Model Ideal Diplomasi Tetangga: Hubungan Maroko-Spanyol dan Penguatan Stabilitas Geopolitik Global

Sabtu, 12 September 2026 - 04:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rabat

Dinamika hubungan internasional di kawasan Laut Tengah kembali menunjukkan preseden penting bagi perdamaian dunia. Kementerian Luar Negeri, Kerjasama Afrika, dan Warga Maroko di Luar Negeri memberikan penegasan komprehensif mengenai perkembangan terbaru hubungan bilateral antara Kerajaan Maroko dan Kerajaan Spanyol. Dalam pernyataan resminya, Maroko menegaskan komitmennya untuk terus membina hubungan berbasis kesetaraan, saling percaya, pemahaman politik, serta kemitraan strategis di bidang ekonomi dan keamanan.

Sikap kedaulatan Maroko ini mencapai puncaknya sejak dilakukannya Deklarasi Bersama pada 7 April 2022, pascapertemuan bersejarah antara pimpinan tertinggi Maroko, Yang Mulia King Mohammed VI dan Perdana Menteri Spanyol, H.E. Pedro Sanchez. Deklarasi ini membuka babak baru hubungan kedua negara yang bertumpu pada dialog berkelanjutan, kemitraan saling menguntungkan, serta penghormatan atas kedaulatan masing-masing.

Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Maroko yang dikeluarkan pada Kamis, 10 September 2026, menekankan hal penting bahwa berkat pendekatan yang proaktif dan tenang, kedua negara mampu mengidentifikasi perbedaan tanpa terjebak dalam upaya menciptakan fakta sepihak (fait accompli). Capaian nyata terlihat jelas di sektor ekonomi, di mana Spanyol menjadi mitra ekonomi utama Maroko, sementara Maroko berdiri sebagai mitra dagang terbesar kedua bagi Spanyol di luar kawasan Uni Eropa. Di bidang keamanan, kolaborasi erat kedua negara telah berhasil membongkar berbagai jaringan terorisme dan kejahatan lintas negara, meminimalisasi potensi ancaman keamanan di kawasan Semenanjung Iberia dan Afrika Utara.

Terkait isu migrasi dan insiden yang terjadi pada Juli 2026 lalu, Maroko menegaskan perlunya investigasi menyeluruh untuk mengungkap fakta secara objektif. Pemerintah Maroko menyesalkan adanya narasi kaku dari segelintir lingkaran politik dan media di Spanyol yang memanfaatkan isu Maroko demi kepentingan politik domestik dan kontestasi pemilu.

Maroko secara tegas menolak dijadikan komoditas politik (political pawn) maupun kambing hitam dalam perselisihan internal negara tetangganya. Kementerian Luar Negeri Maroko mengingatkan bahwa kedekatan geografis adalah realitas yang abadi yang tidak mungkin diubah. Keberanian serta visi para pemimpin politiklah yang mampu mengubah geografi tersebut menjadi aset masa depan, bukan justru membutakan strategi diplomasi yang berujung pada kecurigaan kronis.

Perkembangan diplomasi di kawasan Afrika Utara dewasa ini mendapat sambutan hangat dari Indonesia. Wilson Lalengke, Presiden Indonesia-Sahara-Morocco Brotherhood (Persisma), menyampaikan rasa sukacita dan apresiasi yang mendalam atas kemajuan hubungan Maroko-Spanyol dalam mengatasi berbagai tantangan bersama.

Wartawan senior Indonesia ini menilai bahwa dinamika hubungan Maroko dan Spanyol merupakan contoh teladan (role model) yang sangat luar biasa bagi dunia internasional dalam menyelesaikan sengketa kawasan, isu perbatasan, maupun dinamika migrasi antarnegara.

“Persisma merasa bangga dan bersyukur melihat bagaimana Kerajaan Maroko di bawah kepemimpinan King Mohammed VI mengedepankan kebijaksanaan, transparansi, dan ketegangan diplomatik yang elegan. Model kemitraan Maroko-Spanyol ini membuktikan bahwa perbedaan tidak harus berujung pada konflik, melainkan dapat diselesaikan melalui dialog yang jujur, saling menghormati, dan pragmatisme yang berorientasi pada kesejahteraan bersama,” ujar Wilson Lalengke dari Jakarta, Jumat, 11 September 2026.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketum PPWI itu menambahkan bahwa sikap Maroko yang menolak dijadikan alat politik domestik oleh pihak luar menunjukkan kematangan bernegara yang patut dicontoh oleh negara-negara lain di dunia, terutama dalam mengelola kawasan perbatasan yang rentan benturan geopolitik.

