Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Hadiri Pengukuhan Srikandi Jaga Desa, Dorong Peran Perempuan Membangun Desa

Sabtu, 4 Juli 2026 - 02:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang juga Ketua DPD ABPEDNAS Lampung menghadiri Acara pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Jaga Desa se-Indonesia.

Pelantikan yang mengusung tema “Perempuan Berdaya, Desa Sejahtera” tersebut berlangsung di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Pelantikan kepengurusan Srikandi Jaga Desa tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim S. Djojohadikusumo. Adapun yang menjadi Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, yakni Ella Nurlaela Tubagoes.

Untuk diketahui, Srikandi Jaga Desa merupakan organisasi sayap resmi dari Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) yang dibentuk untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan dan tata kelola desa.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan apresiasi kepada seluruh perempuan yang tergabung dalam Srikandi Jaga Desa atas dedikasi mereka dalam mendukung pembangunan desa.

Menurutnya, pelantikan pengurus Srikandi Jaga Desa berlangsung pada momentum yang tepat karena bertepatan dengan mulai dijalankannya berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah, jelas Hashim, adalah Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kualitas generasi muda, khususnya anak-anak di desa.

“Program-program pemerintah dengan tujuan mulia sudah mulai berjalan, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan menumbuhkan kesehatan anak-anak di desa-desa. Namun, jika pelaksanaannya tidak diawasi dan dibina dengan baik, hasilnya tentu tidak akan maksimal,” ujar Hashim.

Ia menegaskan bahwa setiap program pemerintah membutuhkan pengawasan bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Program yang tujuan mulia jangan sampai gagal karena lemahnya pengawasan. Mari kita kawal bersama agar setiap program berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri Pendiri Srikandi Jaga Desa yang juga Utusan Khusus Presiden sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim S. Djojohadikusumo, Ketua Umum ABPEDNAS, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani, para pejabat tinggi negara, serta jajaran pengurus ABPEDNAS dari berbagai daerah. (***)

Berita Terkait

DPP Relawan PRANTARA Indonesia Salurkan Bantuan Gempa ke NTT, Resmi Diberangkatkan dari Jakarta
PPWI Laporkan Teddy Kurniawan, Beno Adi Nugraha Junanto, dan Rivan Putera Yuwono ke Bareskrim Polri atas Dugaan Pemerasan dan Penipuan
Jakarta Menuju Air Siap Minum, Pipa Tua dan NRW Jadi Tantangan
Lawan Kriminalisasi Ko Ilma Fiela Sari, Koalisi Organisasi Perempuan Mengadu ke Komnas Perempuan
Profesor Tanpa Nurani: Pembusukan Moral di Jantung Perguruan Tinggi
INDONESIA MENJADI TEMPAT YANG TIDAK RAMAH DAN AMAN KE SEMUA INSAN PERS
Gelar Tanpa Jiwa: Fenomena “Profesor” Gelap dan Kejahatan Moral Pembohongan Publik
Garuda Pancasila: Antara Simbol yang Terinjak dan Nilai yang Dilumat Kekuasaan

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:50 WIB

DPP Relawan PRANTARA Indonesia Salurkan Bantuan Gempa ke NTT, Resmi Diberangkatkan dari Jakarta

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:29 WIB

PPWI Laporkan Teddy Kurniawan, Beno Adi Nugraha Junanto, dan Rivan Putera Yuwono ke Bareskrim Polri atas Dugaan Pemerasan dan Penipuan

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Jakarta Menuju Air Siap Minum, Pipa Tua dan NRW Jadi Tantangan

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Lawan Kriminalisasi Ko Ilma Fiela Sari, Koalisi Organisasi Perempuan Mengadu ke Komnas Perempuan

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Profesor Tanpa Nurani: Pembusukan Moral di Jantung Perguruan Tinggi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:37 WIB

INDONESIA MENJADI TEMPAT YANG TIDAK RAMAH DAN AMAN KE SEMUA INSAN PERS

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:23 WIB

Gelar Tanpa Jiwa: Fenomena “Profesor” Gelap dan Kejahatan Moral Pembohongan Publik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:41 WIB

Garuda Pancasila: Antara Simbol yang Terinjak dan Nilai yang Dilumat Kekuasaan

Berita Terbaru