Bongkar Muat Pelabuhan ASDP Picu Macet Parah, Warga: Kami Sudah Bosan Dibiarkan!

Sabtu, 8 November 2025 - 01:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilegon –
Kemacetan parah di ruas Jalan Merak, Jalan Mayjen Sutoyo, dan Jalan Raya Merak, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Banten, kembali dikeluhkan warga. Aktivitas bongkar muat kapal penyeberangan di Pelabuhan ASDP Merak menjadi penyebab utama kemacetan yang hampir terjadi setiap hari.

Warga menilai, pihak PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Persero) atau ASDP Indonesia Ferry—yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)—terkesan tidak peka terhadap kondisi masyarakat sekitar.

“Setiap hari kami selalu terjebak macet akibat bongkar muat di Pelabuhan ASDP. Aktivitas kami terganggu, bahkan anak-anak terlambat ke sekolah,” ujar seorang warga Merak dengan nada kesal, Jumat (7/11/2025).

Keluhan juga datang dari pengguna kendaraan roda empat.
“Saya setiap pagi berangkat kerja dari rumah, tapi selalu terlambat karena macet mulai dari Jalan Statomer sampai Jalan Sukajadi. Sudah sering sekali seperti ini, tapi tidak pernah ada solusi,” ungkap seorang pegawai swasta yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, seorang sopir mobil angkut mengaku mengalami penurunan penghasilan sejak kemacetan kian parah.
“Saya berangkat pagi-pagi, tapi macet terus. Akibatnya, penghasilan saya berkurang. Saya sampai kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya dengan nada emosi.

Kondisi ini juga membahayakan pengendara sepeda motor.
“Saya pernah jatuh karena jalan terlalu padat. Harusnya dinas terkait turun tangan segera, jangan tunggu ada korban,” tutur seorang pengendara yang enggan disebutkan namanya.

Lebih dari sekadar persoalan lalu lintas, kemacetan di sekitar Pelabuhan Merak kini dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian institusi negara terhadap hak dasar masyarakat atas kenyamanan dan keselamatan. Warga menuding, pihak ASDP hanya fokus pada kepentingan operasional dan keuntungan bisnis, tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkannya.

“Kalau ini terus dibiarkan, berarti pemerintah ikut membiarkan penderitaan warga. Padahal kami juga warga negara yang berhak atas kenyamanan dan ketertiban,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Merak.

Banyak pihak menilai, tidak adanya manajemen lalu lintas yang terintegrasi antara ASDP, Dinas Perhubungan, dan aparat keamanan menjadi faktor utama yang memperparah situasi. Mobil-mobil antre hingga ke jalan raya tanpa pengaturan yang jelas, membuat akses warga menjadi lumpuh total pada jam-jam sibuk.

Ironisnya, kemacetan ini bukan hal baru. Persoalan serupa telah berulang selama bertahun-tahun, namun tidak pernah ada penyelesaian konkret. Sejumlah warga menduga, ada pembiaran sistematis dari pihak-pihak berwenang yang seolah menutup mata terhadap keresahan masyarakat.

Masyarakat berharap pihak ASDP, Dinas Perhubungan, dan Pemerintah Kota Cilegon segera mengambil langkah tegas untuk mengurai kemacetan yang telah berlangsung lama ini. Warga menilai, situasi tersebut bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengancam keselamatan dan menurunkan kualitas hidup warga sekitar.

Pemerintah daerah bersama aparat berwenang diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem lalu lintas dan mekanisme keluar-masuk kendaraan dari area Pelabuhan ASDP Merak.
Langkah cepat dan koordinasi antar lembaga sangat dibutuhkan agar aktivitas penyeberangan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan dampak sosial yang berkepanjangan bagi warga Merak dan sekitarnya.

Pewarta : (Wawan)

Berita Terkait

Polres Cilegon Gelar Pasar Murah Bersama Bulog dan BPN, Bantu Ringankan Beban Ekonomi Warga Jelang Hari Raya
Kapolri Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Inovasi Buffer Zone dan Command Center Disiapkan untuk Urai Antrean
PDIP Banten Bersama Pemuda Batak Bersatu Dirikan Posko Kesehatan Mudik 2026 di Cilegon, Siagakan Dokter dan Ambulans 24 Jam
Pererat Sinergi dan Silaturahmi Ramadan, PLN Indonesia Power UBP Suralaya Buka Puasa Bersama Insan Pers Kota Cilegon
Lurah Tamansari Tinjau Pengaspalan Jalan Langon Indah–Langon Dua, Warga Apresiasi Pemkot Cilegon
Empat Tahun Terpasang, Drainase U-Ditch Pasar Baru Merak Gagal Fungsi, PPWI Banten Sentil Pemkot Cilegon
​Setahun Dibiarkan Jalan Rusak, Ketua PPWI Banten Desak Wali Kota Cilegon Copot Kadis PUPR
Kepemimpinan Robin-Fajar Dinilai Lamban Oleh Oknum yang mengatasnamakan Mahasiswa, Karang Taruna Kota Cilegon Angkat Bicara

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 01:56 WIB

Kapolri Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Inovasi Buffer Zone dan Command Center Disiapkan untuk Urai Antrean

Jumat, 13 Maret 2026 - 05:08 WIB

PDIP Banten Bersama Pemuda Batak Bersatu Dirikan Posko Kesehatan Mudik 2026 di Cilegon, Siagakan Dokter dan Ambulans 24 Jam

Sabtu, 7 Maret 2026 - 02:00 WIB

Pererat Sinergi dan Silaturahmi Ramadan, PLN Indonesia Power UBP Suralaya Buka Puasa Bersama Insan Pers Kota Cilegon

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:53 WIB

Lurah Tamansari Tinjau Pengaspalan Jalan Langon Indah–Langon Dua, Warga Apresiasi Pemkot Cilegon

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:17 WIB

Empat Tahun Terpasang, Drainase U-Ditch Pasar Baru Merak Gagal Fungsi, PPWI Banten Sentil Pemkot Cilegon

Kamis, 5 Februari 2026 - 01:51 WIB

​Setahun Dibiarkan Jalan Rusak, Ketua PPWI Banten Desak Wali Kota Cilegon Copot Kadis PUPR

Sabtu, 8 November 2025 - 01:46 WIB

Bongkar Muat Pelabuhan ASDP Picu Macet Parah, Warga: Kami Sudah Bosan Dibiarkan!

Selasa, 25 Maret 2025 - 04:16 WIB

Kepemimpinan Robin-Fajar Dinilai Lamban Oleh Oknum yang mengatasnamakan Mahasiswa, Karang Taruna Kota Cilegon Angkat Bicara

Berita Terbaru