HUT ke-81 RI, 684 Warga Binaan Lapas Tanjung Raja Terima Remisi, 17 Orang Bebas

Selasa, 18 Agustus 2026 - 04:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ogan Ilir

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penting bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjung Raja. Sebanyak 684 warga binaan menerima Remisi Umum, dan 17 di antaranya dinyatakan langsung bebas setelah memperoleh Remisi Umum II (RU II).

Remisi tersebut diserahkan secara simbolis seusai upacara HUT ke-81 RI di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Tanjung Senai, Senin (17/8/2026).

Kepala Lapas Kelas IIA Tanjung Raja, Yhoga Aditya Ruswanto, menjadi salah satu pihak yang memastikan proses pemberian remisi berjalan sesuai ketentuan. Dari 684 penerima, sebanyak 664 warga binaan memperoleh RU I dan 20 orang menerima RU II.

Dari 20 penerima RU II tersebut, 17 warga binaan berhak mengakhiri masa pidananya dan kembali berkumpul bersama keluarga setelah menyelesaikan administrasi di Lapas Tanjung Raja.

“Untuk menerima SK Remisi dari Bupati Ogan Ilir secara simbolis ada lima orang. Setelah dari sini mereka akan kembali ke Lapas untuk mengurus administrasi,” ujar Yhoga.

Bagi Yhoga, remisi tidak semata-mata berkaitan dengan berkurangnya masa pidana. Lebih dari itu, remisi menjadi penghargaan atas proses pembinaan sekaligus dorongan agar warga binaan mempertahankan perilaku baik dan terus mempersiapkan diri sebelum kembali ke masyarakat.

Sikap tersebut konsisten dengan pendekatan pembinaan yang selama ini diterapkan Lapas Tanjung Raja. Sebelumnya, Yhoga juga mendorong warga binaan menjadikan kegiatan keagamaan dan kedisiplinan sebagai bagian dari proses memperbaiki diri.

Di bidang kemandirian, Lapas Tanjung Raja juga menjalankan pembinaan melalui kegiatan produktif. Program pertanian yang melibatkan warga binaan, misalnya, telah menghasilkan panen kangkung, jagung dan cabai sebagai bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus dukungan terhadap ketahanan pangan.

Menurut Yhoga, berbagai program tersebut menjadi bekal penting bagi warga binaan agar tidak hanya menyelesaikan masa pidana, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

“Remisi diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus mengikuti program pembinaan dan mempertahankan perilaku baik,” kata Yhoga, sebagaimana disampaikan dalam pemberitaan mengenai pemberian Remisi Umum HUT ke-81 RI.

Komitmen terhadap pembinaan juga berjalan beriringan dengan penegakan tata tertib. Pada Juli 2026, Lapas Tanjung Raja mengambil tindakan tegas terhadap seorang warga binaan yang kedapatan menggunakan telepon seluler untuk melakukan siaran langsung di media sosial. Hak remisi warga binaan tersebut dicabut sebagai sanksi atas pelanggaran aturan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemberian hak remisi berjalan beriringan dengan kewajiban mematuhi aturan. Dengan demikian, penghargaan diberikan kepada warga binaan yang memenuhi persyaratan, sementara pelanggaran terhadap tata tertib tetap mendapatkan konsekuensi sesuai ketentuan.

Bagi 17 warga binaan yang bebas pada momentum kemerdekaan tahun ini, berakhirnya masa pidana sekaligus menjadi awal dari tanggung jawab baru di tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu menerapkan perubahan yang telah dibangun selama mengikuti pembinaan di Lapas Tanjung Raja.

Pemikiran Mohammad Hatta mengenai pentingnya karakter juga relevan dengan proses tersebut. Bagi Hatta, pembangunan manusia tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan, tetapi membutuhkan karakter, integritas dan kecintaan terhadap kebenaran.

Semangat itulah yang menjadi inti dari proses pemasyarakatan: memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperbaiki diri, membangun kemandirian, dan pada akhirnya kembali menjadi bagian dari masyarakat.

Melalui kepemimpinan Yhoga Aditya Ruswanto, Lapas Kelas IIA Tanjung Raja berupaya menempatkan remisi bukan sekadar sebagai pengurangan hukuman, melainkan sebagai bagian dari perjalanan pembinaan menuju reintegrasi sosial.

Bagi 17 warga binaan yang hari ini memperoleh kebebasan, HUT ke-81 RI bukan hanya perayaan kemerdekaan bangsa, tetapi juga menjadi momentum untuk memulai lembaran kehidupan yang baru bersama keluarga dan masyarakat. (rls/Tim Redaksi Pewarta)

Berita Terkait

TIM PENYULUHAN KARHUTLA MABES TNI GENCARKAN SOSIALISASI PENCEGAHAN KARHUTLA DI EMPAT DESA
AKSI HEROIK DANRAMIL 402-12/PEMULUTAN MEMADAMKAN API DI DESA IBUL
Babinsa Koramil 402-07/Indralaya Bersama Instansi Terkait Berhasil Padamkan Karhutla di Kelurahan Timbangan
Dandim 0402/OKI Dampingi Kasad Resmikan Arwana Plant 4D di Indralaya
Danramil 04/Tanjung Raja Raih Juara I Lomba Gapura Tingkat Koramil Jajaran Korem 044/Gapo
Babinsa Koramil 402-12/Pemulutan Bersama Warga Gelar Patroli Siskamling di Desa Pelabuhan Dalam
Sekda Ogan Ilir Minta Kesiapan SDM dalam Implementasi Aplikasi SRIKANDI
Wabup Ogan Ilir Tutup Program PKW Keterampilan Membatik Tahun 2026

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 01:53 WIB

TIM PENYULUHAN KARHUTLA MABES TNI GENCARKAN SOSIALISASI PENCEGAHAN KARHUTLA DI EMPAT DESA

Selasa, 1 September 2026 - 07:35 WIB

AKSI HEROIK DANRAMIL 402-12/PEMULUTAN MEMADAMKAN API DI DESA IBUL

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Babinsa Koramil 402-07/Indralaya Bersama Instansi Terkait Berhasil Padamkan Karhutla di Kelurahan Timbangan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Dandim 0402/OKI Dampingi Kasad Resmikan Arwana Plant 4D di Indralaya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Danramil 04/Tanjung Raja Raih Juara I Lomba Gapura Tingkat Koramil Jajaran Korem 044/Gapo

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:35 WIB

Babinsa Koramil 402-12/Pemulutan Bersama Warga Gelar Patroli Siskamling di Desa Pelabuhan Dalam

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:19 WIB

Sekda Ogan Ilir Minta Kesiapan SDM dalam Implementasi Aplikasi SRIKANDI

Kamis, 20 Agustus 2026 - 03:03 WIB

Wabup Ogan Ilir Tutup Program PKW Keterampilan Membatik Tahun 2026

Berita Terbaru