Jalan Rusak Belum Tuntas, Pemkot Bandar Lampung Malah Belanja Seragam Rp2,5 Miliar, Ketua PPWI Lampung Pertanyakan Skala Prioritas

Senin, 28 September 2026 - 02:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung

Informasi mengenai pengadaan pakaian dinas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dengan nilai sekitar Rp2,5 miliar menuai sorotan. Besarnya anggaran tersebut dipertanyakan dari sisi transparansi dan skala prioritas, terlebih sejumlah persoalan infrastruktur, termasuk jalan rusak, masih menjadi keluhan masyarakat.

Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung sekaligus Pimpinan Media Koran KPK Group, Husin Muchtar, menilai pemerintah perlu menjelaskan dasar penentuan prioritas penggunaan anggaran yang bersumber dari uang rakyat.

“Yang kami pertanyakan adalah skala prioritasnya. Ketika masyarakat masih mengeluhkan jalan rusak bertahun-tahun, pemerintah harus mampu menjelaskan bagaimana prioritas anggaran itu ditentukan,” ujar Husin.

Menurutnya, publik berhak mengetahui secara terbuka jumlah pakaian yang dibeli, spesifikasi, harga satuan, nilai kontrak, penyedia, sumber anggaran, serta proses pengadaannya.

Jalan Rusak Masih Jadi Keluhan Warga

Sorotan terhadap anggaran seragam tersebut berkaitan dengan persoalan jalan rusak yang sebelumnya telah disampaikan Husin. Dalam pemberitaan pada 23 September 2026, ia mendesak Pemkot Bandar Lampung memprioritaskan perbaikan sejumlah ruas jalan yang dikeluhkan warga, termasuk kawasan Batu Putuk.

Husin menilai jalan rusak bukan sekadar persoalan kondisi fisik kota, tetapi menyangkut mobilitas, aktivitas ekonomi, akses pendidikan, dan keselamatan masyarakat.

“Kalau masyarakat sudah berulang kali mengeluhkan jalan rusak, pemerintah harus hadir dengan tindakan nyata. Jangan sampai warga bertahun-tahun menunggu sementara anggaran diarahkan untuk kebutuhan yang bukan prioritas utama masyarakat,” tegasnya.

Ia meminta pemerintah melakukan pemetaan terhadap ruas jalan yang rusak, menentukan tingkat urgensinya, dan memastikan penanganannya menjadi bagian dari perencanaan serta penganggaran daerah.

Hibah Kendaraan Rp2,7 Miliar Juga Pernah Dipertanyakan

Sebelumnya, Husin juga menyoroti kebijakan hibah kendaraan yang nilainya disebut sekitar Rp2,7 miliar kepada Kodam XXI/Radin Inten.

Menurutnya, persoalan tersebut kembali menimbulkan pertanyaan mengenai urutan kebutuhan dalam belanja daerah, terutama ketika masyarakat masih menghadapi persoalan infrastruktur.

“Ini bukan soal pemerintah boleh atau tidak membeli kendaraan ataupun seragam. Pertanyaannya, apakah kebutuhan tersebut ditempatkan pada urutan yang tepat ketika masih ada kebutuhan masyarakat yang mendesak?” katanya.

KPK dan Kejati Lampung Diminta Cermati Jika Ada Indikasi Pelanggaran

Husin juga meminta lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum mencermati penggunaan anggaran tersebut apabila terdapat laporan atau data yang menunjukkan adanya kejanggalan dalam proses pengadaan.

Ia menyebut KPK, Kejaksaan Tinggi Lampung, BPK, dan aparat pengawasan intern pemerintah memiliki kewenangan sesuai tugas masing-masing untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai ketentuan.

“Kami tidak mengatakan bahwa pengadaan itu merupakan korupsi. Yang kami tuntut adalah skala prioritas, keterbukaan, dan akuntabilitas karena yang digunakan adalah uang rakyat,” ujar Husin.

