Pesawaran, – Lampung
Proyek pembangunan talud yang tengah berlangsung di salah satu lokasi di desa Waylayap yang ada di pesawaran di kecamatan Gedong tataan, kabupaten pesawaran tepatnya di depan pemda ditemukan beberapa poin yang menjadi perhatian, yaitu pelaksanaan pekerjaan diduga tidak sesuai dengan Standar Pelaksanaan Operasional (SPO), belum menggunakan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang jelas, serta tidak terlihat pemasangan papan informasi pagu anggaran proyek,Jumat (13 Maret 2026)
Dari pantauan langsung di lokasi, pekerja sedang melakukan penggalian dan persiapan struktur talud dengan material batu alam yang disiapkan di sekitar lokasi. Namun, berdasarkan hasil observasi, tidak ditemukan indikasi bahwa pelaksanaan pekerjaan mengacu pada SPO yang telah ditetapkan, sehingga menjadi kekhawatiran terkait mutu dan keamanan konstruksi yang akan dihasilkan.
Selain itu, pihak yang bertanggung jawab belum dapat menunjukkan penggunaan RAB yang jelas untuk proyek ini, padahal dokumen tersebut penting untuk memastikan penggunaan anggaran yang efisien dan transparan. Tak hanya itu, papan informasi pagu anggaran yang seharusnya dipasang di lokasi proyek guna memberikan akses informasi kepada masyarakat juga tidak terpasang, sehingga masyarakat tidak dapat mengetahui besarnya anggaran yang digunakan dan rincian pekerjaan yang akan dilakukan.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian dari pihak terkait untuk dilakukan evaluasi dan tindakan korektif agar proyek dapat berjalan sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku, serta menjamin transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.
Dari beberapa media mempertanyakan pemilik proyek atau pemenang tender dari CV atau dari PT mana, dari pihak pekerja tidak bisa menerangkan atau memberikan penjelasan yang pasti
, “saya berkerja sesuai insting aja Mas karena saya tidak di berikan RAP Tersebut. Mereka menggali mengunakan alat terus mengukur ya saya hanya memasang batu sesuai kemampuan saya . mengenai kekuatan dan hasil nya nanti dilihat aja sendiri
Dari pantauan awak media pekerjaan tersebut menimbulkan kemacetan karena bahan material nya menutup sebagian jalan seperti batu pasir dan juga tidak ada pemandu satu untuk mengatur jalan
Dari pekerjaan pemasangan batu juga asal asalan hanya di tempelkan dan di tutup dengan tanah merah bukan adukan semen
Sambungan salah satu Masyarakat setempat perbaikan jalan disini seperti jadi rutinitas oleh pihak pihak tertentu yang hanya mengambil keuntungan pribadi,sekarang ini yang di buat Talud tapi talud nya asal asalan, kenapa saya bilang asal asalan..dari pengawas nya saja tidak terlihat di lokasi atau di lapangan,ini menandakan tidak proporsional dalam bekerja apa lagi mau untuk membangun,imbuhnya dengan nada kesal dan kecewa
Dan sampai berita ini diturunkan pihak rekanan belum dapat dihubungi dan di konfirmasi untuk kejelasan proyek tersebut
Tim










