Lampung Buka Peluang Investasi, 15 LoI Ditandatangani dalam Ajang LEIF 2025

Kamis, 6 November 2025 - 02:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA

Pemerintah Provinsi Lampung berhasil menarik antusiasme tinggi investor dalam Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Kegiatan yang dihadiri puluhan investor asing itu mencatat capaian penting dengan penandatanganan 15 Letter of Intent (LoI) untuk berbagai proyek strategis daerah.

Kegiatan yang digelar bersama Forum Investasi Lampung (FOILA) tersebut menjadi ajang strategis untuk mempromosikan potensi investasi daerah, memperkuat hilirisasi komoditas unggulan, sekaligus memperkenalkan Lampung sebagai magnet baru investasi nasional.

Kehadiran investor dari Jepang, Belgia, Filipina, Malaysia, hingga Tiongkok dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan komunitas internasional terhadap potensi ekonomi Lampung.

“Lampung siap menjadi pusat hilirisasi lima komoditas strategis: kelapa, kopi, lada, ubi kayu, dan udang,” ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menjadi Keynote speaker pada kegiatan tersebut.

Gubernur menyebut, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp483,8 triliun pada 2024, yang menempatkan Lampung di posisi keempat tertinggi di Sumatra, daerahnya membuka peluang besar bagi investasi di sektor pangan, energi baru terbarukan, dan pariwisata berkelanjutan.

Gubernur Mirza juga mengungkapkan arah pembangunan ekonomi Lampung kini fokus pada peningkatan nilai tambah melalui penguatan industri pengolahan di daerah.

“Kebijakan hilirisasi menjadi jalan agar Lampung tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga pusat produksi bernilai tinggi,” ujarnya.

Forum ini juga mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia Perwakilan Lampung, yang menilai momentum ini penting untuk memperkuat ekosistem investasi berkelanjutan.

“Capaian 15 LoI pada kegiatan ini adalah hasil yang sangat baik. Sehingga perlu untuk kita tindak lanjuti, supaya segera terealisasi,” ucap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto dalam kesempatan tersebut.

LEIF 2025 turut menghadirkan pameran proyek-proyek investasi daerah dan sesi one-on-one meeting antara calon investor dengan pemilik proyek (project owner). Forum ini menjadi ruang interaktif membahas peluang kerja sama, skema pembiayaan, serta model investasi di sektor prioritas.

Dalam forum tersebut, Pemprov Lampung menawarkan 11 proyek unggulan dengan nilai investasi total lebih dari Rp22 triliun. Proyek-proyek itu antara lain Bakauheni Harbour City (Rp4,5 triliun), Way Kanan Industrial Park (Rp3,5 triliun), Sebalang Port Expansion (Rp3 triliun), dan Floating Solar Power Plant (Rp2,1 triliun).

Proyek lainnya meliputi Kemiling Agripark Development Plan (Rp1,2 triliun), Kota Baru Area (Rp1,7 triliun), Betan Subing Terminal & Double Track Railway (Rp2,4 triliun), Gunung Tiga Geothermal Power Plant (Rp1,8 triliun), serta beberapa proyek wisata dan energi lainnya.

Adapun penandatanganan LoI dilakukan oleh sejumlah perusahaan internasional, seperti Nippon Koei, PT Kobelco Trading Indonesia, PT Mitsui Indonesia, PT Sinohydro Corp Ltd, dan PT Bakrie Power.

Investor Malaysia Azwan Omar menandatangani LoI untuk proyek Agripark Kemiling, sementara perusahaan asal Filipina, N Mark Castro, menunjukkan minat pada pengembangan Bakauheni Harbour City.

Dari sektor energi, PT Tanyoe Sentosa, Xurya Daya, dan PT Magical Crystal Indo menandatangani komitmen untuk proyek Floating Solar Power Plant di Way Jepara dan Marga Tiga.

Penandatanganan 15 LoI ini, menjadi bukti konkret meningkatnya daya tarik Lampung di mata investor. Dengan keberhasilan ini, forum investasi seperti LEIF diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang menghubungkan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan dalam mempercepat realisasi proyek strategis.

Berikut adalah investor yang menandatangani LOI :

*Betan Subing Terminal*
1. Nippon KOEI
2. PT. Kobelco Trading Indonedia
3. Embassy of Belgium
4. PT. Mitsui Indonesia

*Double Track Railway*
1. Nippon KOEI
2. PT. Kobelco Trading Indonesia
3. Embassy of Belgium
4. PT Mitsui Indonesia

*Bakauheni Harbour City*
1. N Mark Castro Filipina

*Sebalang Port*
1. PT Bukit Kiara Lestari

*Agripark Kemiling*
1. Azwan Omar Malaysia

*Floating Solar Power Plant*
1. PT Tanyoe Sentosa
2. PT Bakrie Power
3. Xurya Daya
4. PT Magical Crystal Indo

*Kotabaru Lampung*
1. PT Sinohydro Corp Ltd
2. PT Tanyoe Sentosa

(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp17.405: PDKN Desak Presiden Prabowo Copot Gubernur BI demi Selamatkan Ekonomi Nasional
Privilese di Lingkaran Istana: Benarkah Prabowo Sedang Merusak Fondasi Profesionalisme TNI?
Kisah Mistis Dua Realitas: Pertumbuhan versus Penurunan Nilai Mata Uang Oleh: Wilson Lalengke
Privilese di Lingkaran Istana: Benarkah Prabowo Sedang Merusak Fondasi Profesionalisme TNI?
Royal Enfield Gaspol Kepercayaan Konsumen: Service Campaign UCE Nusantara di Antasari Tawarkan Durabilitas Tangguh Tanpa Cemas
The Oxygen of Democracy: Why Press Freedom is a Universal Human Right By: Wilson Lalengke
Teror Digital, Modus Pemerasan UMKM Lewat Rating Bintang 1 di Google Maps Mencuat
APKOMINDO dan APTIKNAS Dukung BRICS Industrial Innovation Contest 2026, Dorong Inovator Nasional Tembus Pasar Global

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:03 WIB

Rupiah Tembus Rp17.405: PDKN Desak Presiden Prabowo Copot Gubernur BI demi Selamatkan Ekonomi Nasional

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:43 WIB

Privilese di Lingkaran Istana: Benarkah Prabowo Sedang Merusak Fondasi Profesionalisme TNI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:23 WIB

Kisah Mistis Dua Realitas: Pertumbuhan versus Penurunan Nilai Mata Uang Oleh: Wilson Lalengke

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:20 WIB

Privilese di Lingkaran Istana: Benarkah Prabowo Sedang Merusak Fondasi Profesionalisme TNI?

Senin, 4 Mei 2026 - 07:01 WIB

Royal Enfield Gaspol Kepercayaan Konsumen: Service Campaign UCE Nusantara di Antasari Tawarkan Durabilitas Tangguh Tanpa Cemas

Senin, 4 Mei 2026 - 04:21 WIB

The Oxygen of Democracy: Why Press Freedom is a Universal Human Right By: Wilson Lalengke

Senin, 4 Mei 2026 - 02:50 WIB

Teror Digital, Modus Pemerasan UMKM Lewat Rating Bintang 1 di Google Maps Mencuat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:26 WIB

APKOMINDO dan APTIKNAS Dukung BRICS Industrial Innovation Contest 2026, Dorong Inovator Nasional Tembus Pasar Global

Berita Terbaru