Kepentingan Rakyat Harus Menjadi Orientasi Kebijakan

Dalam perspektif administrasi publik, Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Eko Prasojo, banyak menyoroti pentingnya reformasi administrasi, pemerintahan yang efisien dan bersih, pembangunan berkeadilan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Pandangan tersebut tercermin dalam sejumlah karya dan pemikirannya mengenai reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan.

Prinsip tersebut relevan dalam melihat kebijakan belanja daerah. Setiap penggunaan anggaran publik semestinya dapat dipertanggungjawabkan dari sisi kebutuhan, manfaat, efisiensi, dan dampaknya terhadap pelayanan kepada masyarakat.

“Pemimpin diberikan amanah untuk mengelola pemerintahan dan uang rakyat. Karena itu, kepentingan masyarakat harus menjadi pertimbangan penting dalam setiap kebijakan anggaran. Ketika masih ada persoalan jalan rusak, pemerintah harus menjawabnya dengan kebijakan dan tindakan nyata,” kata Husin.

PPWI Minta Transparansi Pengadaan

Husin meminta Pemkot Bandar Lampung membuka informasi pengadaan pakaian dinas kepada publik agar dapat diawasi secara bersama.

Menurutnya, keterbukaan data akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengetahui apakah proses pengadaan, harga, volume, spesifikasi, dan penggunaannya telah dilaksanakan sesuai ketentuan.

“Jangan hanya masyarakat yang diminta percaya. Berikan datanya. Kalau transparan, publik bisa ikut mengawasi,” ujarnya.

Husin menegaskan, kritik tersebut bukan semata-mata mengenai seragam, tetapi menyangkut prioritas penggunaan anggaran di tengah kebutuhan masyarakat yang masih mendesak.

“Rakyat membutuhkan jalan yang aman dan layak, pelayanan publik yang baik, serta anggaran yang memberikan manfaat nyata. Pemerintah harus mampu menunjukkan bahwa setiap kebijakan anggaran memiliki prioritas dan manfaat yang jelas bagi masyarakat,” pungkasnya. (rls/Tim Red PPWI)

Referensi:

Berita Terkait

Wagub Jihan Nurlela Dorong Mahasiswa Lampung Bangun Mindset Adaptif di Era Digital
DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Lampung Gelar Musda, Ahmad Apriliandi Pasha Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Periode 2026–2031
Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas
Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026 Jepang
Penjualan Kendaraan Niaga Naik, Trend Positif Penguatan Distribusi Hasil Pertanian Lampung
DPD PPWI Lampung Audiensi ke Kanwil Kemenag, Dorong Penguatan Edukasi Publik tentang Pesantren
Gubernur Lampung: Rasa Aman Jadi Fondasi Pembangunan, Satlinmas Diminta Perkuat Kesiapsiagaan

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 08:02 WIB

Wagub Jihan Nurlela Dorong Mahasiswa Lampung Bangun Mindset Adaptif di Era Digital

Senin, 28 September 2026 - 02:28 WIB

Jalan Rusak Belum Tuntas, Pemkot Bandar Lampung Malah Belanja Seragam Rp2,5 Miliar, Ketua PPWI Lampung Pertanyakan Skala Prioritas

Minggu, 27 September 2026 - 04:11 WIB

DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Lampung Gelar Musda, Ahmad Apriliandi Pasha Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Periode 2026–2031

Minggu, 27 September 2026 - 02:56 WIB

Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas

Minggu, 27 September 2026 - 02:41 WIB

Minggu, 27 September 2026 - 02:10 WIB

Purnama Wulan Sari Mirza Lepas Tri Wahyuni Perkuat Indonesia di Asian Games 2026 Jepang

Jumat, 25 September 2026 - 12:33 WIB

Penjualan Kendaraan Niaga Naik, Trend Positif Penguatan Distribusi Hasil Pertanian Lampung

Jumat, 25 September 2026 - 10:57 WIB

DPD PPWI Lampung Audiensi ke Kanwil Kemenag, Dorong Penguatan Edukasi Publik tentang Pesantren

Berita Terbaru