Festival Kreasi GTK 2025 Lampung: Ketika Guru Jadi Inspirator, Seni Jadi Bahasa, dan Pendidikan Jadi Harapan

Sabtu, 8 November 2025 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG

Riuh tepuk tangan menggema di Gedung Graha Mandala, Jalan Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu (8/11/2025). Ribuan guru, tenaga kependidikan, dan siswa dari 15 kabupaten/kota se-Lampung memadati ruang acara Festival Seni dan Kreasi Guru Tenaga Kependidikan (GTK) 2025 — sebuah panggung besar yang menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal angka, tetapi juga karya, jiwa, dan budaya.

Festival yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Lampung dan digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung ini sekaligus menjadi momentum bersejarah: Peresmian Gedung Balai GTK Provinsi Lampung oleh Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana.

Bunda Eva: Jika Ibu Kota Kuat Pendidikannya, Masa Depan Lampung Akan Lebih Hebat

Dengan balutan aura optimisme, Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa kemajuan pendidikan dimulai dari keberpihakan pada guru dan anak didik.

“Kita ini ibu kota provinsi. Kalau pendidikan di Bandar Lampung baik, insya Allah masa depan Lampung akan lebih hebat. Mari terus berjalan bersama mencetak generasi emas,” ujar Eva di hadapan ribuan peserta, disambut sorak dan tepuk tangan.

Bunda Eva juga menyinggung komitmen Pemprov Lampung dalam menyiapkan beasiswa bagi pelajar kurang mampu dan berprestasi dari SMA/SMK hingga pendidikan tinggi, sejalan dengan arahan Pj. Gubernur Lampung.

Tak hanya itu, ia menyoroti sinergi tiga kekuatan pendidikan: guru, orang tua, dan siswa, serta peran kepala sekolah sebagai nakhoda di lingkungan pendidikan.

“Kepala sekolah adalah benteng pertama. Tanpa pemimpin yang kuat, sekolah tidak akan maju. Kita semua punya tugas yang sama: mengantarkan anak-anak Lampung ke masa depan yang lebih mulia,” tegasnya.

Thomas Amirico: Negara Maju Ketika Guru Merasa Aman dan Dihargai

Mewakili Pj. Gubernur Lampung, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa pembangunan SDM unggul dimulai dari rasa aman bagi guru.

“Guru bukan hanya pengajar, tapi penjaga masa depan. Mereka harus merasa aman, dihargai, dan terlindungi agar bisa fokus melahirkan generasi emas Lampung,” ujar Thomas.

Ia kemudian menekankan 3 hal mendasar bagi keberlangsungan profesi guru:

1. Perlindungan dan rasa aman dalam bertugas

2. Kepastian dan pengembangan karier

3. Lingkungan kerja yang mendukung kualitas belajar

“Guru adalah jembatan masa depan. Jika kita ingin melahirkan generasi unggul, maka mulailah dari memuliakan gurunya,” imbuhnya.

Tarian Nemui Nyimah: Simbol Lampung Menyambut Masa Depan

Pembukaan acara semakin semarak lewat penampilan Tari Nemui Nyimah, persembahan siswa-siswi kreatif Lampung. Tarian yang sarat makna ini merepresentasikan ketulusan menyambut tamu, keterbukaan, dan keramahan — filosofi yang selaras dengan pesan festival: berkolaborasi, berkarya, dan saling menginspirasi.

Panggung Guru, Masa Depan Lampung

Festival Kreasi GTK 2025 bukan sekadar ajang apresiasi seni dan kreativitas, tapi ruang lahirnya gagasan baru, inovasi pembelajaran, dan energi perubahan.

Acara ini menegaskan beberapa hal besar:

✅ Guru Lampung punya kreativitas berkelas
✅ Budaya dan pendidikan berjalan beriringan
✅ Pemerintah hadir mendukung masa depan pendidik
✅ Kolaborasi lintas daerah semakin solid

Festival ini menutup langkahnya bukan dengan akhir, tetapi awal semangat baru. Semangat di mana guru dihormati, kreativitas dirayakan, dan pendidikan dipandang sebagai investasi masa depan.

Karena dari ruang-ruang kelas kecil di Lampung inilah, generasi emas Indonesia akan tumbuh.

Berita Terkait

Mudik Lebih Aman dan Terjangkau, Pemprov Lampung Berangkatkan Ribuan Pemudik Gratis
PMI Lampung Lakukan Penataan Sementara di UDD, Plt Kepala Ditunjuk Sambil Tunggu Pendalaman Audit
Masjid di Jalinsum Lampung Dihimbau Buka 24 Jam, Gubernur Mirza Siapkan Tempat Istirahat bagi Pemudik
Andi Surya dan Keluarga Tunaikan Zakat Mal Kepada Ribuan Mustahik di UMITRA
ALAK Bongkar Dugaan “Bisnis Uang Baru” di BI Lampung, Nopiyanto dan A Zahriansyah Desak Direktur BI Dievaluasi
Pemprov Lampung Berikan Santunan dan Dukungan Moral bagi Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone
Kasus Dugaan Pemerasan Oknum LSM Terungkap di Sidang, Saksi: Terdakwa Tak Pernah Minta Uang
Dorong Keseimbangan Petani dan Industri, Pemprov Lampung Bangun Ekosistem Singkong Berkelanjutan

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 15:27 WIB

PMI Lampung Lakukan Penataan Sementara di UDD, Plt Kepala Ditunjuk Sambil Tunggu Pendalaman Audit

Senin, 16 Maret 2026 - 15:01 WIB

Masjid di Jalinsum Lampung Dihimbau Buka 24 Jam, Gubernur Mirza Siapkan Tempat Istirahat bagi Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 - 14:32 WIB

Andi Surya dan Keluarga Tunaikan Zakat Mal Kepada Ribuan Mustahik di UMITRA

Senin, 16 Maret 2026 - 03:06 WIB

ALAK Bongkar Dugaan “Bisnis Uang Baru” di BI Lampung, Nopiyanto dan A Zahriansyah Desak Direktur BI Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 02:25 WIB

Pemprov Lampung Berikan Santunan dan Dukungan Moral bagi Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone

Sabtu, 14 Maret 2026 - 01:37 WIB

Kasus Dugaan Pemerasan Oknum LSM Terungkap di Sidang, Saksi: Terdakwa Tak Pernah Minta Uang

Kamis, 12 Maret 2026 - 02:16 WIB

Dorong Keseimbangan Petani dan Industri, Pemprov Lampung Bangun Ekosistem Singkong Berkelanjutan

Rabu, 11 Maret 2026 - 04:43 WIB

Korpri Provinsi Lampung Gelar Ramadan Berbagi, Salurkan Bantuan Sembako Bagi ASN Golongan I dan II

Berita Terbaru