Polemik Pajak dan Pariwisata Pesawaran Memanas, Samsul Bahri Kritik Keras Kinerja Pemerintah Daerah

Rabu, 22 April 2026 - 04:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran – Polemik kebijakan di Kabupaten Pesawaran kian memanas. Setelah sebelumnya menuai sorotan terkait penunjukan Muli Mekhanai dan belum optimalnya pengelolaan sektor pariwisata, kini kritik tajam datang dari masyarakat menyusul rilis resmi Dinas Kominfo terkait dorongan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Dalam rilis tersebut, Bupati Pesawaran, Nanda Indira B., menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak sebagai fondasi pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan penyerahan SPPT PBB-P2 Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Negeri Katon pada 20 April 2026.

Dalam sambutannya, Bupati menyebut bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk kontribusi nyata masyarakat. Ia menegaskan bahwa pajak yang dibayarkan akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan, seperti perbaikan infrastruktur jalan, pelayanan sosial, hingga program pengentasan kemiskinan.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Pesawaran, Evans Sagita, mengungkapkan bahwa target PBB-P2 tahun 2026 mencapai lebih dari Rp12 miliar dan membutuhkan sinergi seluruh pihak untuk mencapainya.

Namun, pernyataan tersebut justru memicu reaksi keras dari masyarakat. Samsul Bahri, Ketua Laskar Merah Putih Markas Cabang Kabupaten Pesawaran, secara tegas menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan pemerintah daerah.

“Jangan paksa kami untuk membayar pajak jika realisasi kegunaan pajak tersebut masyarakat tidak mengetahui. Lihat infrastruktur jalan kabupaten hingga pelosok desa di Pesawaran hancur parah. Selama ini pajak yang ditarik dari rakyat digunakan untuk apa saja?” tegasnya, Rabu (22/4/2026).

Ia juga menyoroti lemahnya pengelolaan sektor pariwisata yang dinilai seharusnya bisa menjadi sumber utama peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sektor pariwisata Pesawaran yang seharusnya dapat menunjang ekonomi rakyat dan PAD kabupaten dibiarkan begitu saja, dan Perda-nya sampai saat ini belum juga jadi. Lalu apa kerjanya para pelayan rakyat di kabupaten selama ini?” lanjutnya dengan nada geram.

Samsul menilai, kebijakan pemerintah daerah saat ini tidak sejalan dengan upaya pemerintah provinsi yang tengah gencar membangun infrastruktur penunjang wisata.

Ia menyinggung pembangunan akses jalan oleh Pemerintah Provinsi Lampung yang menghubungkan kawasan wisata strategis sebagai peluang besar yang seharusnya dimanfaatkan maksimal oleh pemerintah kabupaten.

“Provinsi Lampung saat ini sedang berupaya memperlebar jalan akses wisata Pesawaran. Seharusnya pihak kabupaten genjot sektor pariwisata agar PAD Pesawaran dapat menunjang,” kelakarnya, mewakili suara masyarakat.

Situasi ini semakin mempertegas adanya kesenjangan antara target pemerintah dalam meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak dengan harapan masyarakat terhadap transparansi dan realisasi pembangunan.

Di tengah berbagai kritik yang bermunculan, publik kini menantikan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk menjawab persoalan mendasar, mulai dari transparansi penggunaan pajak, percepatan regulasi pariwisata, hingga perbaikan infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.(Sugi)

Berita Terkait

Anggota MPR-RI Zulkifli Anwar Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan: Perkuat Pancasila dI Tengah Tantangan Zaman
TIM INVESTIGASI DPD PPWI LAMPUNG DESAK PEMDES SANGGI TRANSPARAN SOAL PERMOHONAN SURAT TANAH WARIS
SEMARAK HUT KE-60 DESA HANURA, ANTUSIASME WARGA DARI BERBAGAI PENJURU MERIAHKAN PERAYAAN
TIM INVESTIGASI DPD PPWI LAMPUNG SOROT PELAYANAN PEMERINTAH DESA SANGGI, PENDAMPINGAN AHLI WARIS DIDUGA TERKENDALA
Gelap Tanpa Rambu, Jalan Ditambal Sulam: Warga Gebang Jatuh dan Luka-Luka
Peringati hari Ulang Tahun ke-2, Aliansi Masyarakat Pesawaran Bagikan 200 Paket Sembako dan santunan anak yatim dan kaum Dhuafa
Nanda Indira Bastian Bupati pesawaran terus mendapat Dukungan sejumlah ,LSM ,ormas dan tokoh adat,tokoh agama dan insan pers,untuk terus membangun kehidupan pesawaran
JEMBATAN KAMPUNG NELAYAN DUSUN PEMINDANGAN HAMPIR ROBOH, DPD PPWI LAMPUNG DESAK PEMKAB DAN DPRD PESAWARAN CEK LOKASI

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 08:48 WIB

Anggota MPR-RI Zulkifli Anwar Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan: Perkuat Pancasila dI Tengah Tantangan Zaman

Jumat, 18 September 2026 - 02:37 WIB

TIM INVESTIGASI DPD PPWI LAMPUNG DESAK PEMDES SANGGI TRANSPARAN SOAL PERMOHONAN SURAT TANAH WARIS

Kamis, 17 September 2026 - 07:44 WIB

SEMARAK HUT KE-60 DESA HANURA, ANTUSIASME WARGA DARI BERBAGAI PENJURU MERIAHKAN PERAYAAN

Kamis, 17 September 2026 - 06:08 WIB

TIM INVESTIGASI DPD PPWI LAMPUNG SOROT PELAYANAN PEMERINTAH DESA SANGGI, PENDAMPINGAN AHLI WARIS DIDUGA TERKENDALA

Kamis, 17 September 2026 - 01:33 WIB

Gelap Tanpa Rambu, Jalan Ditambal Sulam: Warga Gebang Jatuh dan Luka-Luka

Rabu, 16 September 2026 - 03:13 WIB

Peringati hari Ulang Tahun ke-2, Aliansi Masyarakat Pesawaran Bagikan 200 Paket Sembako dan santunan anak yatim dan kaum Dhuafa

Rabu, 16 September 2026 - 03:01 WIB

Nanda Indira Bastian Bupati pesawaran terus mendapat Dukungan sejumlah ,LSM ,ormas dan tokoh adat,tokoh agama dan insan pers,untuk terus membangun kehidupan pesawaran

Rabu, 16 September 2026 - 02:50 WIB

JEMBATAN KAMPUNG NELAYAN DUSUN PEMINDANGAN HAMPIR ROBOH, DPD PPWI LAMPUNG DESAK PEMKAB DAN DPRD PESAWARAN CEK LOKASI

Berita Terbaru