Ekuador Akui Otonomi Khusus di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Tunggal Konflik Sahara

Senin, 20 April 2026 - 01:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rabat – Dunia internasional kembali menyaksikan pergeseran geopolitik yang signifikan terkait sengketa wilayah Sahara. Pemerintah Ekuador secara resmi menegaskan kembali dukungannya terhadap inisiatif otonomi yang diajukan oleh Kerajaan Maroko sejak tahun 2007. Ekuador menilai bahwa otonomi di bawah kedaulatan Maroko adalah satu-satunya solusi yang paling serius, kredibel, dan realistis untuk mengakhiri perselisihan regional yang telah berlangsung lama tersebut.

Posisi diplomatik yang kokoh ini dituangkan dalam sebuah Komunike Bersama yang ditandatangani di Rabat pada hari Jumat, 17 April 2026, menyusul pertemuan tingkat tinggi antara Menteri Luar Negeri Ekuador, Gabriela Sommerfeld, dan Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita. Kunjungan kerja Sommerfeld ke Maroko ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara yang semakin solid.

Dalam komunike tersebut, Ekuador menyambut baik adopsi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2797 (2025). Resolusi ini memperkuat posisi bahwa otonomi di bawah kedaulatan Maroko merupakan jalan keluar yang paling layak (feasible) untuk menyelesaikan sengketa tersebut secara definitif.

Kedua negara juga menyatakan dukungan penuh kepada Utusan Pribadi Sekretaris Jenderal PBB untuk Sahara serta upaya internasional dalam memajukan proses politik. Langkah konkret yang diambil Ekuador tidak berhenti pada retorika; pemerintah Ekuador memutuskan untuk memperluas jangkauan konsulernya hingga ke wilayah Sahara Maroko, sebuah langkah yang dinilai sejalan dengan hukum internasional dan pengakuan kedaulatan de facto Maroko atas wilayah tersebut.

Sinergi Ekonomi: Menghubungkan Amerika Latin dan Afrika

Selain aspek politik, kunjungan Menlu Sommerfeld yang didampingi delegasi sektor swasta juga berfokus pada kerja sama ekonomi. Ekuador menyatakan kesiapannya untuk mempromosikan peluang perdagangan di Sahara Maroko, yang dianggap sebagai pintu gerbang strategis menuju pasar benua Afrika.

Menteri Industri dan Perdagangan Maroko, Ryad Mezzour, dalam pertemuannya dengan Sommerfeld, menjajaki sinergi untuk mengintegrasikan produk-produk Ekuador ke dalam rantai nilai Afrika melalui pusat logistik Maroko. Visi ini bertujuan menjadikan Maroko sebagai platform strategis bagi Ekuador menuju Afrika, sementara Ekuador akan menjadi sekutu kunci bagi Maroko di Amerika Latin.

Sommerfeld juga mengapresiasi kepemimpinan Raja Mohammed VI, khususnya inisiatif kerajaan yang menyediakan akses Samudra Atlantik bagi negara-negara Sahel serta proyek ambisius Pipa Gas Afrika-Atlantik. Maroko dinilai sebagai pemain kunci di Afrika dan mitra strategis dalam memerangi terorisme serta kejahatan transnasional.

Persisma Dukung Solusi Damai

Perkembangan positif dalam hubungan diplomatik Maroko-Ekuador ini mendapat apresiasi dari Wilson Lalengke selaku Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma). Tokoh HAM internasional dari Indonesia itu mengatakan bahwa pihaknya memandang bahwa penegasan Ekuador terhadap masalah Sahara itu adalah momentum penting bagi penyelesaian masalah yang ada di wilayah tersebut.

