LAMPUNG RAIH PENGHARGAAN ADIWIYATA MANDIRI DAN ADIWIYATA NASIONAL 2025

Selasa, 16 Desember 2025 - 02:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta

Provinsi Lampung kembali menorehkan prestasi di bidang lingkungan hidup dengan meraih 4 penghargaan Adiwiyata Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) kepada perwakilan sekolah di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (11/12/2025).

Tiga sekolah di Lampung berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, yaitu MIN 1 Lampung Barat, SDN 1 Purajaya Kabupaten Lampung Barat, dan UPT SMPN 4 Pringsewu Kabupaten Pringsewu. Sementara itu, SDN 1 Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan meraih penghargaan Adiwiyata Nasional.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, dalam sambutannya, mengapresiasi para penerima penghargaan dan berharap mereka dapat terus memperkuat pendidikan lingkungan hidup di sekolah dan masyarakat. “Kami berharap para penerima penghargaan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dan terus melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup,” ujarnya.

Penghargaan Adiwiyata Tahun 2025 diberikan kepada 258 Sekolah Adiwiyata Mandiri dan 721 Sekolah Adiwiyata Nasional di seluruh Indonesia. Provinsi Lampung sendiri telah menerima 3 penghargaan Adiwiyata Mandiri dan 1 penghargaan Adiwiyata Nasional.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung Risky Sofian, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian ini. “Kami berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi sekolah lain di Lampung untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan meraih prestasi di bidang lingkungan,” katanya.

(Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Berita Terkait

Perkuat Integritas Pemasyarakatan, Lapas Perempuan Jakarta Gelar Ikrar Bersih dari Narkoba, Handphone Ilegal, dan Penipuan
Korupsi dan Kerusakan Moral di Direktorat Imigrasi Indonesia: Ketika Patnal Menjadi Pelindung Pelaku Kejahatan
Anomali Kebijakan Imigrasi dan Kementerian Investasi: Koordinasi Rendah, Ego Sektoral Tinggi demi Korupsi
Rupiah Tembus Rp17.405: PDKN Desak Presiden Prabowo Copot Gubernur BI demi Selamatkan Ekonomi Nasional
Privilese di Lingkaran Istana: Benarkah Prabowo Sedang Merusak Fondasi Profesionalisme TNI?
Kisah Mistis Dua Realitas: Pertumbuhan versus Penurunan Nilai Mata Uang Oleh: Wilson Lalengke
Privilese di Lingkaran Istana: Benarkah Prabowo Sedang Merusak Fondasi Profesionalisme TNI?
Royal Enfield Gaspol Kepercayaan Konsumen: Service Campaign UCE Nusantara di Antasari Tawarkan Durabilitas Tangguh Tanpa Cemas

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:47 WIB

Korupsi dan Kerusakan Moral di Direktorat Imigrasi Indonesia: Ketika Patnal Menjadi Pelindung Pelaku Kejahatan

Kamis, 7 Mei 2026 - 01:55 WIB

Anomali Kebijakan Imigrasi dan Kementerian Investasi: Koordinasi Rendah, Ego Sektoral Tinggi demi Korupsi

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:03 WIB

Rupiah Tembus Rp17.405: PDKN Desak Presiden Prabowo Copot Gubernur BI demi Selamatkan Ekonomi Nasional

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:43 WIB

Privilese di Lingkaran Istana: Benarkah Prabowo Sedang Merusak Fondasi Profesionalisme TNI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:23 WIB

Kisah Mistis Dua Realitas: Pertumbuhan versus Penurunan Nilai Mata Uang Oleh: Wilson Lalengke

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:20 WIB

Privilese di Lingkaran Istana: Benarkah Prabowo Sedang Merusak Fondasi Profesionalisme TNI?

Senin, 4 Mei 2026 - 07:01 WIB

Royal Enfield Gaspol Kepercayaan Konsumen: Service Campaign UCE Nusantara di Antasari Tawarkan Durabilitas Tangguh Tanpa Cemas

Senin, 4 Mei 2026 - 04:21 WIB

The Oxygen of Democracy: Why Press Freedom is a Universal Human Right By: Wilson Lalengke

Berita Terbaru