CILEGON –
Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Saiful Basri, turun langsung meninjau sejumlah titik banjir di beberapa kecamatan dan kelurahan di wilayah Kota Cilegon, Banten, pada Minggu (8/3/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Cilegon pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, yang menyebabkan sejumlah kawasan tergenang banjir dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Saiful Basri mengaku menerima berbagai laporan dari warga terkait beberapa titik yang terendam banjir. Menanggapi laporan tersebut, ia segera bergerak cepat (gercep) turun ke lapangan untuk memastikan kondisi warga yang terdampak.
Salah satu lokasi yang ditinjau berada di Lingkungan Kebon Dalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kawasan tersebut terendam banjir diduga akibat luapan aliran kali yang melintas di sekitar area tersebut.
“Di wilayah Kebon Dalem, air sempat menggenangi akses jalan menuju arah perumahan di belakang Perumahan Metro Cilegon. Akibatnya, arus lalu lintas terganggu dan banyak pengguna jalan yang mengalami kesulitan melintas,” ujar Saiful Basri.
Selain di Kecamatan Purwakarta, sejumlah titik banjir juga terjadi di Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Lingkungan Keserangan, Kelurahan Rawa Arum, serta Lingkungan Kruwuk hingga kawasan Jalan Pintu Tol Cilegon Barat.
Kondisi yang cukup parah juga dilaporkan terjadi di Lingkungan Gerem Raya, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol. Genangan air bahkan meluas hingga ke Lingkungan Kali Baru RW 02 serta RW 03.
Menurut Saiful Basri, banjir di wilayah tersebut diduga dipicu oleh kerusakan saluran air.
“Di RW 03 terdapat beberapa bagian saluran kali yang jebol, sehingga air meluap dan mengakibatkan permukiman warga terendam banjir,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, Saiful Basri meminta Pemerintah Kota Cilegon segera mengambil langkah konkret untuk melakukan penanganan dan perbaikan sistem drainase di sejumlah titik rawan banjir.
Ia juga meminta Wali Kota Cilegon, Robinsar, untuk segera menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon agar melakukan perbaikan saluran air yang rusak.
“Kami berharap Pemerintah Kota Cilegon segera mengambil tindakan cepat, khususnya dalam penataan dan perbaikan saluran drainase yang ada. Hal ini penting agar banjir tidak terus berulang dan masyarakat tidak kembali terdampak,” tegasnya.
Saiful Basri berharap langkah perbaikan dapat segera dilakukan dalam waktu dekat, khususnya pada Maret 2026, sehingga masyarakat Kota Cilegon dapat terhindar dari risiko banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.
Pewarta: Wawan










