Ramai-Ramai Warga Kayuagung OKI Keluhkan PDAM di Medsos – Air Hanya Pagi, Tarif Mahal, Air Tak Stabil dan Keruh Berlumpur

Jumat, 1 Mei 2026 - 02:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kayuagung – Pemberitaan terkait keluhan warga OKI mengenai tarif air PDAM Tirta Agung yang tidak sesuai dengan pemakaian, dengan pasokan hanya hidup sekali pagi, kembali menjadi sorotan publik luas. Banyak warga Kayuagung yang tergabung dalam grup media sosial Facebook “Morge 9” serta di halaman Jurnalis PPWI OKI turut menyampaikan keluhan mereka dengan kata-kata yang lugas.

Di grup Morge 9, beberapa komentar bahkan menyertai sindiran karena ketidakpuasan yang dirasakan. Husin menulis secara ironis: “Airnya sangat bersih dan tidak lengket, bisa buat air minum??????” yang kemudian dijawab oleh Darwati dengan nada humor: “Bersih sekali bisa buat kopi, tinggal tambah gula,” disertai emoji tertawa. Sementara itu Roni Dalom mengungkapkan kekhawatirannya: “Ado nian itu kalau perigi tidak layak untuk diminum, bayaran naik terus tidak sesuai dengan pemakaian.”

Keluhan yang lebih panjang datang dari Mega Lukman yang mengaku harus membayar hampir Rp200 ribu per bulan. “Bayaran kami hampir 200 ribu sebulan, pakai PDAM salah, tidak pakai salah, berat dibayarkan. Kalau tunggak bayar 2 bulan sudah 400 ribu-an, tidak pakai salah karena ketergantungan pada air. Sumur wilayah Mangunjayo sudah kami buka sendiri, warnanya kuning walaupun sudah disaring, makanya sumur kami tutup. Iuran per bulan untuk sumur sekitar 100 ribu saja. Ini pekerjaan seperti bermain tembak, tidak pernah menyatakan bagian pemakaian, tiba-tiba saja muncul sekian kubik di struk pemakaian. Air ini sungguh sangat mengecewakan, tambah sulit kalau diminum karena rasanya seperti kopi tanpa gula. Harapannya, pihak yang bekerja bisa benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik, karena apa yang kita kerjakan akan diperhitungkan di akhirat. Semoga air bisa menjadi lebih jernih dan hidup setiap hari, jangan hari ini hidup besok tidak, sungguh sakit hati karena bayar mahal tapi tidak sesuai dengan apa yang kita dapatkan,” tulisnya panjang lebar.

Valentino Pratama bahkan mengaku sudah lama berhenti menggunakan air PDAM karena tarif yang dianggap di luar nalar. “KAMI SUDAH LAMA BERHENTI PAKAI AIR PDAM, TARIFNYA SANGAT DI LUAR NALAR, BENAR-BENAR DI LUAR NALAR. KITA TAU BERAPA BANYAK AIR YANG DIGUNAKAN SEHARI DARI PDAM INI, PASOKANNYA HANYA SETIAP PAGI SAJA, TIDAK 24 JAM HIDUP. DI TEMPAT KAMI, JADWAL PASOKAN HANYA PAGI SAJA. YANG LEBIH TIDAK MASUK AKAL LAGI, PAS MUSIM KEMARAU PDAM KADANG MALAH SERING TIDAK HIDUP. KAMI SEMULA BERHARAP DENGAN MEMAKAI PDAM, MUSIM KEMARAU TIDAK AKAN SULIT DAPAT AIR, TAPI REALITASNYA TIDAK SESUAI EKSPEKTASI. ASLI TIDAK WAJAR, KADANG TARIFNYA SETIAP BULAN BERBEDA-BEDA MALAH SEMAKIN MAHAL, PADahal AIR YANG KAMI DAPAT HANYA UNTUK ISI BAK MANDI SAJA, TIDAK BANYAK, ITU SAJA. AIRNYA KADANG KERUH PERSIS SEPERTI TEH, KADANG KERUH BERLUMPUR…” ujarnya dengan emosional.

Di halaman Facebook Jurnalis PPWI OKI, publik juga turut menyampaikan keluhan serupa. Gunadi Dinagu mengungkapkan masalah sistem yang dianggap tidak adil: “Memang benar tagihan mahal, dan yang tidak melalui meteran dibiarkan. Akhirnya kami yang pakai meteran yang menanggungnya. Yang pernah dicabut kemudian disambungkan kembali.” Sementara itu Arifin membenarkan pemberitaan yang telah diterbitkan: “Ado nian, hanya hidup pagi saja dengan debit kecil, tapi bayarannya besar,” tulisnya.

Kumpulan keluhan dari berbagai kalangan masyarakat ini menunjukkan bahwa permasalahan layanan air PDAM Tirta Agung sudah menjadi beban besar bagi warga OKI, terutama di wilayah Kayuagung. Masyarakat berharap pihak manajemen PDAM segera memberikan tanggapan dan mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai masalah yang muncul. (Jul PPWI OKI/Tim Redaksi)

Referensi:

Warga OKI Keluhkan Tarif Air PDAM Tak Sesuai Pemakaian Perumahan – Air Hanya Hidup Sekali Pagi

Berita Terkait

Hibah Land Cruiser Rp2,7 Miliar di Tengah Efisiensi, Ketua PPWI Lampung Pertanyakan Dasar Kebijakan Pemkot Bandar Lampung
Lewat Lomba Senam Nasional, Pemprov Lampung Gerakkan Budaya Hidup Sehat
Pemprov Lampung-KPPU Perkuat Sinergi Ciptakan Iklim Usaha Sehat dan Kompetitif
Pemprov Lampung Dorong Pengelolaan Zakat Diperkuat Hingga Tingkat Desa
DUGAAN PROYEK PRESERVASI BERULANG DI RUAS YANG SAMA, KORPORASI RAKYAT BIDIK KINERJA BMBK LAMPUNG
Pemprov Lampung dan Kementerian PKP Perkuat Kolaborasi Percepatan Bedah Rumah
HUT ke-81 PMI, Gubernur Mirza Dorong Semangat Donor Darah dan Kepedulian Sosial
Gubernur Mirza Dorong Lampung Makin Humanis dalam Pelayanan dan Sigap Hadapi Bencana

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 03:15 WIB

Lewat Lomba Senam Nasional, Pemprov Lampung Gerakkan Budaya Hidup Sehat

Jumat, 18 September 2026 - 12:32 WIB

Pemprov Lampung-KPPU Perkuat Sinergi Ciptakan Iklim Usaha Sehat dan Kompetitif

Jumat, 18 September 2026 - 12:22 WIB

Pemprov Lampung Dorong Pengelolaan Zakat Diperkuat Hingga Tingkat Desa

Jumat, 18 September 2026 - 06:02 WIB

DUGAAN PROYEK PRESERVASI BERULANG DI RUAS YANG SAMA, KORPORASI RAKYAT BIDIK KINERJA BMBK LAMPUNG

Jumat, 18 September 2026 - 02:27 WIB

Pemprov Lampung dan Kementerian PKP Perkuat Kolaborasi Percepatan Bedah Rumah

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

HUT ke-81 PMI, Gubernur Mirza Dorong Semangat Donor Darah dan Kepedulian Sosial

Kamis, 17 September 2026 - 05:10 WIB

Gubernur Mirza Dorong Lampung Makin Humanis dalam Pelayanan dan Sigap Hadapi Bencana

Kamis, 17 September 2026 - 04:58 WIB

Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Dukung Lampung Fashion Tendance Jadi Penggerak Industri Kreatif

Berita Terbaru