BANDAR LAMPUNG
Momen Camat Langkapura Andi Darma Putra yang terlihat memejamkan mata saat Rapat Paripurna DPRD Kota Bandar Lampung, Senin (24/8/2026), menuai sorotan dari Ketua PPWI Provinsi Lampung, Husin Muchtar.
Andi Darma terlihat terpejam ketika Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana tengah menyampaikan jawaban atas pandangan fraksi-fraksi DPRD dalam agenda yang salah satunya berkaitan dengan pembahasan APBD Perubahan.
Video yang dipublikasikan 5W1H Indonesia tersebut kemudian menjadi perhatian publik. Pasalnya, rapat paripurna merupakan forum resmi pemerintahan, sementara APBD Perubahan menyangkut kebijakan anggaran yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Ketua PPWI Provinsi Lampung, Husin Muchtar, menyayangkan sikap pejabat publik yang terlihat terpejam dalam forum penting tersebut.
“Ini pejabat publik yang digaji oleh uang rakyat kok begini kerjanya. Mengapa Wali Kota Bandar Lampung masih mempertahankan pejabat yang saat kerja malah tidur seperti ini?” ujar Husin Muchtar dengan nada geram.
Menurut Husin, masyarakat selama ini menjalankan kewajibannya membayar pajak dan berbagai pungutan resmi yang menjadi salah satu sumber pendapatan negara maupun daerah. Karena itu, ia menilai pejabat publik seharusnya menunjukkan tanggung jawab dan keseriusan ketika menjalankan tugas.
“Kami rakyat yang selalu bayar pajak dan terus mengalir untuk gaji pemerintah. Kami tidak rela uang kami digunakan untuk gaji pelayan masyarakat yang kerjanya hanya tidur,” tegasnya.
Namun demikian, dalam video yang beredar, Andi Darma Putra telah memberikan penjelasan bahwa dirinya mengantuk setelah mengonsumsi obat. Penjelasan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat peristiwa secara utuh dan tidak serta-merta menyimpulkan bahwa yang bersangkutan sengaja mengabaikan rapat.
Meski alasan tersebut telah disampaikan, sorotan terhadap kesiapan dan etika pejabat dalam mengikuti forum resmi pemerintahan tetap bergulir.
Pertanyaannya kini bukan hanya soal seseorang yang terlihat mengantuk, tetapi juga bagaimana standar kedisiplinan pejabat publik ketika menghadiri rapat yang membahas kebijakan anggaran daerah.
Apakah kondisi tersebut dapat dimaklumi karena efek obat, atau pejabat publik tetap harus memastikan dirinya dalam kondisi siap ketika menghadiri agenda penting pemerintahan?
Sorotan publik pun kini mengarah kepada Pemkot Bandar Lampung: bagaimana sikap pemerintah daerah menyikapi kejadian tersebut?(TIM/Red)










