CILEGON –
Suasana sidang paripurna DPRD Kota Cilegon pada Jumat (15/8/2025) tiba-tiba memanas setelah lima mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon masuk ke ruang sidang dan menyuarakan aspirasinya.
Aksi tersebut dipimpin oleh Ketua Formatur HMI Cilegon, Rizki Andika, yang bersama rekan-rekannya mendesak para anggota dewan untuk lebih serius memperhatikan kondisi riil masyarakat Cilegon. Mereka menegaskan, di balik geliat investasi yang terus berdatangan, masih banyak warga yang kesulitan memperoleh pekerjaan layak dan hidup di bawah tekanan kemiskinan.
“Jangan hanya terbuai dengan derasnya investasi. Faktanya, sebagian rakyat masih terhimpit persoalan ekonomi dan sulit mencari nafkah yang layak. DPRD seharusnya berani mengawal kebijakan agar benar-benar berpihak pada warga Cilegon, bukan semata pada kepentingan investor,” ujar Rizki dalam orasinya.
Mahasiswa menilai, hadirnya industri besar belum memberikan manfaat yang seimbang bagi masyarakat lokal. Mereka menuntut adanya kebijakan nyata dari DPRD bersama Pemerintah Kota Cilegon untuk menekan angka pengangguran, memperluas lapangan kerja bagi putra daerah, dan memastikan program penanggulangan kemiskinan berjalan tepat sasaran.
Aksi yang berlangsung singkat ini sempat membuat suasana sidang terhenti sejenak. Aparat keamanan internal DPRD terlihat menenangkan massa, sementara beberapa anggota dewan tampak memberikan perhatian terhadap aspirasi mahasiswa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPRD Kota Cilegon belum menyampaikan pernyataan resmi terkait tuntutan mahasiswa tersebut.
Pewarta : (Wawan)










