Curhatan Warga Mulai Bermunculan di Lomba Menulis Bertema “Pengalaman Buruk dengan Polisi Indonesia

Rabu, 5 November 2025 - 03:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta

Sejumlah artikel berisi curahan hati (curhat) dari warga masyarakat Indonesia mulai masuk ke email Panitia Lomba PPWI tahun 2025 bertema “Pengalaman Buruk dengan Polisi Indonesia”. Hal ini menunjukkan bahwa lomba ini tidak hanya diminati untuk diikuti, tapi lebih penting daripada itu warga memerlukan tempat untuk berbagi cerita tentang pengalaman buruk mereka saat berurusan dengan penegak hukum berseragam coklat.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, kepada jaringan media se-Indonesia terkait progress pelaksanaan lomba menulis dengan tema tersebut. “Alhamdulillah, Puji Tuhan, setelah perpanjangan waktu lomba, kini sudah mulai banyak tulisan dari masyarakat yang masuk ke email Panitia. Hal ini merupakan indikasi bahwa lomba ini cukup penting bagi rakyat yang butuh wadah menyampaikan unek-uneknya terkait pengalaman pahit saat berurusan dengan polisi,” ungkap alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini, Selasa, 04 November 2025.

Wilson Lalengke selanjutnya menambahkan bahwa para pengirim naskah lomba berasal dari berbagai kalangan. “Cukup beragam, ada warga biasa, jurnalis, aktivis hak asasi manusia, pembela petani dan agraria, dan bahkan ada juga dari kalangan kepolisian,” tambahnya.

*Mayat Bisa Buat Laporan Polisi*

Dari pantauan sekilas, masih menurut Wilson Lalengke, tulisan dan substansi yang disampaikan para curhaters, amat signifikan untuk menjadi perhatian Pemerintah Indonesia ke depannya, terutama di kalangan penegak hukum, baik polisi, kejaksaan, maupun pengadilan. “Ada pengalaman warga yang dipanggil polisi atas laporan orang yang sudah bertahun-tahun di dalam kubur alias sudah meninggal. Bagaimana mungkin pihak polisi menerima begitu saja dan memproses hukum laporan absurd semacam itu? Ini tentu harus menjadi catatan pihak kepolisian,” beber petisioner tentang masalah HAM di Komite Keempat PBB tahun 2025 itu dengan ekspresi heran.

Menutup pernyataannya, Wilson Lalengke menyampaikan bahwa Panitia Lomba masih membuka kesempatan pengiriman naskah atau tulisan dari semua warga tanpa kecuali yang mempunyai pengalaman buruk dengan polisi Indonesia. “Jadwal lomba masih dibuka hingga 15 Desember 2025 mendatang. Jadi, bagi siapapun yang ingin ikut lomba, silahkan kirim tulisannya ke email: lomba.menulis.ppwi@gmail.com bersama dokumen identitas penulisnya. Ingat, tulisan harus merupakan pengalaman pribadi, bukan orang lain,” paparnya sambil menambahkan agar peserta melihat dan membaca secara seksama persyaratan lomba di tautan ini: *Lomba Menulis bertema “Pengalaman Buruk dengan Polisi Indonesia”* (https://pewarta-indonesia.com/2025/11/pengumuman-waktu-lomba-menulis-bertema-pengalaman-buruk-dengan-polisi-indonesia-diperpanjang-hingga-15-desember-2025/).

*Sampaikan Suaramu*

Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) mengundang semua individu, tanpa memandang kewarganegaraan, usia, pendidikan, profesi, atau jenis kelamin, termasuk aparat hukum, untuk berpartisipasi dalam lomba menulis yang berani dan berdampak yang menyoroti pengalaman nyata masing-masing warga masyarakat dengan aparat Kepolisian Republik Indonesia.

Kompetisi ini lebih dari sekadar lomba menulis, ini adalah platform untuk kebenaran, akuntabilitas, dan perubahan serta reformasi Polri. Bagikan kisahmu, inspirasi orang lain, dan bantu membangun Kepolisian Republik Indonesia yang lebih transparan dan professional sebagai pelayan masyarakat, pengayom masyarakat, pelindung masyarakat, dan penegak hukum yang berkeadilan berdasarkan kebenaran faktual.

Untuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi Panitia Pelaksana Lomba melalui: 081371549165 (Shony), atau 081378957515 (Julian), atau 089622901993 (Neneng). Informasi lomba juga dapat disimak di www.pewarta-indonesia.com. Mari kita mulai menulis! (TIM/Red)

Berita Terkait

Sinergi Pejuang Kedaulatan: Membedah Pertemuan Wilson Lalengke dengan Forum Kader Bela Negara
Tragedi Inovator di Pusaran Kekuasaan: Menggugat State-Crime terhadap Nadiem Makarim
PSEL Lampung Raya Jadi Tonggak Baru Pengelolaan Sampah Terintegrasi
SAH !! Mirza Berhasil Bawa PSEL untuk Lampung Raya (Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur) Sampah Lampung akan jadi Listrik
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta Gelar Ikrar Zero Handphone, Narkoba dan Penipuan di Aula LPKA Jakarta
Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia
Perkuat Integritas Pemasyarakatan, Lapas Perempuan Jakarta Gelar Ikrar Bersih dari Narkoba, Handphone Ilegal, dan Penipuan
Korupsi dan Kerusakan Moral di Direktorat Imigrasi Indonesia: Ketika Patnal Menjadi Pelindung Pelaku Kejahatan

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:08 WIB

Sinergi Pejuang Kedaulatan: Membedah Pertemuan Wilson Lalengke dengan Forum Kader Bela Negara

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:58 WIB

Tragedi Inovator di Pusaran Kekuasaan: Menggugat State-Crime terhadap Nadiem Makarim

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:00 WIB

PSEL Lampung Raya Jadi Tonggak Baru Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:49 WIB

SAH !! Mirza Berhasil Bawa PSEL untuk Lampung Raya (Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur) Sampah Lampung akan jadi Listrik

Senin, 11 Mei 2026 - 05:25 WIB

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta Gelar Ikrar Zero Handphone, Narkoba dan Penipuan di Aula LPKA Jakarta

Senin, 11 Mei 2026 - 03:04 WIB

Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 02:42 WIB

Perkuat Integritas Pemasyarakatan, Lapas Perempuan Jakarta Gelar Ikrar Bersih dari Narkoba, Handphone Ilegal, dan Penipuan

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:47 WIB

Korupsi dan Kerusakan Moral di Direktorat Imigrasi Indonesia: Ketika Patnal Menjadi Pelindung Pelaku Kejahatan

Berita Terbaru