Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Pemkab Lampung Selatan Ingatkan Warga Gunakan Masker dan Tingkatkan Kewaspadaan

Senin, 7 September 2026 - 02:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DISKOMINFO LAMSEL, Kalianda

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang saat ini berstatus Level III (Siaga).

 

Warga juga diminta menggunakan masker penutup hidung dan mulut serta pelindung mata ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama jika terjadi hujan abu vulkanik.

 

Imbauan tersebut disampaikan setelah Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik sejak Jumat (4/9/2026). Gunung api yang berada di kawasan Selat Sunda itu mengalami erupsi berulang disertai semburan lava pijar (lava fountain) yang diperkirakan mencapai ketinggian 100 hingga 400 meter dari puncak kawah.

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas gunung api tersebut, termasuk potensi dampaknya terhadap masyarakat di wilayah pesisir Lampung Selatan.

 

Berdasarkan informasi yang diterima BPBD Lampung Selatan pada Sabtu (5/9/2026), aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

 

Data Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin mencatat kolom abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar Flight Level (FL) 480 atau setara ±14,6 kilometer di atas permukaan laut, dengan arah sebaran abu bergerak ke barat mengikuti pola angin di lapisan atmosfer atas.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, mengatakan hingga saat ini aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau belum berdampak terhadap aktivitas masyarakat di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

 

“Dapat kami laporkan bahwa kondisi saat ini Gunung Anak Krakatau aman. Walaupun terkadang masih melakukan erupsi, akan tetapi tidak memengaruhi warga masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah,” kata Maturidi dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

 

Meski demikian, Maturidi menegaskan bahwa kewaspadaan tetap menjadi prioritas. Pemkab Lampung Selatan melalui BPBD bersama perangkat daerah terkait terus memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan di lapangan.

 

Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta petugas vulkanologi yang bertugas di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargo Pancuran. Selain itu, Desa Tangguh Bencana di Desa Rajabasa dan Pulau Sebesi juga terus diaktifkan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko.

 

“Selalu berkoordinasi dengan camat, kepala desa, dan petugas badan vulkanologi yang berada di Hargo Pancuran untuk mengamati situasi dan kondisi Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.

 

BPBD juga mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan wisatawan, agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif sesuai rekomendasi otoritas vulkanologi.

 

“Diimbau kepada seluruh warga masyarakat, nelayan, wisatawan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau radius tiga kilometer, serta untuk selalu tenang dan waspada, serta tidak terpancing oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Maturidi.

 

Sebagai langkah antisipasi dampak abu vulkanik, masyarakat yang berada di sekitar wilayah Selat Sunda diminta menggunakan masker penutup hidung dan mulut serta pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan apabila terjadi hujan abu. Warga juga dianjurkan menutup sumur dan sumber air terbuka guna mencegah kontaminasi debu vulkanik.

 

BPBD Lampung Selatan turut mengingatkan masyarakat agar selalu mengacu pada informasi resmi yang disampaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, Syahbandar, maupun BPBD setempat, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

 

Apabila terjadi kondisi darurat atau membutuhkan penanganan kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Lampung Selatan di nomor 0823-5892-4600.

 

Seiring pemantauan yang terus dilakukan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau, Pemkab Lampung Selatan mengajak masyarakat untuk tetap beraktivitas secara normal, namun tetap disiplin menjalankan langkah-langkah mitigasi dan mengikuti arahan dari instansi berwenang demi menjaga keselamatan bersama. (Kmf)

Berita Terkait

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Pemprov Lampung Perkuat Dukungan bagi Santri dan Pesantren
Inovasi Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi hingga 50 Persen, Gubernur Mirza Dorong Pembudidaya Ikan Lampung Makin Sejahtera
Pastikan Percepatan Penanganan Karhutla, Wagub Jihan Pantau Perkembangan Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca
Ketua TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Serdang, Dorong Penguatan Peran PKK dalam Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat
Pemprov Lampung Dorong ITERA Hadirkan Inovasi dan Perkuat Hilirisasi Komoditas untuk Pembangunan Daerah. ITERA diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menghasilkan riset dan teknologi yang mampu menjawab persoalan serta kebutuhan masyarakat
Gubernur Cup 2026 Dibuka, Gubernur Mirza: Kompetisi Adalah Jalan Meningkatkan Kualitas Generasi Muda
Apel Hari Pramuka ke-65, Gubernur Mirza Dorong Pramuka Perkuat Karakter Dukung Pembangunan Daerah
Surat Keterangan Kesbangpol Terbit, DPD For-WIN Lampung Selatan Tegaskan Komitmen Dukung Pemerintah Dan APH

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:12 WIB

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Pemprov Lampung Perkuat Dukungan bagi Santri dan Pesantren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Inovasi Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi hingga 50 Persen, Gubernur Mirza Dorong Pembudidaya Ikan Lampung Makin Sejahtera

Senin, 19 Oktober 2026 - 03:46 WIB

Pastikan Percepatan Penanganan Karhutla, Wagub Jihan Pantau Perkembangan Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:41 WIB

Ketua TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Serdang, Dorong Penguatan Peran PKK dalam Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:04 WIB

Pemprov Lampung Dorong ITERA Hadirkan Inovasi dan Perkuat Hilirisasi Komoditas untuk Pembangunan Daerah. ITERA diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menghasilkan riset dan teknologi yang mampu menjawab persoalan serta kebutuhan masyarakat

Minggu, 27 September 2026 - 11:58 WIB

Gubernur Cup 2026 Dibuka, Gubernur Mirza: Kompetisi Adalah Jalan Meningkatkan Kualitas Generasi Muda

Rabu, 23 September 2026 - 02:00 WIB

Apel Hari Pramuka ke-65, Gubernur Mirza Dorong Pramuka Perkuat Karakter Dukung Pembangunan Daerah

Minggu, 20 September 2026 - 13:42 WIB

Surat Keterangan Kesbangpol Terbit, DPD For-WIN Lampung Selatan Tegaskan Komitmen Dukung Pemerintah Dan APH

Berita Terbaru