Pemprov Lampung Dorong Literasi Keuangan Syariah dan Pasar Modal Lewat GENCARKAN

Selasa, 15 Juli 2025 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Tengah

Pemerintah Provinsi Lampung, bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, menggelar Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), Selasa (15/07/2025) di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Lampung Tengah.

Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela.

GENCARKAN bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Lampung, khususnya dalam bidang keuangan syariah dan pasar modal, dengan sasaran utama Anggota Tim Penggerak PKK, pelaku UMKM, dan masyarakat Lampung Tengah. Inisiatif ini mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Lampung untuk mencapai inklusi keuangan sebesar 85,5% pada tahun 2025 dan 97,2% pada tahun 2045.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menekankan pentingnya edukasi keuangan sebagai fondasi kemandirian dan kesejahteraan.

“Program GENCARKAN merupakan langkah nyata dan strategis dalam membangun masyarakat yang melek finansial, cakap mengelola keuangan, dan bijak dalam mengambil keputusan ekonomi,” ujar Wagub.

Wagub juga menyoroti peran strategis ibu-ibu PKK dalam mengelola keuangan keluarga. Dengan pemahaman pasar modal, masyarakat diharapkan dapat berinvestasi dengan aman, menghindari investasi ilegal, serta menumbuhkan budaya menabung.

Wagub Jihan Nurlela juga menambahkan bahwa peran ibu rumah tangga dalam mengatur keuangan keluarga, mengelola belanja, dan mempersiapkan masa depan anak-anak adalah kunci keberhasilan pembangunan ekonomi dari tingkat rumah tangga. Ini adalah wujud nyata komitmen Pemprov Lampung dalam memperkuat pondasi ekonomi mulai dari unit terkecil masyarakat.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, menjelaskan bahwa transformasi digital meningkatkan aksesibilitas dan daya saing sektor keuangan.

“Meluasnya aksesibilitas industri jasa keuangan dan meningkatnya daya saing sektor keuangan Indonesia adalah dua potensi dampak positif paling signifikan dari transformasi digital,” jelas Otto.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, literasi keuangan nasional mencapai 66,46% dan inklusi 80,51%. Literasi keuangan syariah 43,42% dengan inklusi 13,41%, sementara literasi pasar modal 17,78% dengan inklusi 1,34%. Data ini menunjukkan perlunya peningkatan literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat memahami layanan keuangan dengan baik.

Otto Fitriandy juga menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi prioritas agar masyarakat tidak hanya menggunakan layanan keuangan, tetapi juga memahaminya dengan baik.

“Ini penting untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian akibat kurangnya pemahaman tentang produk dan layanan keuangan, serta mendorong pemanfaatan produk keuangan secara optimal,” ujar Otto

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan Pelantikan GenRe Lampung Tengah, Pengukuhan Bunda GenRe Lampung Tengah, serta penyerahan Duta Literasi Keuangan Tahun 2025 kepada Ketua TP. PKK Kabupaten Lampung Tengah, Andria Ardito Wijaya, Duta Literasi Keuangan Syariah kepada PKK Kecamatan, dan penyerahan simbolis pembiayaan KUR.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Lampung Tengah dan seluruh Lampung mendapatkan akses keuangan dan literasi yang lebih baik, sehingga dapat menjadi individu yang mandiri secara finansial dan agen perubahan dalam menyebarluaskan pemahaman keuangan. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Berita Terkait

Perbaikan Ruas Gunung Batin–Daya Murni Dorong Aktivitas Ekonomi Warga
Safari Ramadan Jadi Momentum Pemerintah Dengarkan Aspirasi dan Bantu Masyarakat
Tambang Ilegal Lampung Tengah Merajalela, Warga Minta Kapolda Lampung Bertindak Tegas
Terminal Bandar Jaya Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh! PPWI Lampung Desak Pemerintah Bertindak!
Lampung Tengah Membara: Hak Jurnalis Dirampas, Dana Publikasi Rp 10 Miliar Lenyap!
Jurnalis Gigit Jari, DPRD Lampung Tengah Diduga Korupsi Dana Publikasi Rp 10 Miliar!
Anggaran Media Kominfo Lampung Tengah Rp 1,1 Miliar Amblas, Wartawan Cuma Kebagian Recehan Rp 1,4 Juta
KPK OTT Tiga Anggota DPRD Lampung Tengah Viral, Bupati Dikabarkan Ikut Diperiksa

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 05:29 WIB

Perbaikan Ruas Gunung Batin–Daya Murni Dorong Aktivitas Ekonomi Warga

Selasa, 24 Februari 2026 - 02:53 WIB

Safari Ramadan Jadi Momentum Pemerintah Dengarkan Aspirasi dan Bantu Masyarakat

Senin, 19 Januari 2026 - 03:56 WIB

Tambang Ilegal Lampung Tengah Merajalela, Warga Minta Kapolda Lampung Bertindak Tegas

Sabtu, 3 Januari 2026 - 05:13 WIB

Terminal Bandar Jaya Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh! PPWI Lampung Desak Pemerintah Bertindak!

Jumat, 26 Desember 2025 - 01:54 WIB

Lampung Tengah Membara: Hak Jurnalis Dirampas, Dana Publikasi Rp 10 Miliar Lenyap!

Jumat, 26 Desember 2025 - 01:46 WIB

Jurnalis Gigit Jari, DPRD Lampung Tengah Diduga Korupsi Dana Publikasi Rp 10 Miliar!

Selasa, 23 Desember 2025 - 08:40 WIB

Anggaran Media Kominfo Lampung Tengah Rp 1,1 Miliar Amblas, Wartawan Cuma Kebagian Recehan Rp 1,4 Juta

Selasa, 9 Desember 2025 - 02:10 WIB

KPK OTT Tiga Anggota DPRD Lampung Tengah Viral, Bupati Dikabarkan Ikut Diperiksa

Berita Terbaru