Kolaborasi Multi-Pihak Diperkuat, Lampung Siapkan Diri Jadi Sentra Industri Agro

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 03:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung

Perekonomian Provinsi Lampung mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 5,09 persen pada triwulan II tahun 2025, melampaui rata-rata pertumbuhan kawasan Sumatra. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa Lampung mampu menjaga momentum pemulihan ekonomi sekaligus memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan dan pusat produksi komoditas strategis nasional.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, mewakili Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam acara Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Lampung yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Lampung di Ballroom Hotel Novotel, Kamis (11/9/2025).

Mengusung tema “Sinergi Memperkuat Hilirisasi Komoditas Unggulan sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan”, forum tersebut menghadirkan pejabat Kementerian Perindustrian, pelaku usaha besar, seperti PT. Great Giant Pineapple dan PT. Kurnia Alam, pimpinan perbankan, akademisi, hingga asosiasi pelaku usaha.

“Pertumbuhan ekonomi Lampung yang solid ini perlu terus diperkuat dengan hilirisasi. Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan harus menjadi motor penggerak, bukan hanya sebagai penghasil bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi,” ujar Bani saat membacakan sambutan Gubernur.

Ia menegaskan, program hilirisasi sejalan dengan RPJMN 2025–2029 yang menitikberatkan pada pembangunan industri pengolahan komoditas unggulan padat karya, padat teknologi, dan berorientasi ekspor. Lampung, menurutnya, memiliki peluang besar menjadi pusat industri agro nasional dengan dukungan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang terus berkembang.

Dalam 100 hari kerja, Pemprov Lampung telah menyalurkan 24 unit dryer padi dan 4 mesin penepung mockup kepada kelompok tani dan UMKM sebagai langkah nyata memperkuat rantai pasok pangan. Dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), dana desa, hingga koperasi juga disebut menjadi instrumen penting mendorong produktivitas petani dan UMKM.

“Keberhasilan hilirisasi membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga desa. Dunia usaha perlu memperkuat kemitraan dengan petani, akademisi menghadirkan inovasi teknologi pascapanen, sementara perbankan menyalurkan pembiayaan untuk sektor produktif,” katanya.

Dengan strategi tersebut, Gubernur optimistis Lampung mampu mempercepat transformasi ekonomi, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, serta menjadikan hilirisasi sebagai motor pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Forum ini bukan hanya memperkaya literatur ekonomi, tetapi juga harus melahirkan rekomendasi konkret bagi pembangunan daerah. Mari jadikan hilirisasi sebagai gerakan bersama demi kesejahteraan petani, kemajuan industri, dan daya saing Lampung di tingkat nasional maupun global,” tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang dimoderatori Jurnalis sekaligus presenter Metro TV, Jessica Wulandari dan menghadirkan 4 narasumber profesional yaitu : Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung Bimo Epyanto, Sekretaris Direktorat Jendral Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Yulia Astuti, Direktur Corporate PT. Great Giant Pineapple Welly Soegiono dan Excecutive Director PT. Sumber Karunia Alam Mulyono Susilo.

Dalam sesi diskusi, Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Lampung, Ridwan Saifuddin menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung telah menjadikan hilirisasi sebagai instrumen utama dan sejalan dengan program strategis nasional yang telah dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Jangka Panjang Daerah (RPJMD dan RPJPD) Lampung.

Ridwan mengatakan bahwa pertanian menjadi basis utama program hilirisasi di Provinsi Lampung, melalui pendekatan share value diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat. Menurutnya proses hilirisasi pertanian di Lampung masih menghadapi tantangan yang sangat besar dan membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari semua pihak baik pihak industri swasta, akademisi dan pelaku pertanian kecil dan menengah serta pemerintah pusat.

Sementara itu Subhan Siafari, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran hasil perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perkebunan Provinsi Lampung dalam upayanya meningkatkan hilirisasi di sektor perkebunan telah melakukan berbagai upaya konkrit melalui peningkatan produktivitas dan populasi tanaman perkebunan dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dari sisi akademisi, Arivina Ratih Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung memberikan insight bahwa hilirisasi dari sudut pandang ekonomi adalah memberdayakan sumber daya yang dimiliki agar dapat menghasilkan added value yang lebih besar. Tantangan seperti iklim investasi, penyesuaian dan kontribusi pendidikan pada hilirisasi serta implementasi kebijakan di lapangan menjadi beberapa faktor yang perlu mendapatkan perhatian.

Diskusi ini diharapkan dapat dilanjutkan untuk mewujudkan hilirisasi produk unggulan di Provinsi Lampung. Kesamaan pandangan, startegi dan komitmen menjadi instrumen penting dalam mewujudkan hilirisasi yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung.
(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Berita Terkait

Bukber Tokoh Karang Taruna di Bandar Lampung, Amin Fauzi AT Ajak Sukseskan Program Pemerintah
Respon Cepat Pemprov Lampung dan Kabupaten/Kota, Kerusakan PJU Jalinsum Mulai Diperbaiki
Mudik Lebih Aman dan Terjangkau, Pemprov Lampung Berangkatkan Ribuan Pemudik Gratis
PMI Lampung Lakukan Penataan Sementara di UDD, Plt Kepala Ditunjuk Sambil Tunggu Pendalaman Audit
Masjid di Jalinsum Lampung Dihimbau Buka 24 Jam, Gubernur Mirza Siapkan Tempat Istirahat bagi Pemudik
Andi Surya dan Keluarga Tunaikan Zakat Mal Kepada Ribuan Mustahik di UMITRA
ALAK Bongkar Dugaan “Bisnis Uang Baru” di BI Lampung, Nopiyanto dan A Zahriansyah Desak Direktur BI Dievaluasi
Pemprov Lampung Berikan Santunan dan Dukungan Moral bagi Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:18 WIB

Bukber Tokoh Karang Taruna di Bandar Lampung, Amin Fauzi AT Ajak Sukseskan Program Pemerintah

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:56 WIB

Respon Cepat Pemprov Lampung dan Kabupaten/Kota, Kerusakan PJU Jalinsum Mulai Diperbaiki

Senin, 16 Maret 2026 - 15:53 WIB

Mudik Lebih Aman dan Terjangkau, Pemprov Lampung Berangkatkan Ribuan Pemudik Gratis

Senin, 16 Maret 2026 - 15:27 WIB

PMI Lampung Lakukan Penataan Sementara di UDD, Plt Kepala Ditunjuk Sambil Tunggu Pendalaman Audit

Senin, 16 Maret 2026 - 15:01 WIB

Masjid di Jalinsum Lampung Dihimbau Buka 24 Jam, Gubernur Mirza Siapkan Tempat Istirahat bagi Pemudik

Senin, 16 Maret 2026 - 14:32 WIB

Andi Surya dan Keluarga Tunaikan Zakat Mal Kepada Ribuan Mustahik di UMITRA

Senin, 16 Maret 2026 - 03:06 WIB

ALAK Bongkar Dugaan “Bisnis Uang Baru” di BI Lampung, Nopiyanto dan A Zahriansyah Desak Direktur BI Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 02:25 WIB

Pemprov Lampung Berikan Santunan dan Dukungan Moral bagi Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone

Berita Terbaru