Bandar Lampung
Forum Wartawan Independen Nusantara (For-WIN) memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia pada Selasa (05/05/2026) di Gedung Sekretariat DPW Gerakan Rakyat, Jln. St. Djamil, Gedung Meneng, Rajabasa, Kota Bandar Lampung.
Kegiatan yang menyoroti pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kian memengaruhi dunia jurnalistik ini mengangkat tema “Dampak Kecerdasan Buatan Terhadap Kebebasan Pers dan Media”.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah Narasumber dari unsur Pemerintah diantaranya Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, S.E., M.AP, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Thomas Amirico, S.STP., M.H yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Suslina Sari dan serta Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun, S.I.K., M.H yang diwakili Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Lampung, Kompol Andri Yulianto, S.Kom, serta Asesor BNSP bidang Sertifikasi Wartawan yang juga merupakan Sekretaris Jenderal For-WIN, Wesly H Sihombing. Diskusi dipandu Moderator, Dr. Arie Setya Putra, S.Kom., M.T.I
Ketua Umum For WIN, Aminudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh Narasumber, Moderator dan tamu undangan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada semua narasumber dan undangan yang telah hadir. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pers di tengah perkembangan teknologi,” ujarnya.
Ketua DPW Provinsi Lampung Gerakan Rakyat, Dr. H. Andi Surya, M.M., M.H yang diwakili oleh Sekretaris DPW Prov. Lampung, Firman menyampaikan, bahwa Organisasi Gerakan Rakyat selalu mendukung aktivitas yang dilakukan oleh For-WIN.
Dalam pemaparannya, Ganjar Jationo menegaskan, bahwa saat ini masyarakat tengah berada dalam era banjir teknologi kecerdasan buatan. Menurutnya, Insan Pers harus mampu beradaptasi sekaligus tetap menjaga akurasi dan etika jurnalistik.
Sementara itu, Suslina Sari menekankan pentingnya dunia pendidikan untuk mengikuti perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan AI sebagai bagian dari transformasi pembelajaran dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di sisi lain, perwakilan Polda Lampung, Andri, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kabid Humas karena adanya agenda mendadak yang tidak dapat ditinggalkan. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pers dan aparat dalam menjaga stabilitas informasi di tengah derasnya arus digitalisasi.
Sebagai Narasumber terakhir, Wesly H Sihombing memaparkan, bahwa kriminaliasi pers semakin hari semakin meningkat. Ia meminta kepada Instansi Pemerintah, Aparat Penegak Hukum (APH) tidak mengkotak-kotakan antara media maupun wartawan yang satu dengan yang lainnya. Terutama terhadap media yang telah berbadan hukum. Sebab, payung hukum yang mereka pedomani dalam bekerja sama, yaitu UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Kegiatan yang dihadiri peserta dari kalangan Organisasi Pers, Wartawan, Ormas dan LSM, diakhiri dengan sesi tanya jawab dari peserta dan foto bersama.
Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia ini menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi strategis bagi insan pers dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya dalam menjaga independensi, kredibilitas, dan kebebasan pers di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan. (Red).
Sumber : DPP For-WIN










