Wasekjen PPWI Lampung Datangi Pertamina Patra Niaga dan SPBU R.E. Martadinata, Minta Klarifikasi Soal Video Viral Antrean Solar Bersubsidi

Kamis, 9 Juli 2026 - 02:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung, 8 Juli 2026 – Menindaklanjuti beredarnya video viral yang memperlihatkan antrean panjang kendaraan di SPBU R.E. Martadinata, Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPWI Provinsi Lampung, Heri Faruk, mendatangi kantor PT Pertamina Patra Niaga yang berada di kawasan Pahoman, Bandar Lampung, Rabu (8/7/2026).

Kedatangan Heri Faruk bertujuan untuk meminta penjelasan dan tanggapan resmi dari pihak Pertamina Patra Niaga terkait ramainya dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM bersubsidi jenis solar yang menjadi perbincangan masyarakat setelah video antrean panjang tersebut beredar luas di media sosial.

Namun, saat tiba di kantor Pertamina Patra Niaga, Heri Faruk belum berhasil bertemu dengan pejabat yang berwenang. Ia hanya ditemui petugas keamanan (security) yang kemudian mencatat nomor teleponnya untuk diteruskan kepada pihak terkait.

“Kami meminta kepada PT Pertamina agar benar-benar mengontrol pendistribusian minyak subsidi supaya tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Selama ini sering terjadi kelangkaan solar di sejumlah SPBU sehingga masyarakat harus mengantre panjang dan aktivitas mereka menjadi terganggu karena banyak waktu yang terbuang. Sangat disayangkan hari ini saya hanya bertemu dengan security, namun nomor saya sudah dicatat. Semoga pihak Patra Niaga segera merespons aspirasi masyarakat yang ingin kami sampaikan,” ujar Heri Faruk.

Usai mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga, Heri Faruk melanjutkan upaya konfirmasi dengan mendatangi langsung SPBU R.E. Martadinata yang menjadi lokasi dalam video viral tersebut.

Di lokasi, ia berhasil menemui operator SPBU bernama Sopiyan, yang diketahui merupakan petugas yang terekam dalam video yang beredar di media sosial.

Saat dimintai penjelasan mengenai situasi yang terjadi pada saat itu, Sopiyan membantah adanya perlakuan khusus terhadap kendaraan tertentu.

“Saya kan cuma memberi tahu kepada orang yang merekam video itu bahwa minyak solar yang dikirim Pertamina sedang kami bongkar. Saya juga bilang, kenapa bapak memvideokan? Kan semuanya juga sedang mengantre. Belum scan barcode memang butuh waktu. Yang lain juga mengantre dan biasa saja menunggu,” jelas Sopiyan.

Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, dalam video viral terlihat kendaraan kecil melakukan pengisian solar dalam waktu yang dinilai cukup lama, sehingga memicu dugaan adanya aktivitas pengecoran atau pengisian BBM dalam jumlah besar.

Sejumlah warga yang berada di lokasi mengaku mempertanyakan lamanya proses pengisian tersebut.

“Yang jadi pertanyaan kami, kok mobil kecil isi solar lama sekali. Memangnya isi berapa puluh liter atau bahkan ratusan liter? Akibatnya antrean jadi panjang dan masyarakat lain harus menunggu lama,” ungkap salah seorang pengendara.

Sebelumnya, video yang diunggah melalui akun YouTube @Patra.Indonesia memperlihatkan antrean kendaraan diesel mengular di jalur pengisian solar bersubsidi SPBU R.E. Martadinata. Dalam rekaman itu, perekam video meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi solar bersubsidi di SPBU tersebut.

Video itu kemudian memicu berbagai tanggapan masyarakat. Sebagian meminta agar dilakukan pemeriksaan terhadap sistem pelayanan SPBU maupun distribusi BBM bersubsidi guna memastikan penyalurannya tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari PT Pertamina Patra Niaga mengenai penyebab antrean panjang maupun dugaan yang berkembang di tengah masyarakat. Media ini masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna menyajikan informasi yang berimbang sesuai kaidah jurnalistik.

(TIM/Red)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Alam
Pemprov Lampung Dukung Langkah Pemerintah Pusat Jaga Stabilitas Harga dan Percepat Sertifikasi Tanah MBR
Optimalkan Posisi Strategis Lampung, Pemprov Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan Berorientasi Ekspor
Optimalkan Posisi Strategis Lampung, Pemprov Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan Berorientasi Ekspor
Pemprov Lampung Dukung Langkah Pemerintah Pusat Jaga Stabilitas Harga dan Percepat Sertifikasi Tanah MBR
DLH Lampung dan PHE OSES Perkuat Sinergi Mitigasi Risiko dan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Kegiatan Operasi Hulu Migas Lepas Pantai
Pemprov Lampung dan ITERA Siapkan Kolaborasi Riset Aplikatif untuk Percepat Pembangunan Daerah
Gubernur Mirza Dorong Peningkatan Keterampilan dan Daya Saing Tenaga Kerja Muda

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 02:22 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Alam

Kamis, 5 November 2026 - 02:09 WIB

Pemprov Lampung Dukung Langkah Pemerintah Pusat Jaga Stabilitas Harga dan Percepat Sertifikasi Tanah MBR

Kamis, 5 November 2026 - 02:02 WIB

Optimalkan Posisi Strategis Lampung, Pemprov Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan Berorientasi Ekspor

Rabu, 4 November 2026 - 02:48 WIB

Optimalkan Posisi Strategis Lampung, Pemprov Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan Berorientasi Ekspor

Rabu, 4 November 2026 - 02:36 WIB

Pemprov Lampung Dukung Langkah Pemerintah Pusat Jaga Stabilitas Harga dan Percepat Sertifikasi Tanah MBR

Selasa, 3 November 2026 - 08:40 WIB

DLH Lampung dan PHE OSES Perkuat Sinergi Mitigasi Risiko dan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Kegiatan Operasi Hulu Migas Lepas Pantai

Selasa, 3 November 2026 - 08:26 WIB

Pemprov Lampung dan ITERA Siapkan Kolaborasi Riset Aplikatif untuk Percepat Pembangunan Daerah

Selasa, 3 November 2026 - 02:22 WIB

Gubernur Mirza Dorong Peningkatan Keterampilan dan Daya Saing Tenaga Kerja Muda

Berita Terbaru