Fachrul Razi: AS Petakan Migas dan Emas Indonesia Sejak 1960

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta

Tokoh politik nasional asal Aceh sekaligus mantan Senator DPD RI periode 2014–2024, Dr. Fachrul Razi, M.I.P., mengungkapkan analisis geopolitik terkait penguasaan sumber daya alam Indonesia oleh kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat.

Hal itu disampaikan dalam wawancara di kanal _Unpacking Indonesia Podcast_, Sabtu (5/7/2026).

Fachrul Razi menyebut Amerika Serikat telah memetakan kekayaan alam Indonesia, termasuk emas dan minyak bumi, sejak era 1960-an.

“Amerika itu sudah memotret potensi sumber daya alam Indonesia dari tahun 1960-an. Sumber daya minyak dan sumber daya emas. Aceh memiliki dua potensi besar itu,” ujarnya.

Menurutnya, peta potensi SDA itu menjadi motor kepentingan geopolitik AS di Asia dan Pasifik. Ia mencontohkan masuknya investasi besar ke Aceh pada 1970-an melalui PT Arun yang kemudian dilanjutkan Mobil Oil. Di wilayah timur, potensi emas raksasa dikuasai melalui Freeport.

Fachrul juga mengaitkan dinamika politik nasional era 1960-an dengan kepentingan ekonomi global. Ia menilai jatuhnya Presiden Soekarno tidak lepas dari sikap tegasnya menolak utang luar negeri dan menjaga kedaulatan SDA.

“Pasca peralihan kekuasaan 1966, peta hukum Indonesia bergeser. Tahun 1967 lahir UU Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing. Dari sistem negara kesatuan yang protektif, kita langsung jadi liberal. Asing masuk. PT Arun masuk, Freeport masuk, Chevron masuk,” urainya.

Ia menekankan isu kedaulatan SDA bukan lagi masalah daerah seperti Aceh atau Papua, melainkan ancaman terhadap kedaulatan NKRI.

Fachrul mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar waspada dalam menavigasi kebijakan ekonomi dan diplomasi global.

“Soeharto pun jatuhnya juga karena asing. Ini Prabowo juga harus hati-hati. Jangan sampai jatuh karena tidak mau kompromi dengan kepentingan asing. Ini persoalan kedaulatan,” pungkasnya. (PPWI/Red)

Berita Terkait

DR. FACHRUL RAZI: KEDAULATAN SUMBER DAYA ALAM ACEH DAN MASA DEPAN ACEH
Membuka Tabir ‘Ijazah Jokowi’: Wilson Lalengke Titip Buku Refleksi untuk Mantan Presiden Joko Widodo
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Hadiri Pengukuhan Srikandi Jaga Desa, Dorong Peran Perempuan Membangun Desa
The Undying Legacy of Education: A Birthday Reflection for Wilson Lalengke
Warisan Abadi Pendidikan: Refleksi Ulang Tahun untuk Wilson Lalengke
Pemerintah Salurkan Pickup Mahindra untuk Operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
Kodim 0402/OKI-OI Raih Juara III Nasional Lomba Karya Jurnalistik TMMD ke-128 Kategori Media Cetak
Di Momen HUT Bhayangkara ke-80, Laporan Membusuk Enam Bulan: Wilson Lalengke Tuding Polres Nias Lalaikan Tugas Melindungi Rakyat

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:00 WIB

Fachrul Razi: AS Petakan Migas dan Emas Indonesia Sejak 1960

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:14 WIB

DR. FACHRUL RAZI: KEDAULATAN SUMBER DAYA ALAM ACEH DAN MASA DEPAN ACEH

Minggu, 5 Juli 2026 - 04:48 WIB

Membuka Tabir ‘Ijazah Jokowi’: Wilson Lalengke Titip Buku Refleksi untuk Mantan Presiden Joko Widodo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 02:45 WIB

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Hadiri Pengukuhan Srikandi Jaga Desa, Dorong Peran Perempuan Membangun Desa

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:33 WIB

The Undying Legacy of Education: A Birthday Reflection for Wilson Lalengke

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:17 WIB

Warisan Abadi Pendidikan: Refleksi Ulang Tahun untuk Wilson Lalengke

Jumat, 3 Juli 2026 - 03:12 WIB

Pemerintah Salurkan Pickup Mahindra untuk Operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)

Kamis, 2 Juli 2026 - 08:27 WIB

Kodim 0402/OKI-OI Raih Juara III Nasional Lomba Karya Jurnalistik TMMD ke-128 Kategori Media Cetak

Berita Terbaru

Jakarta

Fachrul Razi: AS Petakan Migas dan Emas Indonesia Sejak 1960

Minggu, 5 Jul 2026 - 13:00 WIB