“Persisma sangat gembira melihat progres diplomasi ini. Pengakuan Ekuador terhadap inisiatif otonomi Maroko adalah langkah yang sangat cerdas dan realistis bagi stabilitas kawasan. Persisma akan selalu mendukung setiap solusi terbaik dan damai dalam setiap sengketa atau perselisihan yang terjadi di belahan dunia mana pun. Perdamaian adalah fondasi utama bagi kemakmuran ekonomi dan perlindungan hak asasi manusia,” ungkap Wilson Lalengke dari Jakarta, Minggu, 19 April 2026.

Tokoh pers Indonesia itu menambahkan bahwa penyelesaian sengketa melalui jalur dialog dan pengakuan terhadap kedaulatan wilayah yang berdaulat adalah kunci untuk mencegah konflik berkepanjangan yang merugikan rakyat sipil.

Komunike bersama tersebut menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk menempatkan hubungan bilateral pada jalur kemitraan yang langgeng. Melalui rencana kunjungan Duta Besar Ekuador ke wilayah Sahara dalam waktu dekat, kedua negara bersiap untuk meluncurkan berbagai inisiatif produktif yang diharapkan mampu meningkatkan pertukaran investasi dan perdagangan.

Langkah Ekuador ini menambah panjang daftar negara-negara yang memberikan dukungan internasional terhadap integritas teritorial Maroko, sekaligus mempersempit ruang bagi ketidakpastian politik di wilayah Sahara. Sinergi antara Maroko dan Ekuador kini menjadi contoh bagaimana diplomasi dapat menjembatani dua benua demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (PERSISMA/Red)

Berita Terkait

São Tomé dan Príncipe Tegaskan Dukungan atas Marokkanitas Sahara
Sambut Resolusi 2797, Gabon Tegaskan Dukungan atas Marokkanitas Sahara
Rabat Jadi Ibu Kota Buku Dunia UNESCO 2026, Wilson Lalengke Ucapkan Selamat!
Terobosan Diplomasi Afrika: Kenya Dukung Penuh Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko
Pemerintah Belanda Dukungan Penuh Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko
Israeli Military Attack on UN Peacekeeping Forces Kills 3 Indonesian Soldiers, Wilson Lalengke: “Brutality Against UN Peacekeepers Must End”
Israel’s New Death Penalty Law Sparks Global Condemnation, Wilson Lalengke: “Respect Human Rights, Abolish This Law”
Maroko Bantu AS Bongkar Jaringan Narkoterorisme dan Perdagangan Senjata Internasional

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 01:54 WIB

Ekuador Akui Otonomi Khusus di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Tunggal Konflik Sahara

Jumat, 17 April 2026 - 02:08 WIB

São Tomé dan Príncipe Tegaskan Dukungan atas Marokkanitas Sahara

Jumat, 17 April 2026 - 01:36 WIB

Sambut Resolusi 2797, Gabon Tegaskan Dukungan atas Marokkanitas Sahara

Rabu, 15 April 2026 - 02:04 WIB

Rabat Jadi Ibu Kota Buku Dunia UNESCO 2026, Wilson Lalengke Ucapkan Selamat!

Jumat, 10 April 2026 - 07:08 WIB

Terobosan Diplomasi Afrika: Kenya Dukung Penuh Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Kamis, 9 April 2026 - 02:32 WIB

Pemerintah Belanda Dukungan Penuh Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Rabu, 1 April 2026 - 01:39 WIB

Israeli Military Attack on UN Peacekeeping Forces Kills 3 Indonesian Soldiers, Wilson Lalengke: “Brutality Against UN Peacekeepers Must End”

Rabu, 1 April 2026 - 01:28 WIB

Israel’s New Death Penalty Law Sparks Global Condemnation, Wilson Lalengke: “Respect Human Rights, Abolish This Law”

Berita Terbaru

Bandar Lampung

PKU Akbar Jadi Momentum Penguatan Daya Saing UMKM Lampung

Senin, 20 Apr 2026 - 07:31 WIB

Bandar Lampung

Gubernur Mirza Tekankan Peran UMKM dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Senin, 20 Apr 2026 - 07:24 WIB