Terobosan Diplomasi Afrika: Kenya Dukung Penuh Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Jumat, 10 April 2026 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nairobi – Sebuah tonggak sejarah baru dalam hubungan diplomatik antarnegara Afrika kembali tercipta. Pada Kamis, 9 April 2026, Pemerintah Republik Kenya secara resmi menyatakan dukungannya terhadap rencana otonomi khusus Sahara Maroko di bawah kedaulatan Kerajaan Maroko sebagai solusi tunggal yang paling kredibel dan realistis untuk menyelesaikan sengketa wilayah Sahara.

Pernyataan strategis ini muncul dalam sesi pertama Komisi Kerja Sama Gabungan Maroko-Kenya yang diselenggarakan di Nairobi. Pertemuan tingkat tinggi tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita, bersama Sekretaris Kabinet Utama dan Sekretaris Kabinet Urusan Luar Negeri Kenya, Dr. Musalia Mudavadi.

Dalam Komunike Bersama yang diadopsi pada akhir pertemuan, Kenya secara tegas menyambut baik tumbuhnya konsensus internasional serta momentum besar yang digerakkan oleh Yang Mulia Raja Mohammed VI dalam mempromosikan rencana otonomi tersebut. Kenya menilai bahwa rencana otonomi yang diajukan Maroko adalah “pendekatan berkelanjutan” yang mampu mengakhiri perselisihan regional yang telah berlangsung lama.

Lebih jauh lagi, Kenya menyatakan niatnya untuk menjalin kerja sama erat dengan negara-negara lain yang memiliki visi serupa demi mendorong implementasi rencana otonomi ini di panggung global. Dukungan ini mencerminkan pengakuan Kenya atas kedaulatan integritas wilayah Maroko serta komitmen untuk menjaga stabilitas di kawasan Afrika.

Republik Kenya juga mengapresiasi adopsi Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2797. Resolusi ini menempatkan rencana otonomi di bawah kedaulatan Maroko sebagai basis utama bagi penyelesaian sengketa yang adil, langgeng, dan dapat diterima oleh semua pihak. Dalam konteks ini, Kenya mendukung penuh upaya Sekretaris Jenderal PBB dan Utusan Pribadinya dalam memfasilitasi negosiasi berdasarkan rencana otonomi tersebut.

Langkah progresif Kenya ini mendapatkan perhatian khusus dari Indonesia. Wilson Lalengke, selaku Presiden Indonesia-Saharan Moroccan Brotherhood (Persisma), menyampaikan apresiasi mendalam atas perkembangan luar biasa ini.

“Sebagai Presiden Persisma, saya memberikan dukungan penuh dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kenya dan Kerajaan Maroko atas perkembangan diplomatik yang luar biasa ini. Keputusan Kenya untuk mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara adalah bukti nyata bahwa kebenaran sejarah dan hukum internasional mulai mendapatkan tempatnya yang sah di Afrika Barat,” ujar Wilson Lalengke dari Jakarta, Jumat, 10 April 2026.

Tokoh pers terkemuka Indonesia itu menambahkan bahwa kerja sama antara dua kekuatan ekonomi Afrika ini merupakan contoh teladan bagi negara-negara lain. “Persisma melihat bahwa momentum ini bukan hanya tentang penyelesaian konflik, tetapi tentang persaudaraan dan kemajuan ekonomi bersama. Kami sangat menghargai keberanian Kenya untuk berdiri bersama Maroko. Ini adalah kemenangan bagi perdamaian berkelanjutan di benua Afrika dan dunia,” tegas alumnus PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 tersebut.

Di sisi lain, Kerajaan Maroko menyambut hangat pengakuan Kenya terhadap kerangka kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai mekanisme eksklusif untuk mencapai solusi politik permanen. Maroko mengapresiasi pengakuan Kenya atas kerja sama berkelanjutan Kerajaan Maroko dengan Sekretaris Jenderal PBB guna memajukan proses politik berdasarkan resolusi Dewan Keamanan yang relevan.

Terjalinnya kesepahaman ini tidak hanya memperkuat posisi Maroko di Uni Afrika, tetapi juga membuka gerbang kerja sama ekonomi dan keamanan yang lebih luas antara Nairobi dan Rabat. Dukungan Kenya menjadi sinyal kuat bahwa masa depan Sahara berada dalam integrasi kedaulatan Maroko demi kemakmuran seluruh masyarakat di wilayah tersebut. (PERSISMA/Red)

Berita Terkait

Refleksi Kemanusiaan Idul Adha: King Mohammed VI Berikan Pengampunan Kerajaan bagi Suporter Sepak Bola Senegal
Panama Tegaskan Dukungan Atas Rencana Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko Sebagai Solusi Tunggal Masalah Sahara
Pantai Gading Tegaskan Dukungan atas Kedaulatan Maroko di Wilayah Sahara
Tegaskan Kedaulatan Maroko Atas Sahara, Prancis Ambil Langkah Konkret Perluas Investasi dan Konsuler
Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Teguh atas Sahara Maroko
Madagaskar Dukung Kedaulatan Maroko di Sahara: Momentum Konsensus Internasional Menuju Stabilitas Kawasan
Fantastik! Maroko Dinilai sebagai Poros Strategis dan Kekuatan Paling Menjanjikan di Afrika dan Dunia Arab
Zambia Tegaskan Dukungan atas Kedaulatan Maroko, Resolusi 2797 Menjadi Tonggak Sejarah Baru

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 02:17 WIB

Refleksi Kemanusiaan Idul Adha: King Mohammed VI Berikan Pengampunan Kerajaan bagi Suporter Sepak Bola Senegal

Senin, 25 Mei 2026 - 01:37 WIB

Panama Tegaskan Dukungan Atas Rencana Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko Sebagai Solusi Tunggal Masalah Sahara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 02:22 WIB

Pantai Gading Tegaskan Dukungan atas Kedaulatan Maroko di Wilayah Sahara

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:33 WIB

Tegaskan Kedaulatan Maroko Atas Sahara, Prancis Ambil Langkah Konkret Perluas Investasi dan Konsuler

Kamis, 21 Mei 2026 - 02:31 WIB

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Teguh atas Sahara Maroko

Kamis, 21 Mei 2026 - 02:24 WIB

Madagaskar Dukung Kedaulatan Maroko di Sahara: Momentum Konsensus Internasional Menuju Stabilitas Kawasan

Senin, 18 Mei 2026 - 02:07 WIB

Fantastik! Maroko Dinilai sebagai Poros Strategis dan Kekuatan Paling Menjanjikan di Afrika dan Dunia Arab

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:29 WIB

Zambia Tegaskan Dukungan atas Kedaulatan Maroko, Resolusi 2797 Menjadi Tonggak Sejarah Baru

Berita Terbaru