Otonomi Daerah di Persimpangan Jalan, Fachrul Razi Beberkan Masalah Pokok dan Solusi di Kuliah Umum UICI

Jumat, 19 Juni 2026 - 02:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta

Pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia dinilai berada di persimpangan jalan krusial. Desentralisasi yang awalnya diagungkan sebagai “anak kandung Reformasi” untuk memangkas birokrasi sentralistik, kini terjebak benturan struktural, politik, dan kultural.

Hal itu ditegaskan Pakar Politik dan Otonomi Daerah Dr. Fachrul Razi dalam kuliah umum kewarganegaraan di Universitas Insan Cita Indonesia UICI, Kamis (18/6/2026).

“Masalah pokok otonomi daerah saat ini adalah krisis titik keseimbangan. Jika kendali pusat terlalu kuat, kita kembali ke era Orde Baru yang mematikan kreativitas daerah. Jika otonomi tanpa kendali, ia melahirkan fragmentasi yang mengancam Wawasan Nusantara,” ujar Fachrul Razi.

*Raport Merah Otonomi Daerah*
Berdasarkan pemantauan empiris, ia memetakan 4 persoalan utama:

1. Ilusi Kemandirian Fiskal*: 70-80% APBD daerah, terutama DOB, bergantung pada DAU/DAK dan habis untuk belanja pegawai, bukan pembangunan. Pemekaran sarat kepentingan elit.

2. Fenomena “Raja-Raja Kecil”*: Pilkada langsung melahirkan ego sektoral. Dinasti politik picu spoils system, rekrutmen berbasis balas jasa, bukan merit.

3. Resentralisasi Terselubung*: UU Cipta Kerja menarik kewenangan strategis dan SDA ke pusat. Regulasi pusat berubah cepat sehingga tumpang tindih.

4. Mutu Pelayanan Jomplang*: Asimetri kapasitas ASN Jawa vs daerah kepulauan. Desentralisasi korupsi terbukti dari ratusan kepala daerah terjerat KPK.

*4 Solusi Strategis*
Fachrul merumuskan langkah rekonstruksi tata kelola:

1. Transformasi Fiskal: Bonus fiskal untuk daerah inovatif tingkatkan PAD. Reformasi BUMD profesional, fokus hilirisasi komoditas lokal.

2. Badan Otorita Lintas Wilayah: Punya wewenang eksekutif kelola masalah regional. Kepala daerah menolak kerja sama dipotong dana transfer.
3. *Merit System + Digitalisasi*: Jabatan strategis lewat assessment center independen. Wajibkan SPBE terintegrasi untuk kikis korupsi.

4. Otonomi Asimetris: Daerah maju diberi diskresi luas, daerah berkembang disupervisi pusat. Kodifikasi lewat Omnibus Law Sektor Daerah.

“Pusat harus kuat mengawasi, daerah harus merdeka berinovasi. Saat daerah bersih korupsi dan pusat jadi pemandu strategis, otonomi jadi jangkar kesatuan politik dan ekonomi Wawasan Nusantara,” pungkasnya. (Tim/Red).

Berita Terkait

APKOMINDO dan APTIKNAS Dukung The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026, Dorong Adopsi AI dan Transformasi Industri Nasional
Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026
APTIKNAS Perkuat Kolaborasi Digital Asia Oseania melalui ASOCIO Digital & AI Summit 2026
Prof Dr Sutan Nasomal Harapkan Presiden Perintahkan BNN Polri TNI Bersatu Brantas Narkoba. Indonesia Harus Bebas Narkoba
Wapres Lulusan SMP, Wilson Lalengke: Wajar, Ini Cerminan Rata-rata IQ Manusia Indonesia
BPKP RI Janji Telaah Dugaan Pungutan Ilegal 12M BMBK Lampung
PROF DR SUTAN NASOMAL PENGHASILAN PAJAK PEMERINTAH MENDAPATKAN RIBUAN TRILYUN DITENGAH KEMISKINAN RAKYAT YANG SEMAKIN PARAH
Buntut Laporan Korupsi DPRD Bandar Lampung, Demo Besar Korporasi Rakyat Bakal Kepung KPK

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:37 WIB

APKOMINDO dan APTIKNAS Dukung The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026, Dorong Adopsi AI dan Transformasi Industri Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:57 WIB

Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:32 WIB

APTIKNAS Perkuat Kolaborasi Digital Asia Oseania melalui ASOCIO Digital & AI Summit 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:59 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Harapkan Presiden Perintahkan BNN Polri TNI Bersatu Brantas Narkoba. Indonesia Harus Bebas Narkoba

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:51 WIB

Wapres Lulusan SMP, Wilson Lalengke: Wajar, Ini Cerminan Rata-rata IQ Manusia Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:53 WIB

BPKP RI Janji Telaah Dugaan Pungutan Ilegal 12M BMBK Lampung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 02:31 WIB

PROF DR SUTAN NASOMAL PENGHASILAN PAJAK PEMERINTAH MENDAPATKAN RIBUAN TRILYUN DITENGAH KEMISKINAN RAKYAT YANG SEMAKIN PARAH

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:28 WIB

Buntut Laporan Korupsi DPRD Bandar Lampung, Demo Besar Korporasi Rakyat Bakal Kepung KPK

Berita Terbaru