Bagian 3: BPK Soroti Pengawasan RSUDAM, Rp1,57 Miliar Jadi Sorotan dalam Proyek Listrik

Senin, 7 September 2026 - 02:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait belanja modal untuk mendukung peningkatan daya listrik di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai efisiensi, proses pemilihan penyedia, hingga pengawasan pekerjaan.

Jika dua persoalan sebelumnya digabungkan, terdapat nilai yang cukup besar yang menjadi perhatian BPK, yakni Rp950.250.000 terkait ketidakefisienan pengadaan Generator Set dan Rp625.773.891,20 berupa kelebihan pembayaran akibat kekurangan volume pekerjaan jaringan elektrikal.

Total nilai yang menjadi sorotan tersebut mencapai sekitar Rp1,576 miliar.

Bukan Sekadar Soal Angka

Dalam hasil pemeriksaannya, BPK tidak hanya menyoroti nilai rupiah. Auditor juga mengungkap persoalan pada tata kelola pengadaan.

Untuk pengadaan genset senilai Rp4,752 miliar, BPK menemukan bahwa pemilihan penyedia dinilai belum dilakukan secara memadai. PPK disebut tidak mempertimbangkan secara optimal kemampuan penyedia, termasuk kapasitas keuangan dan kemampuan melaksanakan pekerjaan.

Lebih jauh, berdasarkan hasil konfirmasi pemeriksa kepada pihak terkait, PT ESKM disebut hanya berperan sebagai perantara dan tidak memberikan kontribusi substantif dalam pelaksanaan pengadaan.

BPK juga menemukan adanya penyedia lain, yakni PT A1978 selaku main dealer Generator Set Cummins, yang tercatat dalam katalog elektronik dengan produk dan spesifikasi yang sama.

Kondisi tersebut membuat BPK menilai RSUDAM kehilangan kesempatan untuk memperoleh harga yang lebih kompetitif.

Pengawasan Pekerjaan Jaringan Listrik Juga Dipertanyakan

Persoalan berikutnya muncul dalam paket pekerjaan jaringan elektrikal senilai Rp11,931 miliar.

Pekerjaan telah dinyatakan selesai 100 persen dan dibayar seluruhnya. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dokumen dan fisik, BPK menemukan kekurangan volume senilai Rp625,77 juta.

Temuan tersebut antara lain menyangkut pekerjaan kabel dari Panel Synchron menuju Panel ATS/Trafo dan instalasi Kabel Tegangan Menengah (Kabel TM).

Bagi sebuah rumah sakit, persoalan ini tentu bukan perkara sederhana. Sistem kelistrikan merupakan salah satu komponen penting yang menopang berbagai fasilitas pelayanan dan operasional rumah sakit.

Karena itu, pertanyaan mengenai bagaimana proses pengawasan dilakukan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai dan pembayaran 100 persen dilakukan menjadi penting untuk dijawab.

Direktur RSUDAM Diminta Perkuat Pengawasan

BPK menyatakan permasalahan tersebut antara lain disebabkan oleh pengawasan dan pengendalian Direktur RSUD Abdul Moeloek yang belum memadai, serta PPK yang tidak mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan penyedia secara optimal.

PPK dan PPTK juga dinilai belum menerapkan prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa sebagaimana mestinya.

Sementara itu, PPK dan Tim Teknis dinilai belum memadai dalam mengendalikan volume serta pemenuhan spesifikasi pekerjaan sebelum menerima hasil pekerjaan.

Atas persoalan tersebut, BPK merekomendasikan kepada Gubernur Lampung melalui Direktur RSUDAM agar memperkuat pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan.

PPK juga diminta mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan penyedia dalam proses pengadaan, sedangkan PPK dan PPTK diminta menerapkan prinsip-prinsip pengadaan dalam proses e-purchasing.

Yang tak kalah penting, kelebihan pembayaran sebesar Rp625.773.891,20 diminta diproses sesuai ketentuan dan disetorkan ke kas BLUD RSUDAM.

Publik Menunggu Tindak Lanjut

Temuan BPK tersebut kini menempatkan manajemen RSUDAM pada pekerjaan rumah untuk memastikan seluruh rekomendasi ditindaklanjuti.

Publik tentu menunggu kejelasan: apakah Rp625,77 juta telah dikembalikan? Siapa yang bertanggung jawab atas kekurangan volume tersebut? Dan apakah proses pengadaan genset senilai Rp4,752 miliar akan dievaluasi kembali?

Pertanyaan lainnya adalah sejauh mana manajemen RSUDAM akan memperbaiki sistem pengawasan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan rumah sakit.

KBNI-News masih membuka ruang bagi Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, PPK, PPTK, Tim Teknis maupun pihak penyedia untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas temuan BPK tersebut.(Bersambung)

Berita Terkait

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Pemprov Lampung Perketat Kesiapsiagaan, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Kunci, Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru
Entry Meeting BPK Dimulai, Marindo Tegaskan Pemeriksaan untuk Pastikan APBD Tepat Sasaran
Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Gubernur Lampung Instruksikan Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring
PRANTARA Indonesia Bagikan Ribuan Masker Gratis, Bantu Warga Lampung Hadapi Debu Vulkanik
Pemprov Lampung Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Gubernur Lampung Alihkan KBM ke Pembelajaran Daring, Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau
Ekonomi Digital Menggeliat, Gubernur Mirza Dorong Anak Muda Lampung Ciptakan Peluang, Bukan Sekadar Konsumen

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 08:28 WIB

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Pemprov Lampung Perketat Kesiapsiagaan, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Senin, 7 September 2026 - 07:13 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Daerah Jadi Kunci, Pemda Diminta Ciptakan Mesin Pertumbuhan Baru

Senin, 7 September 2026 - 02:17 WIB

Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Gubernur Lampung Instruksikan Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring

Senin, 7 September 2026 - 02:05 WIB

Bagian 3: BPK Soroti Pengawasan RSUDAM, Rp1,57 Miliar Jadi Sorotan dalam Proyek Listrik

Senin, 7 September 2026 - 01:58 WIB

PRANTARA Indonesia Bagikan Ribuan Masker Gratis, Bantu Warga Lampung Hadapi Debu Vulkanik

Senin, 7 September 2026 - 01:52 WIB

Pemprov Lampung Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Gunakan Masker Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 01:45 WIB

Gubernur Lampung Alihkan KBM ke Pembelajaran Daring, Antisipasi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 01:41 WIB

Ekonomi Digital Menggeliat, Gubernur Mirza Dorong Anak Muda Lampung Ciptakan Peluang, Bukan Sekadar Konsumen

Berita Terbaru