Pendekatan diplomasi yang ditunjukkan oleh Maroko dan Spanyol sejalan dengan pandangan para pemikir besar dunia mengenai hubungan antarnegara dan etika ketetanggaan. Filsuf Jerman abad ke-18, Immanuel Kant (1724-1804), dalam karyanya _Toward Perpetual Peace_ (Menuju Perdamaian Abadi), menekankan prinsip _Hospitality_ (Keramahan Universal) dan pentingnya hukum antarnegara yang saling mengikat demi mencegah permusuhan permanen.

Kant menyatakan bahwa kedekatan geografis memaksa manusia dan bangsa-bangsa untuk saling berdampingan secara damai. Keberhasilan Maroko dan Spanyol mengelola perbatasan Laut Tengah menunjukkan penerapan konkret dari filosofi Kantian ini, di mana batas wilayah tidak dijadikan tembok pemisah, melainkan jembatan kerja sama.

Sementara itu, dalam filsafat hubungan internasional yang berakar pada pemikiran Realisme Etis (_Ethical Realism_), seperti yang dicetuskan oleh Reinhold Niebuhr (1892-1971), diplomasi yang efektif menuntut kejujuran intelektual dan kemampuan untuk melihat kepentingan bersama di atas ego politik jangka pendek. Ketika sebuah negara mampu menundukkan retorika populisme demi menjaga stabilitas kawasan, hal tersebut merupakan cerminan dari akal sehat (_common sense_) dan keberanian politik yang tertinggi.

Langkah strategis Kerajaan Maroko dalam mempertahankan dialog yang tenang dan objektif bersama Spanyol mempertegas posisinya sebagai pilar stabilitas di kawasan Mediterania. Keberhasilan model diplomasi ini memberikan harapan baru bahwa dinamika geopolitik global dapat dikelola secara bermartabat, damai, dan saling menguntungkan. (TIM/Red)

Berita Terkait

Statement by the Royal Office Regarding the NWM Development Program
Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional
Strategi Anggaran Maroko 2027: Wujud Visi Berkelanjutan King Mohammed VI demi Kesejahteraan Rakyat hingga Wilayah Sahara
Pemerintahan Baru Maroko: Sebuah Dedikasi dan Visi Kepemimpinan Strategis untuk Kesejahteraan Bangsa
Pertemuan Bersejarah di Istana Kerajaan Rabat: Menyongsong Era Baru Pemerintahan Maroko di Bawah Kepemimpinan King Mohammed VI
Dokumen Sahrawi Dipersoalkan di Spanyol, Jangan Biarkan Pengungsi Tindouf Menjadi Korban Baru
Bukan Sekadar Retorika! Raja Mohammed VI Tawarkan Solusi Nyata bagi Tantangan Global
Tonggak Sejarah Baru Maroko: Fatima Ezzahra El Mansouri Pimpin Pemerintahan Baru, Persisma Tegaskan Dukungan Berkelanjutan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:06 WIB

Statement by the Royal Office Regarding the NWM Development Program

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Langkah Cepat Pemerintah Kerajaan Maroko, Wujud Komitmen Terhadap Integritas dan Tata Kelola Konstitusional

Senin, 19 Oktober 2026 - 04:51 WIB

Strategi Anggaran Maroko 2027: Wujud Visi Berkelanjutan King Mohammed VI demi Kesejahteraan Rakyat hingga Wilayah Sahara

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:58 WIB

Pemerintahan Baru Maroko: Sebuah Dedikasi dan Visi Kepemimpinan Strategis untuk Kesejahteraan Bangsa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Pertemuan Bersejarah di Istana Kerajaan Rabat: Menyongsong Era Baru Pemerintahan Maroko di Bawah Kepemimpinan King Mohammed VI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Dokumen Sahrawi Dipersoalkan di Spanyol, Jangan Biarkan Pengungsi Tindouf Menjadi Korban Baru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Bukan Sekadar Retorika! Raja Mohammed VI Tawarkan Solusi Nyata bagi Tantangan Global

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:51 WIB

Tonggak Sejarah Baru Maroko: Fatima Ezzahra El Mansouri Pimpin Pemerintahan Baru, Persisma Tegaskan Dukungan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Jakarta

KEADILAN DIUJUNG MIMPI

Sabtu, 31 Okt 2026 - 08:54 WIB