Profesor Sutan Nasomal Pahlawan TBA Basuni Kota Hujan Bogor Dan Pahlawan di Nusantara Presiden Data Ulang Tercecer, Agar Adil Pejuang Mendapatkan Haknya

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Masih banyak pejuang tanah air tercinta yang namanya belum disematkan nama jalan daerah atau nama lokasi bangunan gedung pemerintahan di Kota hujan Bogor baik Kota Kab seperti nama TB. A Basuni maupun lainnya di seluruh kota kab se Tanah Air Indonesia dari sabang hingga meirauke” Ujar Profesor Sutan Nasomal prihatin menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak onlen dalam luar negri dikantornya markas pusat partai oposisi Merdeka Jakarta 8/6/2026 via telpon selulernya.

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH meminta kepada Yang Terhormat Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subianto Bersama jajarannya untuk kembali mencatat nama nama para Pahlawan Perjuangan Republik Indonesia untuk mendapatkan Hak menyandang Pahlawan Nasional.

Karenanya perlu bantuan Presiden RI agar para tokoh Pahlawan Di Bogor dan umumnya wilayah Nasional Indonesia. Bisa selalu menjadi kebanggaan di wilayahnya panutan untuk masyarakat dan sanak keluarga

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.” Kutipan dari pidato Ir. Soekarno pada 10 November 1961 dalam peringatan Hari Pahlawan.

Pidato ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan Indonesia tak lepas dari perjuangan para pahlawan yang rela berkorban jiwa dan raga demi kemerdekaan negeri ini.

Namun, di tengah persiapan peringatan Kemerdekaan Indonesia yang ke-81 di bulan agustus 2026 nanti dan HUT TNI ke-81 di bulan September 2026, ada sosok pahlawan Kota Bogor yang masih terlupakan dan bahkan diduga dihapus dari catatan sejarah.

Dia adalah TB. A Basuni, seorang pejuang yang banyak berkontribusi dalam gerakan kemerdekaan Indonesia, terutama di wilayah Bogor.

TB. A Basuni adalah salah satu pendiri Badan Keamanan Rakyat (BKR) Bogor pada tahun 1945, yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sejak awal, dia aktif bergerilya melawan penjajah, termasuk bergabung dengan Pasukan Pembela Tanah Air (PETA) di bawah kepemimpinan KH. Syam’un sebelum akhirnya berjuang di wilayah Bogor.

Ahli waris, Tubagus Hendra Bayu Rota mengungkapkan, Perjuangan TB. A Basuni tak hanya berhenti di situ. Dia juga terlibat dalam peristiwa bersejarah Bojong Kokosan tahun 1945. Atas jasa-jasanya, berbagai penghargaan telah diberikan kepadanya.

“Antara lain Bintang Gerilya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Sewindu, Satya Lencana Kesetiaan XXIV, Satya Lencana Perang Kemerdekaan I dan II, serta Satya Lencana Gerakan Operasi Militer (GOM) I dan V,” terang Tubagus Bayu Rota. .

Sayangnya, meski banyak berjasa, sosok Kapten Inf. (Purn) TB. A. Basuni kini seolah terlupakan. Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH mengingatkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengakui jasa TB. A. Basuni sebagai pahlawan.

Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia.

Berita Terkait

HOROR ANTRIAN BBM SUDAH TERJADI DIMANA MANA MENJADI DILEMA MASYARAKAT
Nestapa di Balik Bayang-bayang Pernikahan Siri: Refleksi Keadilan bagi RR, Istri Siri Almarhum Margiono Sebagaimana diceritakan RR kepada Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke
Nestapa di Balik Bayang-bayang Pernikahan Siri: Refleksi Keadilan bagi RR, Istri Siri Almarhum Margiono _Sebagaimana diceritakan RR kepada Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke_
Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden RI Rumuskan Nilai Rupiah Terhindarkan Anjlok Ditindas Dollar Melambung “Luluh lantakkan Perekonomian”
Fachrul Razi: Jangan Jadikan Program MBG Alat Delegitimasi Politik
Ketika Pamong Berubah Menjadi Algojo: Menyoal Mangkirnya Oknum Satpol PP Jakarta dari Panggilan Polisi
Lampung Torehkan Prestasi Nasional, Gubernur Mirza Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Inspiratif Sektor Pertanian
Pakar Politik Dr. Fachrul Razi: Upaya Diskreditkan AHY Terkait Isu SPPG BGN Isu Murahan, Kurang Cerdas

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:38 WIB

HOROR ANTRIAN BBM SUDAH TERJADI DIMANA MANA MENJADI DILEMA MASYARAKAT

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:07 WIB

Nestapa di Balik Bayang-bayang Pernikahan Siri: Refleksi Keadilan bagi RR, Istri Siri Almarhum Margiono Sebagaimana diceritakan RR kepada Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:55 WIB

Nestapa di Balik Bayang-bayang Pernikahan Siri: Refleksi Keadilan bagi RR, Istri Siri Almarhum Margiono _Sebagaimana diceritakan RR kepada Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke_

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:05 WIB

Profesor Sutan Nasomal Minta Presiden RI Rumuskan Nilai Rupiah Terhindarkan Anjlok Ditindas Dollar Melambung “Luluh lantakkan Perekonomian”

Jumat, 12 Juni 2026 - 03:31 WIB

Fachrul Razi: Jangan Jadikan Program MBG Alat Delegitimasi Politik

Jumat, 12 Juni 2026 - 03:25 WIB

Ketika Pamong Berubah Menjadi Algojo: Menyoal Mangkirnya Oknum Satpol PP Jakarta dari Panggilan Polisi

Jumat, 12 Juni 2026 - 02:33 WIB

Lampung Torehkan Prestasi Nasional, Gubernur Mirza Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Inspiratif Sektor Pertanian

Jumat, 12 Juni 2026 - 02:09 WIB

Pakar Politik Dr. Fachrul Razi: Upaya Diskreditkan AHY Terkait Isu SPPG BGN Isu Murahan, Kurang Cerdas

Berita Terbaru

Bengkulu

Sekjen PPWI, Dr, Fachrul Razi, ke Provinsi Bengkulu

Sabtu, 13 Jun 2026 - 07:56 WIB

Bengkulu

Sekjen PPWI, Dr, Fachrul Razi, ke Provinsi Bengkulu

Sabtu, 13 Jun 2026 - 07:49 WIB