Jembatan Ampera Resmi Jadi Cagar Budaya Peringkat Nasional, Ikon Palembang Naik Kelas

Jumat, 4 September 2026 - 01:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumsel

Jembatan Ampera, ikon Kota Palembang yang membentang di atas Sungai Musi, resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Penetapan tersebut menjadi pengakuan negara terhadap nilai penting Jembatan Ampera, bukan hanya sebagai infrastruktur penghubung Seberang Ulu dan Seberang Ilir, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan sejarah, perkembangan kota, serta identitas budaya masyarakat Palembang.

Informasi penetapan tersebut disampaikan pada 2 September 2026. Kementerian Kebudayaan menyebut status nasional diberikan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelindungan warisan budaya yang memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan bangsa.

Jembatan Ampera mulai dibangun pada 1962 pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Bangunan tersebut memiliki panjang sekitar 1.117 meter dan lebar 22 meter, sekaligus menjadi penghubung penting bagi aktivitas masyarakat di kedua sisi Sungai Musi.

Dalam perjalanan sejarahnya, jembatan tersebut sempat dikenal sebagai Jembatan Soekarno sebelum kemudian menggunakan nama Ampera, yang merupakan singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat. Keberadaannya kemudian berkembang menjadi salah satu simbol paling kuat yang melekat dengan Kota Palembang.

Lebih dari sekadar bangunan fisik, Ampera menyimpan perjalanan panjang perubahan Palembang. Selama puluhan tahun, jembatan ini menjadi saksi mobilitas warga, pertumbuhan kawasan perkotaan, hingga perkembangan sektor pariwisata di tepian Sungai Musi.

Penetapan sebagai cagar budaya nasional juga membawa konsekuensi penting: keberadaan dan nilai historis Jembatan Ampera harus semakin diperhatikan, dirawat, serta dilindungi agar tidak kehilangan karakter dan nilai sejarahnya di tengah perkembangan kota.

Semangat menjaga peninggalan sejarah tersebut sejalan dengan pesan Presiden pertama RI, Soekarno, yang dalam pidatonya pada 17 Agustus 1966 mengingatkan bangsa Indonesia dengan ungkapan yang kemudian dikenal luas sebagai Jasmerah — “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.” Pesan tersebut juga dicatat dalam publikasi Direktorat Pelindungan Kebudayaan dan Perpustakaan Nasional.

Bagi Palembang, status baru ini tidak sekadar menjadi kebanggaan. Pengakuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa ikon kota harus diwariskan dalam kondisi yang tetap terjaga kepada generasi berikutnya.

Kini, Jembatan Ampera bukan hanya milik generasi yang pernah menyaksikan pembangunannya. Ia telah menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Palembang dan warisan sejarah Indonesia. (rls/Tim Red PPWI)

Berita Terkait

Anak Buruh Harian Lulus Caba TNI AD Tanpa Biaya, Bukti Kesempatan Terbuka bagi Semua
Miris, saidin Bin Suhri dan Merza Baroka ditahan Sudah 2 bulan, Atas Sangkaan Pencurian Buah Sawit diKebun Sawit Sendiri
14 Tahun Menanti Keadilan, Nasib Warga Transmigrasi Air Balui SP2 di Ujung Titik Koordinat
Penuh Khidmat, Dandim 0402/OKI Pimpin Pemakaman Militer Kopda Robi Angriawan di Muara Enim
Pimpinan Media Pewarta se-Nusantara: Kritik Harus Mengedepankan Adab dan Etika
Air Sungai Enim Keruh, Warga Duga Tercemar Limbah Batu Bara
RAKYAT DAN INSAN PERS KECEWA! PEJABAT YANG SELAMA INI TERLIHAT TEGAS TERNYATA DIDUGA TAK BERSIH
Kasus Korupsi Muara Enim Memanas, Aktivis Desak KPK Bongkar Aktor-Aktor Lain di Balik Proyek

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 01:17 WIB

Anak Buruh Harian Lulus Caba TNI AD Tanpa Biaya, Bukti Kesempatan Terbuka bagi Semua

Jumat, 4 September 2026 - 01:45 WIB

Jembatan Ampera Resmi Jadi Cagar Budaya Peringkat Nasional, Ikon Palembang Naik Kelas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:19 WIB

Miris, saidin Bin Suhri dan Merza Baroka ditahan Sudah 2 bulan, Atas Sangkaan Pencurian Buah Sawit diKebun Sawit Sendiri

Jumat, 3 Juli 2026 - 03:34 WIB

14 Tahun Menanti Keadilan, Nasib Warga Transmigrasi Air Balui SP2 di Ujung Titik Koordinat

Rabu, 24 Juni 2026 - 02:46 WIB

Penuh Khidmat, Dandim 0402/OKI Pimpin Pemakaman Militer Kopda Robi Angriawan di Muara Enim

Senin, 15 Juni 2026 - 03:11 WIB

Pimpinan Media Pewarta se-Nusantara: Kritik Harus Mengedepankan Adab dan Etika

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:13 WIB

Air Sungai Enim Keruh, Warga Duga Tercemar Limbah Batu Bara

Jumat, 12 Juni 2026 - 02:02 WIB

RAKYAT DAN INSAN PERS KECEWA! PEJABAT YANG SELAMA INI TERLIHAT TEGAS TERNYATA DIDUGA TAK BERSIH

Berita Terbaru