Home / OKI

Asap Karhutla Makin Pekat, PPWI Pertanyakan Efektivitas Penanganan Pemerintah Daerah

Senin, 14 September 2026 - 03:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKI

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan mulai menimbulkan keluhan terkait kesehatan.

Ketua PPWI OKI, M. Abbas Umar, mempertanyakan efektivitas penanganan karhutla oleh pemerintah daerah, terlebih dukungan fasilitas dari pemerintah provinsi dan pusat telah diberikan.

“Di mana-mana asap, asap dan asap. Ada apa ini dengan Kabupaten OKI? Apakah masih kurang fasilitas yang sudah dibantu pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat?” kata Abbas, Minggu (13/9/2026).

Menurut Abbas, pemerintah perlu mengevaluasi pencegahan, pengawasan, pemanfaatan fasilitas, serta penggunaan anggaran penanggulangan karhutla. Ia menilai dukungan tersebut harus berbanding lurus dengan kemampuan mengendalikan kebakaran dan melindungi masyarakat.

Sorotan itu semakin kuat setelah muncul titik api di sisi Tol Kayuagung-Palembang KM 346. Lokasi yang berdekatan dengan jalur lalu lintas tersebut berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan apabila asap semakin pekat dan jarak pandang menurun.

“Kenapa sampai sekarang asap makin banyak? Kalau fasilitas sudah disiapkan dan dukungan pemerintah pusat maupun provinsi sudah diberikan, tentu harus ada evaluasi terhadap penanganannya,” ujarnya.

Warga Keluhkan Dampak Asap

Keluhan juga datang dari warga OKI. Neti mengaku mengalami gangguan pada hidung dan tenggorokan akibat paparan asap.

“Asapnya sangat mengganggu. Hidung terasa sakit dan tenggorokan juga tidak nyaman. Kalau asap seperti ini terus, tentu kami khawatir dengan kesehatan,” keluh Neti.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa karhutla bukan hanya persoalan kebakaran lahan, tetapi telah berdampak langsung terhadap kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

Efektivitas Anggaran Dipertanyakan

Abbas meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah muncul, tetapi memperkuat langkah pencegahan serta memastikan fasilitas dan anggaran yang tersedia digunakan secara efektif.

Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan mengenai hasil penggunaan sumber daya publik dalam penanggulangan karhutla.

“Kalau memang ada kendala di lapangan, sampaikan secara terbuka apa kendalanya. Kalau fasilitas kurang, katakan kurang. Tetapi kalau fasilitas sudah ada, mari kita lihat bagaimana penggunaannya,” tegasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan pemikiran filsuf Jerman Hans Jonas mengenai etika tanggung jawab, yang menekankan kewajiban manusia mempertimbangkan dampak tindakannya terhadap keberlangsungan kehidupan dan generasi mendatang.

Sementara itu, tokoh lingkungan dan intelektual Indonesia Emil Salim telah lama menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Dalam konteks karhutla, gagasan tersebut menegaskan bahwa kebijakan lingkungan pada akhirnya berkaitan langsung dengan keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

Abbas mendorong pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi, BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, BKSDA, dan unsur terkait segera melakukan evaluasi serta memperkuat koordinasi penanganan karhutla.

“Kita tidak sedang mencari alasan, tetapi mencari solusi. Yang terpenting sekarang api dipadamkan dan masyarakat tidak terus-menerus menghirup asap,” pungkasnya. (rls/Tim Red PPWI)

Berita Terkait

Bangun Karakter Patriotisme, Kodim 0402/OKI Selenggarakan Penguatan Karakter Kebangsaan TA 2026
Tanamkan Disiplin dan Semangat Bela Negara, Kodim 0402/OKI Gelar Kegiatan bagi BUMN/BUMD dan Lembaga TA 2026
PRESS CONFERENCE POLRES OKI: 40 TERSANGKA DIAMANKAN DARI 50 TITIK LOKASI, 100 VAPE DIDUGA MENGANDUNG ETOMIDATE DISITA
Dugaan Minim Kehadiran di Kantor, Bupati OKI Didesak Evaluasi Kinerja Kepala BPKAD
Kapolres OKI dan Dandim 0402 Perkuat Sinergi TNI-Polri
Ungkap kasus Polres OKI Sita 100 Vape Diduga Mengandung Etomidate, Nilai Ditaksir Rp500 Juta
Operasi Patuh Polres OKI Dimulai, Enam Pelanggaran Jadi Sasaran Prioritas
Satresnarkoba Polres OKI Bersama Tim Gabungan Tertibkan Gubuk Diduga Jadi Lokasi Penyalahgunaan Narkotika

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:34 WIB

Bangun Karakter Patriotisme, Kodim 0402/OKI Selenggarakan Penguatan Karakter Kebangsaan TA 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Tanamkan Disiplin dan Semangat Bela Negara, Kodim 0402/OKI Gelar Kegiatan bagi BUMN/BUMD dan Lembaga TA 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:00 WIB

PRESS CONFERENCE POLRES OKI: 40 TERSANGKA DIAMANKAN DARI 50 TITIK LOKASI, 100 VAPE DIDUGA MENGANDUNG ETOMIDATE DISITA

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Dugaan Minim Kehadiran di Kantor, Bupati OKI Didesak Evaluasi Kinerja Kepala BPKAD

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:20 WIB

Kapolres OKI dan Dandim 0402 Perkuat Sinergi TNI-Polri

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:19 WIB

Ungkap kasus Polres OKI Sita 100 Vape Diduga Mengandung Etomidate, Nilai Ditaksir Rp500 Juta

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:33 WIB

Operasi Patuh Polres OKI Dimulai, Enam Pelanggaran Jadi Sasaran Prioritas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Satresnarkoba Polres OKI Bersama Tim Gabungan Tertibkan Gubuk Diduga Jadi Lokasi Penyalahgunaan Narkotika

Berita Terbaru

Jakarta

KEADILAN DIUJUNG MIMPI

Sabtu, 31 Okt 2026 - 08:54 WIB