kami lakukan agar layanan penyeberangan tetap andal dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Heru.

Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi pada periode mudik, ASDP juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan prediksi BMKG, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua Pegunungan.

Selain itu, pada periode Maret hingga April diperkirakan terjadi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Jawa sampai Nusa Tenggara Timur.

Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiagakan kapal tugboat untuk membantu manuver kapal saat menghadapi angin kencang dan arus kuat. Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, jumlah kapal yang beroperasi juga ditingkatkan dari 28 unit menjadi 32 unit guna memperkuat kapasitas layanan serta menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang selama periode trafik tinggi.

Pada Angkutan Lebaran 2026, mobilitas masyarakat diproyeksikan meningkat signifikan. Secara nasional, ASDP memperkirakan total pergerakan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan.

Khusus lintasan Jawa menuju Bali, jumlah penumpang diprediksi tumbuh sekitar 10 persen dan kendaraan meningkat 9,3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara arus sebaliknya dari Bali menuju Jawa juga diproyeksikan meningkat dengan pertumbuhan sekitar 9,5 persen pada penumpang dan 8,7 persen pada kendaraan.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa untuk mendukung kelancaran operasional tersebut, ASDP bersama pemangku kepentingan menyiapkan 350 personel di Pelabuhan Ketapang dan 250 personel di Pelabuhan Gilimanuk. Personel tersebut akan disiagakan di pelabuhan, buffer zone, serta titik krusial lainnya.

Windy juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dengan membeli tiket melalui platform resmi Ferizy yang sudah dapat dipesan sejak H-60 sebelum keberangkatan.

“Hindari pembelian tiket melalui calo dan pastikan data diri diisi sesuai identitas agar proses perjalanan berjalan lancar,” ujarnya.

Melalui Ferizy, pengguna jasa juga memperoleh fleksibilitas perjalanan, termasuk fasilitas pengembalian dana (refund) dengan potongan 25 persen serta penjadwalan ulang (reschedule) dengan potongan 10 persen dari harga tiket, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan sesuai kondisi.

Dengan kesiapan operasional yang diperkuat serta dukungan digitalisasi layanan, ASDP berkomitmen menghadirkan perjalanan penyeberangan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Pewarta: Wawan

Sumber: Corporate Secretary
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)

Berita Terkait

Teror Petasan Terjadi, Rumah Pimpinan Redaksi Tiga Media di Jembrana Dilempari Orang Tak Dikenal
Gercep Olah TKP, Polsek Negara Tuai Apresiasi atas Penanganan Teror Petasan di Desa Banyubiru
FISIP Universitas Warmadewa, University of Zagreb, dan Cagayan State University Gelar Seminar Internasional Bahas Isu Keamanan dan Politik Luar Negeri Eropa dan Asia Tenggara
FISIP Unwar Gandeng University of Zagreb Bedah Isu AI dan Propaganda
Panitia Pemilihan Bendesa Adat Desa Perancak Abaikan Perda dan Pergub Bali

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 00:58 WIB

Sinergi Hormati Nyepi dan Kelancaran Mudik, ASDP Perkuat Layanan Penyeberan 2026

Selasa, 30 Desember 2025 - 02:27 WIB

Teror Petasan Terjadi, Rumah Pimpinan Redaksi Tiga Media di Jembrana Dilempari Orang Tak Dikenal

Selasa, 30 Desember 2025 - 02:20 WIB

Gercep Olah TKP, Polsek Negara Tuai Apresiasi atas Penanganan Teror Petasan di Desa Banyubiru

Jumat, 7 November 2025 - 03:10 WIB

FISIP Universitas Warmadewa, University of Zagreb, dan Cagayan State University Gelar Seminar Internasional Bahas Isu Keamanan dan Politik Luar Negeri Eropa dan Asia Tenggara

Rabu, 15 Oktober 2025 - 02:38 WIB

FISIP Unwar Gandeng University of Zagreb Bedah Isu AI dan Propaganda

Kamis, 27 Maret 2025 - 08:53 WIB

Panitia Pemilihan Bendesa Adat Desa Perancak Abaikan Perda dan Pergub Bali

Berita Terbaru