Dari Diperiksa Hingga Dipertanyakan: Nasib Irigasi Gantung Rp97,8 Miliar di Mesuji

Kamis, 30 April 2026 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung — Proyek irigasi gantung senilai Rp97,8 miliar di Kabupaten Mesuji kembali menyita perhatian publik. Bukan hanya karena manfaatnya yang dipersoalkan warga, tetapi juga karena jejak penanganan hukumnya yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya.

Berdasarkan siaran pers resmi Kejaksaan Tinggi Lampung bernomor PR-23/L.8.3/Kph.2/06/2024, proyek yang dibangun melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu pernah masuk dalam penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi oleh Bidang Pidana Khusus.

Penyelidikan yang dimulai pada Mei 2024 tersebut mengungkap adanya indikasi ketidaksesuaian kualitas dan kuantitas pekerjaan dengan kontrak. Bahkan, potensi kerugian negara ditaksir mencapai lebih dari Rp14 miliar. Tak hanya itu, dalam dokumen resmi tersebut juga disebutkan bahwa irigasi sepanjang sekitar 93 kilometer itu belum berfungsi optimal dan belum memberi manfaat bagi petani.

Namun, waktu berlalu. Tahun berganti. Kini memasuki 2026, gaung kelanjutan kasus itu nyaris tak terdengar, sementara kondisi di lapangan justru kembali memantik keresahan.

Di Desa Bandar Anom dan sekitarnya, warga menilai proyek besar itu belum menjawab kebutuhan mereka. Air yang diharapkan mengalir ke sawah tak kunjung dirasakan. Sebaliknya, sebagian petani masih bertahan menggunakan aliran air sederhana yang mereka bangun secara swadaya.

Ironisnya, bangunan irigasi yang semestinya menjadi penopang pertanian, kini disebut-sebut menjadi tempat berkembangnya hama tikus yang justru merusak hasil panen.
“Kalau memang sudah diperiksa, hasilnya ke mana? Kami hanya ingin tahu kelanjutannya,” ungkap seorang warga, menyuarakan kegelisahan yang kini meluas di tengah masyarakat.

Kondisi ini memperlihatkan ironi yang sulit diabaikan: proyek besar dengan anggaran negara, proses hukum yang sempat berjalan, namun manfaat nyata yang belum sepenuhnya dirasakan.

Polemik ini pun tak lagi sekadar berbicara soal konstruksi fisik. Ia menyentuh hal yang lebih mendasar—akuntabilitas, transparansi, dan kepercayaan publik terhadap pembangunan.

Di tengah tarik-menarik klaim dan realitas, satu hal yang kini ditunggu adalah kejelasan. Bukan hanya tentang apakah proyek itu layak atau tidak, tetapi juga tentang sejauh mana proses hukum berjalan dan apa dampaknya bagi masyarakat.

Sebab pada akhirnya, pembangunan bukan hanya soal selesai di atas kertas—melainkan tentang sejauh mana ia benar-benar hidup dan dirasakan di tengah masyarakat(TIM/Red

Berita Terkait

Gubernur Mirza Ajak HKTI Lampung Perkuat Hilirisasi Pertanian Untuk Kesejahteraan Petani
Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Peserta Jalan Sehat Lansia, Ajak Wujudkan Lansia Sehat dan Bahagia
Purnama Wulan Sari Mirza Buka SiSeSa Roadshow Lampung 2026, Dorong Kolaborasi Industri Kreatif dan Fashion Muslim
Gubernur Mirza Ajak IAI Darul Fattah Cetak SDM Adaptif Berlandaskan Nilai Agama
Pemprov Lampung Dukung Penuh Lampung Financial Festival, Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda
Pengesahan Raperda APBD 2025 Jadi Langkah Penguatan Akuntabilitas dan Pembangunan Lampung
Pemprov Lampung Siapkan Arah Kebijakan Fiskal 2026-2027 yang Realistis dan Berkelanjutan
10 Pertanyaan Tak Dijawab, Plt Kadisdikbud Bandar Lampung Bungkam Soal Rangkap Bendahara BOS dan 30 Sekolah Dipimpin Plt

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Gubernur Mirza Ajak HKTI Lampung Perkuat Hilirisasi Pertanian Untuk Kesejahteraan Petani

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Peserta Jalan Sehat Lansia, Ajak Wujudkan Lansia Sehat dan Bahagia

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Purnama Wulan Sari Mirza Buka SiSeSa Roadshow Lampung 2026, Dorong Kolaborasi Industri Kreatif dan Fashion Muslim

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Gubernur Mirza Ajak IAI Darul Fattah Cetak SDM Adaptif Berlandaskan Nilai Agama

Jumat, 31 Juli 2026 - 04:04 WIB

Pemprov Lampung Dukung Penuh Lampung Financial Festival, Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pengesahan Raperda APBD 2025 Jadi Langkah Penguatan Akuntabilitas dan Pembangunan Lampung

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:29 WIB

Pemprov Lampung Siapkan Arah Kebijakan Fiskal 2026-2027 yang Realistis dan Berkelanjutan

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:14 WIB

10 Pertanyaan Tak Dijawab, Plt Kadisdikbud Bandar Lampung Bungkam Soal Rangkap Bendahara BOS dan 30 Sekolah Dipimpin Plt

Berita Terbaru