JANGAN ANCAM RAKYAT YANG KRITIS PADA PEMERINTAH KECUALI SIAP DIGULINGKAN !…

Sabtu, 14 Maret 2026 - 01:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Saiful Huda Ems.

Jakarta –

Presiden Prabowo Subianto mau mengerahkan ribuan atau bahkan kalau bisa jutaan intelijen untuk memata-matai rakyatnya yang kritis pada kebijakan pemerintahpun, tidak akan mempunyai pengaruh apa-apa, dan tidak akan pernah sanggup menghentikan gelombang kritik rakyatnya pada Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Sebab rakyat yang mengkritisinya bukan atas suruhan siapa-siapa, apalagi menjadi antek asing seperti yang dituduhkannya, karena tidak ada satupun rakyat yang kritis pada Presiden Prabowo maupun Wapres Gibran, yang pernah bersalaman dan telponan dengan Donald Trump maupun Benjamin Netanyahu, serta mau menyumbang BoP triliunan rupiah !.

Rakyat bersuara kritis pada berbagai kebijakan pemerintah, itu memang karena Presiden Prabowo nampak sak karepe dewe dalam mengurus negara !

Gemar mengangkat orang-orang yang tidak kompeten di bidangnya menjadi pejabat negara asal mau menyenangkannya. Banyak memberikan anugerah penghargaan pada orang-orang yang tidak tepat, bahkan yang cenderung menguntungkan dan menyenangkan diri sendirinya saja. Serta banyak melakukan pemborosan anggaran keuangan negara dll. !.

Rakyat yang kritis itu jumlahnya banyak, bisa ribuan bahkan jutaan. Bagaimana orang sebanyak itu mau diarahkan atau dikendalikan oleh seseorang? Dan perhatikan saja, di antara ribuan atau jutaan rakyat yang kritis pada Pemerintahan Prabowo-Gibran itupun, kalau mau diteliti sungguh-sungguh, telah memiliki orientasi politik yang berbeda-beda.

Misalnya saja untuk persoalan Perang Iran vs. Amerika dan Israel, rakyat tidak satu pemikiran, ada yang pro maupun kontra Iran/Israel dan Amerika Serikat !. Demikian pula dukungan dan kontranya rakyat terhadap Jokowi dan Gibran, termasuk pada Presiden Prabowo sendiri, juga tidak sama, searah atau sebangun bukan? Itulah dinamika gerak pemikiran Rakyat Indonesia yang sangat mustahil untuk bisa diseragamkan !

Jadi pemikiran kritis itu tidak boleh dilarang-larang, apalagi diteror ! Ini sesuatu yang sudah menjadi hukum alam, Sunatullah. Hanya orang-orang diktator, yang terbiasa dipuja-puja, gila hormat dll.lah yang biasanya antipati terhadap kritik ! Maka, janganlah sekali-kali mengancam rakyat yang kritis pada pemerintah, sebab sesungguhnya Rakyat yang kritis pada berbagai kebijakan pemerintah dan prilaku politik pejabat-pejabat negara, itu merupakan ekspresi dari kecintaan rakyat pada negerinya ! Sapere aude !…(SHE).(*red)

13 Maret 2026.

Saiful Huda Ems (SHE).

Berita Terkait

Prof DR Sutan Nasomal : Tidak Perlu Takut Dengan Aksi Demo Besar. Di Sinilah Ruang Kebaikan Komunikasi Rakyat & Pemerintah Semakin Sehat Terbentuk
Kepala KSP Jenderal Dudung Pimpin Peluncuran Buku dan Diskusi Undang-Undang Perekonomian Nasional
Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit
Menembus Tembok Imunitas, PPWI Desak Mabes Polri Ambil Alih Kasus Korupsi SPPD Fiktif DPRD Riau
Mengejar Cita-Cita Menjadi Profesor, Dr. Fachrul Razi ditetapkan menjadi Wakil Rektor di Universitas Kartamulia
Kebijakan Efisiensi Gubernur Maluku Utara Tuai Pujian, Publik Pertanyakan Mampukah Daerah Lain Mengikuti Langkah Serupa
Relawan Prabowo untuk Nusantara (DPP Relawan PERANTARA) Mengabdi untuk Negeri, Mengawal Indonesia Maju
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Ultimatum Hukuman MATI Bagi Pejabat Negara Korupsi Dan Di MISKINKAN. Rakyat Menunggu Putusan !!!

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 02:39 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Tidak Perlu Takut Dengan Aksi Demo Besar. Di Sinilah Ruang Kebaikan Komunikasi Rakyat & Pemerintah Semakin Sehat Terbentuk

Selasa, 4 Agustus 2026 - 02:23 WIB

Kepala KSP Jenderal Dudung Pimpin Peluncuran Buku dan Diskusi Undang-Undang Perekonomian Nasional

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Paradoks Perdamaian Hotman Paris–PWI: Ketika Hukum Tunduk pada Bargaining Power dan Panggung Elit

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Menembus Tembok Imunitas, PPWI Desak Mabes Polri Ambil Alih Kasus Korupsi SPPD Fiktif DPRD Riau

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Mengejar Cita-Cita Menjadi Profesor, Dr. Fachrul Razi ditetapkan menjadi Wakil Rektor di Universitas Kartamulia

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Kebijakan Efisiensi Gubernur Maluku Utara Tuai Pujian, Publik Pertanyakan Mampukah Daerah Lain Mengikuti Langkah Serupa

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Relawan Prabowo untuk Nusantara (DPP Relawan PERANTARA) Mengabdi untuk Negeri, Mengawal Indonesia Maju

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 02:08 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Ultimatum Hukuman MATI Bagi Pejabat Negara Korupsi Dan Di MISKINKAN. Rakyat Menunggu Putusan !!!

Berita Terbaru