Oleh: KH. Mudrik Qori
Menjelang Majelis Tahkim Nasional ke-42 yang direncanakan berlangsung di Surabaya pada pertengahan Oktober 2026, SI menghadapi pertanyaan mendasar.
Apa yang dapat ditawarkan organisasi ini untuk menjawab ketimpangan ekonomi, keterbatasan akses modal, dan perubahan dunia kerja? Jawabannya akan menentukan apakah reaktualisasi menjadi agenda nyata atau sekadar istilah yang berulang dalam forum organisasi.
Relevansi SI tidak cukup diukur dari panjangnya usia, banyaknya cabang, maupun kebesaran nama tokohnya. Ukuran yang lebih berarti adalah kemampuan menghubungkan nilai perjuangan dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi pedagang kecil, petani, pekerja, dan pelaku usaha rakyat, kehadiran organisasi akan terasa apabila membantu mereka memperoleh kesempatan ekonomi yang lebih adil.
_
Dr. Drs. KH. Mudrik Qori, MA adalah Mudir ‘Am Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, Sumatera Selatan, dosen Universitas Al-Quran Ittifaqiah Indralaya, dan Ketua Dewan Pakar DPP LPLQ.










