Premanisme di Jantung Penegak Hukum: PPWI Aceh Timur Kecam Brutal di Polda Metro Jaya

Senin, 30 Maret 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TIMUR

Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Aceh Timur mengutuk keras aksi premanisme yang terjadi di ruang penyidik Polda Metro Jaya beberapa hari lalu, yang menimpa seorang warga Aceh Timur bernama Faisal (50).

Faisal yang datang dengan itikad baik untuk memenuhi undangan resmi aparat dalam rangka menjalani proses konfrontir, justru diperlakukan seolah kehilangan seluruh hak dan perlindungan hukumnya sebagai warga negara. Ia tidak dilindungi, bahkan menjadi korban kekerasan brutal di dalam institusi yang seharusnya menjamin keadilan.

Di ruang yang semestinya menjadi simbol penegakan hukum, Faisal dihajar secara membabi buta oleh lebih dari 20 orang preman. Aksi tersebut berlangsung tanpa rasa takut, tanpa hambatan, dan yang paling mencengangkan, tanpa adanya pencegahan yang berarti dari aparat yang berada di lokasi.

Ketua PPWI Aceh Timur, Zulkifli Aneuk Syuhada, menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk kegagalan serius negara dalam menjalankan fungsi perlindungan terhadap warganya. Ia menilai kejadian tersebut telah mencederai rasa keadilan serta merusak kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

“Tidak boleh ada ruang bagi premanisme, apalagi di dalam institusi hukum. Ini adalah tamparan keras bagi supremasi hukum di Indonesia. Kami mendesak agar kasus ini diusut secara transparan, profesional, dan tanpa pandang bulu,” tegas Zulkifli. Senin 30 Maret 2026.

Lebih lanjut, ia meminta aparat penegak hukum untuk segera menangkap dan memproses seluruh pelaku, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di lingkungan Polda Metro Jaya.

“Jika peristiwa ini tidak ditangani secara serius dan terbuka, maka publik berhak mempertanyakan komitmen negara dalam melindungi rakyatnya. Ketika kekerasan bisa terjadi secara terang-terangan di dalam institusi hukum, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan individu, tetapi juga masa depan kepercayaan masyarakat terhadap hukum itu sendiri,” ungkapnya.

PPWI Aceh Timur juga menyatakan solidaritas penuh terhadap Faisal dan berharap korban mendapatkan perlindungan serta keadilan yang seadil-adilnya.(*/Red)

Berita Terkait

PPWI Aceh Tamiang Rayakan Tradisi Meugang dengan Berbagi untuk Insan Pers
Lampung Peduli Aceh: Wagub Serahkan Donasi Rp 500 Juta untuk Korban Bencana
Telkomsel Tak Tahan Mati Lampu, Warga: ‘Apa Benar Tidak Sanggup Beli Genset?
Wujudkan Kebersamaan Dalam Kerja, Abdul Hamid Karutan Sigli Inisiasi Makan Siang Bersama

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 08:08 WIB

Premanisme di Jantung Penegak Hukum: PPWI Aceh Timur Kecam Brutal di Polda Metro Jaya

Rabu, 18 Februari 2026 - 05:48 WIB

PPWI Aceh Tamiang Rayakan Tradisi Meugang dengan Berbagi untuk Insan Pers

Sabtu, 24 Januari 2026 - 01:37 WIB

Lampung Peduli Aceh: Wagub Serahkan Donasi Rp 500 Juta untuk Korban Bencana

Jumat, 12 Desember 2025 - 03:12 WIB

Telkomsel Tak Tahan Mati Lampu, Warga: ‘Apa Benar Tidak Sanggup Beli Genset?

Jumat, 18 Juli 2025 - 03:50 WIB

Wujudkan Kebersamaan Dalam Kerja, Abdul Hamid Karutan Sigli Inisiasi Makan Siang Bersama

Berita Terbaru