Negara ini cuma Adil bagi kaum KONGLOMERAT, Kematian anak saya (BILLY) jangan di samakan dengan bangkai TIKUS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorong

Kasus kematian misterius yang terjadi di areal kelapa sawit PT Global Lestari di kampung modan kabupaten Sorong, menjadi tanda tanya serius kepada pihak penegak hukum, dalam hal ini polres kabupaten Sorong. pasalnya korban kematian misterius (Billy Solefuey) yang terjadi pada tanggal 15 Agustus 2025 yang lalu, namun hingga kini kasus kematian Billy, belum terungkap siapa pelaku yang sebenarnya.

Stevi Solefuey ayah dari korban, menyampaikan kesedihannya terhadap kinerja polres kabupaten Sorong, soal salinan surat fisum yang hingga kini pihak keluarga korban belum menerima kopian atau salinan fisum tersebut.

Kami suami dan istri sempat menanyakan salinan dari hasil fisum itu, namun sampai saat ini belum juga di berikan, kami juga sempat mendengarkan ucapan dari salah satu anggota polisi reskrimum, jika surat fisum itu, sudah di ambil oleh pihak keluarga, yang jadi pertanyaan kami korban, apakah dalam prosedur ada terdapat keluarga korban untuk menerima surat fisum asli, yg di keluarkan oleh tim medis forensik?? ini kan ucapan yang seakan menjebak kami korban, loh kami ini sudah korban malah di jebak pula dengan bahasa keluarga sudah terima surat fisum.

Beberapa waktu yang lalu (lanjut Stevi) istri saya pergi untuk mengecek surat fisum itu, namun ada sala satu anggota polisi di reskrimum, menyatakan pihak reskrimum akan pergi ke rumah sakit untuk mengambil surat itu, tunggu demi tunggu hingga sekarang hasilnya tetap nihil.

Kami ini sudah menjadi korban pembunuhan, kami juga menjadi korban pembunuhan karakter lewat pelayanan pihak kepolisian (reskrimum), kami memintah kepada bapak Kapolres AKBP Jems Oktovianus Tegai agar tolong melirik kasus kematian anak kami BILLY.

Maka tidak heran saya dengan lantang bersuara di depan kamera WARTAWAN, Negara sebesar Indonesia ini, cuma adil bagi kaum konglomerat, bagi kaum miskin seperti kami di terlantarkan dan di pimpingkan, ya maklum saja pihak perusahaan memiliki setumpuk uang, maka tidak di usut tuntas kasus kematian anak saya.

kuat dugaan saya kalau kematian Billy anak saya DI BUNUH oleh orang yang tidak punya peri kemanusiaan, kami keluarga besar ingin kasus kematian anak saya, harus di usut tuntas, dan pelaku pembunuhan harus di ungkap oleh pihak kepolisian polres aimas Ungkap Stevi di kediamanya kamis 15 Oktober 2026.

Belum lagi tinggkah perusahaan PT. Global lestari, yang seakan menutup mata terhadap kejadian pembunuhan anak saya, bahkan dari penemuan mayat hingga pemakaman, tidak terlihat batang hidung direktur dari PT Global Lestari. Yang jadi pertanyaan saya, apakah nyawa anak saya di samakan seperti seekor tikus yang mati dibareal kerja perusahaan kelapa sawit?

Dimanakah hati Direktur PT Global Lesatari yang mana sebagai seorang manusia, dan memiliki akal Budi dan norma kebudayaan yang baik, ataukah nyawa kesayangan anak saya, di samakan seperti seekor tikus yang mati dan di terlantarkan seperti itu??

Bahakan sudah hilang nyawa anak saya, masih terdengar bahasa, bahwa anak saya, belum menjadi pekerja di kebun kelapa sawit, lalu muncul pertanyaan saya, setiap hari anak saya pergi bekerja di kebun kelapa sawit PT Global lestari, hingga merengkrut nyawanya, kerja untuk perusahaan mana ya?? ini kan bahasa bahasa yang di munculkan oleh orang orang yang otak jahat.

Oleh karena itu Polisi sebagai pemegang dan penegak hukum, harusnya adil bagi kami orang miskin, jangan adil kepada pihak konglomerat, maka jika kasus Billy di buka lebar untuk publik, saya rasa bahwa keadilan polisi terhadap masyarakat kota Sorong pasti akan terlaksana, tutup ayah koran pembunuhan Billy Solefuey itu, 14:45 Wit.

Berita Terkait

Kematian Billi Masih misteri, PT Global lestari kelapa sawit, tak punya niat bertanggung jawab
Kapolres Aimas, AKBP Jems Oktovianus Tegai, Buka Turnamen Biliard, Dan Mengakomodir bakat pemuda kabupaten sorong
Gelombang Perlawanan Masyarakat Adat Tanah Moi: Jeritan Keadilan di Bawah Bayang-Bayang Perampasan Tanah
Tanah Adat Tanah Moi Bukan Komoditas: Negara Dituntut Berdiri di Sisi Masyarakat Adat
Tugas kami Jaring Petinju Amatir, Hingga masuk Jenjang profesional
Dinilai Lecehkan Tatanan Hukum Indonesia, Wilson Lalengke: Segera Tangkap Mr. Ching, Mafia Tanah Asal Malaysia!
Brigjen Hengki Haryadi Ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya, beberapa PJU Turut Bergeser
Penyerobotan lahan di jalan Tuturuga aimas, Polisi lamban tetapkan tersangka ungkap Simon Soren

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Negara ini cuma Adil bagi kaum KONGLOMERAT, Kematian anak saya (BILLY) jangan di samakan dengan bangkai TIKUS

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Kematian Billi Masih misteri, PT Global lestari kelapa sawit, tak punya niat bertanggung jawab

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:02 WIB

Kapolres Aimas, AKBP Jems Oktovianus Tegai, Buka Turnamen Biliard, Dan Mengakomodir bakat pemuda kabupaten sorong

Selasa, 29 September 2026 - 05:10 WIB

Gelombang Perlawanan Masyarakat Adat Tanah Moi: Jeritan Keadilan di Bawah Bayang-Bayang Perampasan Tanah

Senin, 28 September 2026 - 06:00 WIB

Tanah Adat Tanah Moi Bukan Komoditas: Negara Dituntut Berdiri di Sisi Masyarakat Adat

Minggu, 13 September 2026 - 12:27 WIB

Tugas kami Jaring Petinju Amatir, Hingga masuk Jenjang profesional

Jumat, 11 September 2026 - 02:17 WIB

Dinilai Lecehkan Tatanan Hukum Indonesia, Wilson Lalengke: Segera Tangkap Mr. Ching, Mafia Tanah Asal Malaysia!

Kamis, 3 September 2026 - 02:13 WIB

Brigjen Hengki Haryadi Ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya, beberapa PJU Turut Bergeser

Berita Terbaru