Perjalanan Dinas Diminta Dipangkas Mendagri, Publik: Jangan Cuma Pangkas, Dihilangkan Saja!

Sabtu, 28 Maret 2026 - 05:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan arahan untuk seluruh kepala daerah agar memangkas anggaran perjalanan dinas. Namun, tanggapan publik menunjukkan bahwa harapan mereka tidak hanya sebatas pemangkasan, melainkan penghapusan total karena dinilai tidak memberikan manfaat serta hanya menghabiskan anggaran negara.

Dalam arahan yang disampaikan terkait pengelolaan anggaran daerah, Mendagri menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran publik, khususnya untuk kegiatan perjalanan dinas yang seringkali menjadi sumber pemborosan. Menurutnya, setiap rupiah anggaran harus digunakan untuk hal-hal yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Arahan untuk memangkas perjalanan dinas adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi anggaran daerah. Kita harus memastikan bahwa setiap penggunaan anggaran publik benar-benar memberikan nilai tambah bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mendagri Tito Karnavian dalam acara kerja sama dengan pemerintah daerah beberapa waktu lalu.

Namun, tanggapan dari publik menunjukkan bahwa mereka menginginkan langkah yang lebih tegas. Banyak pihak berpendapat bahwa perjalanan dinas yang dilakukan oleh pejabat seringkali tidak menghasilkan manfaat yang jelas dan hanya menjadi beban bagi kas negara.

“Jangan cuma dipangkas, lebih baik dihilangkan aja. Banyak perjalanan dinas yang dilakukan cuma seremonial, tidak ada hasil yang nyata, tapi anggarannya keluar banyak dari uang rakyat,” ujar salah satu warga yang aktif di media sosial.

Publik juga mengungkapkan bahwa banyak kasus di mana perjalanan dinas digunakan sebagai alasan untuk melakukan aktivitas yang tidak terkait dengan tugas resmi, bahkan berpotensi menjadi sarana penyalahgunaan anggaran. Mereka berharap agar pemerintah pusat dapat menerapkan kebijakan yang lebih ketat terkait perjalanan dinas, termasuk dengan menghapuskan jenis perjalanan dinas yang tidak esensial.

“Kalau memang ada keperluan yang sangat mendesak untuk bertemu atau melakukan kunjungan kerja, bisa dilakukan dengan teknologi seperti rapat daring. Ini jauh lebih hemat anggaran dan waktu,” tambah sebagian warga.

Dari Jakarta, praktisi hukum Alfan Sari, SH, MH, MM juga menyampaikan bahwa penghapusan perjalanan dinas yang tidak perlu akan menjadi contoh nyata dari komitmen pemerintah dalam menjalankan efisiensi anggaran. Ia berharap agar kepala daerah dapat merespons arahan Mendagri dengan langkah yang konkret dan tidak hanya sebatas mengurangi jumlah perjalanan dinas tanpa evaluasi yang mendalam.

“Kita mendukung upaya efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Namun, harapannya tidak hanya sekadar memangkas jumlah atau anggaran, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan mana perjalanan dinas yang benar-benar diperlukan dan mana yang bisa dihilangkan sama sekali,” pungkasnya. (Tim/Red)

Berita Terkait

Relawan PRANTARA Peduli, Ajak Masyarakat Bantu Korban Bencana NTB dan NTT
Merajut Silaturahmi, Memperkokoh Ukhuwah: Presiden Komunitas Yaman Kunjungi Ketum PPWI
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Prabowo Tugaskan Berbagai Elemen Kementerian Pertanian Pekerjaan Umum Sosial Atasi Kemarau Langka Air Akibat Hutan Higrasi!!
IKAPI Sampaikan Ucapan Selamat atas Penerimaan Keputusan Menteri Agama (KMA) Guru Besar kepada Prof. Dr. KH. Andi Warisno, M.MPd
Dibuka Menko Agus Harimurti Yudhoyono, IISMEX 2026 Dorong Kolaborasi Membangun Kota Cerdas dan Berkelanjutan
Prof Sutan Nasomal Dorong Pendidikan Advokat Muda, PAMID Buka Program Rumah Hukum
PERNYATAAN SIKAP TEGAS TERHADAP SAYEMBARA IJAZAH DAN DESAKAN MUNDUR WAKIL PRESIDEN
Kepung Kejagung RI, ALAM BAKA Desak Tetapkan Tersangka Kasus Mafia Tanah dan Korupsi di Lampung

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Relawan PRANTARA Peduli, Ajak Masyarakat Bantu Korban Bencana NTB dan NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:58 WIB

Merajut Silaturahmi, Memperkokoh Ukhuwah: Presiden Komunitas Yaman Kunjungi Ketum PPWI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:24 WIB

Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Prabowo Tugaskan Berbagai Elemen Kementerian Pertanian Pekerjaan Umum Sosial Atasi Kemarau Langka Air Akibat Hutan Higrasi!!

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:58 WIB

IKAPI Sampaikan Ucapan Selamat atas Penerimaan Keputusan Menteri Agama (KMA) Guru Besar kepada Prof. Dr. KH. Andi Warisno, M.MPd

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Dibuka Menko Agus Harimurti Yudhoyono, IISMEX 2026 Dorong Kolaborasi Membangun Kota Cerdas dan Berkelanjutan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:13 WIB

Prof Sutan Nasomal Dorong Pendidikan Advokat Muda, PAMID Buka Program Rumah Hukum

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:57 WIB

PERNYATAAN SIKAP TEGAS TERHADAP SAYEMBARA IJAZAH DAN DESAKAN MUNDUR WAKIL PRESIDEN

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:47 WIB

Kepung Kejagung RI, ALAM BAKA Desak Tetapkan Tersangka Kasus Mafia Tanah dan Korupsi di Lampung

Berita Terbaru

Bandar Lampung

DPD PPWI Lampung Ajak Masyarakat Peduli Korban Bencana di NTB dan NTT

Minggu, 16 Agu 2026 - 04:37 WIB