Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 UMI MARFUAH, S.H., M.Pd.: “Pancasila dan Nilai Ketuhanan Adalah Nafas Perjuangan Bangsa Indonesia”

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Ketua Umum Ikatan Pengacara Independen Indonesia, UMI MARFUAH, S.H., M.Pd., mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup yang berlandaskan nilai keimanan, persaudaraan, dan perjuangan demi menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Menurut beliau, lahirnya Pancasila tidak dapat dipisahkan dari doa para ulama, perjuangan para pejuang bangsa, serta semangat religius yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Bangsa Indonesia dibangun bukan hanya dengan kekuatan perjuangan fisik, tetapi juga dengan kekuatan doa, akhlak, dan nilai ketuhanan. Pancasila lahir sebagai pemersatu bangsa yang mengandung nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, dan keadilan,” ujar UMI MARFUAH dalam keterangannya kepada media.

Ia menegaskan bahwa sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, merupakan ruh utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menjadikan iman dan moral sebagai landasan dalam menjalankan kehidupan sosial, hukum, dan pemerintahan.
Dalam suasana Hari Lahir Pancasila, UMI MARFUAH mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat persatuan, kemerdekaan, dan kedamaian yang hingga hari ini masih dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Kemerdekaan Indonesia adalah amanah dari Allah SWT yang diperjuangkan dengan air mata, pengorbanan, dan doa para ulama serta para pahlawan bangsa. Karena itu, menjaga Indonesia adalah bagian dari ibadah dan bentuk kecintaan kepada tanah air,” ungkapnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah, toleransi, dan persaudaraan antar sesama anak bangsa di tengah berbagai tantangan zaman yang dapat memecah persatuan bangsa.
Menurutnya, semangat gotong royong yang terkandung dalam Pancasila sejalan dengan ajaran agama yang mengajarkan kasih sayang, tolong-menolong, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling membenci. Agama mengajarkan kedamaian, dan Pancasila mengajarkan persatuan. Keduanya harus berjalan beriringan demi menjaga Indonesia tetap kuat dan bermartabat,” tambahnya.

Sebagai Ketua Umum Ikatan Pengacara Independen Indonesia, UMI MARFUAH menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan penegakan hukum yang berkeadilan, berakhlak, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan sesuai dengan semangat Pancasila.

Menutup pernyataannya, beliau mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum introspeksi diri agar semakin mencintai bangsa, memperkuat keimanan, dan menjaga persatuan demi masa depan Indonesia yang damai dan diridhai Allah SWT.

“Mari kita rawat Indonesia dengan iman, akhlak, persaudaraan, dan semangat perjuangan. Karena bangsa yang kuat adalah bangsa yang dekat dengan Tuhan dan menjaga persatuan dalam keberagaman,” tutupnya.

Berita Terkait

*Ciliandra Fangiono Diduga Kuat Terlibat Praktek Under-Invoicing, Wilson Lalengke: Harus Ditangkap Segera!*
Kepemimpinan Badan Gizi Nasional: Antara Harapan Publik dan Tuntutan Reformasi
Ciliandra Fangiono Diduga Kuat Terlibat Praktek Under-Invoicing, Wilson Lalengke: Harus Ditangkap Segera!
Prof. Sutan Nasomal SH MH Penanggungjawab Timpas1 Apresiasi Langkah Rajudin Sagala Anggota DPRD Sumut Bantu Pasien Operasi Caesar Di RS Medan Mengharukan !!!
Soegiharto Santoso Kembali Surati Ketua Mahkamah Agung Terkait Perkara Kasasi No. 431 K/TUN/2026 dan Infokan adanya 16 LP Perkara APKOMINDO
Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS Oleh Wilson Lalengke
Meluruskan Logika Geopolitik dan Etika Kemanusiaan: Jawaban atas Paradoks Pembelaan Aktivisme Tanpa Prosedur
Ironi Aktivisme Kemanusiaan di Gaza: Menguji Logika dan Efektivitas Gerakan Jurnalis-Relawan Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:40 WIB

*Ciliandra Fangiono Diduga Kuat Terlibat Praktek Under-Invoicing, Wilson Lalengke: Harus Ditangkap Segera!*

Jumat, 29 Mei 2026 - 02:08 WIB

Kepemimpinan Badan Gizi Nasional: Antara Harapan Publik dan Tuntutan Reformasi

Kamis, 28 Mei 2026 - 03:41 WIB

Ciliandra Fangiono Diduga Kuat Terlibat Praktek Under-Invoicing, Wilson Lalengke: Harus Ditangkap Segera!

Kamis, 28 Mei 2026 - 02:06 WIB

Prof. Sutan Nasomal SH MH Penanggungjawab Timpas1 Apresiasi Langkah Rajudin Sagala Anggota DPRD Sumut Bantu Pasien Operasi Caesar Di RS Medan Mengharukan !!!

Senin, 25 Mei 2026 - 08:00 WIB

Soegiharto Santoso Kembali Surati Ketua Mahkamah Agung Terkait Perkara Kasasi No. 431 K/TUN/2026 dan Infokan adanya 16 LP Perkara APKOMINDO

Senin, 25 Mei 2026 - 02:42 WIB

Memahami Posisi Yuridis dan Realisme Geopolitik Atas Polemik Misi Gagal GFS Oleh Wilson Lalengke

Senin, 25 Mei 2026 - 02:24 WIB

Meluruskan Logika Geopolitik dan Etika Kemanusiaan: Jawaban atas Paradoks Pembelaan Aktivisme Tanpa Prosedur

Senin, 25 Mei 2026 - 01:49 WIB

Ironi Aktivisme Kemanusiaan di Gaza: Menguji Logika dan Efektivitas Gerakan Jurnalis-Relawan Indonesia

Berita Terbaru