Lomba Menulis PPWI Bertema Pengalaman Buruk dengan Polisi Indonesia Resmi Ditutup

Selasa, 16 Desember 2025 - 02:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta

Lomba Menulis PPWI dengan tema “Pengalaman Buruk dengan Polisi Indonesia” resmi ditutup pada Senin, 15 Desember 2025, tepat pada pukul 23.59 WIB. Setelah berlangsung selama lebih dari dua bulan, dimulai sejak 1 Oktober 2025, kompetisi ini akhirnya mencapai garis akhir dengan antusiasme yang cukup tinggi dari para peserta di berbagai daerah.

Lomba ini diselenggarakan sebagai ruang ekspresi publik untuk menyampaikan pengalaman personal terkait interaksi yang tidak menyenangkan dengan aparat kepolisian. Tema tersebut dipilih bukan untuk memperburuk citra institusi, melainkan sebagai upaya membuka ruang dialog, refleksi, dan evaluasi bersama mengenai kualitas pelayanan publik, khususnya dalam konteks penegakan hukum. PPWI, sebagai organisasi yang konsisten memperjuangkan kebebasan berekspresi dan hak-hak warga, memandang penting adanya wadah yang aman dan konstruktif bagi masyarakat untuk menyuarakan pengalaman mereka.

Selama masa pendaftaran dan pengiriman karya, panitia menerima total 24 artikel dari berbagai latar belakang penulis. Jumlah ini menunjukkan bahwa banyak warga yang merasa perlu menyampaikan pengalaman mereka, baik sebagai bentuk kritik, pembelajaran, maupun dorongan untuk perubahan. Setiap artikel membawa kisah yang unik, ada yang bernada emosional, ada yang penuh analisis, dan ada pula yang menyampaikan pengalaman pahit dengan harapan agar kejadian serupa tidak terulang pada orang lain.

Panitia lomba menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan keberanian untuk menuliskan pengalaman pribadi mereka. Tidak semua orang mudah membuka kembali pengalaman buruk, apalagi ketika berkaitan dengan aparat negara. Karena itu, setiap karya yang masuk bukan hanya sekadar tulisan, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, dan perbaikan sistemik.

Selanjutnya, seluruh artikel yang masuk akan melalui proses penilaian oleh tim juri yang telah ditunjuk PPWI. Penilaian akan mempertimbangkan beberapa aspek, seperti kedalaman cerita, relevansi dengan tema, kekuatan pesan, serta kualitas penulisan. Proses kurasi ini dilakukan secara independen dan profesional untuk memastikan bahwa pemenang dipilih berdasarkan kualitas karya, bukan faktor lain.

PPWI mengajak seluruh peserta dan masyarakat luas untuk menantikan pengumuman resmi pemenang yang akan disampaikan pada 20 Desember 2025. Pengumuman tersebut akan dipublikasikan melalui kanal resmi PPWI dan jarran PPWI Media Group, termasuk situs web dan media sosial organisasi. Para pemenang nantinya akan mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan kontribusi mereka dalam menyuarakan pengalaman yang sering kali tidak terdengar.

Dengan berakhirnya lomba ini, PPWI berharap diskusi mengenai kualitas pelayanan kepolisian dapat terus berlanjut dalam ruang-ruang publik. Kritik yang disampaikan dengan cara yang benar adalah bagian penting dari demokrasi. Melalui lomba ini, suara masyarakat telah terdengar, dan kini saatnya semua pihak, termasuk institusi kepolisian, mendengarkan dan mengambil langkah perbaikan. (APL/Red)

Berita Terkait

ADA ISU UMKM SULIT DAPAT KUR, MENKEU PURBAYA BAKAL INVESTIGASI PENYALURAN KUR
Soegiharto Santoso Kembali Dorong Percepatan RUU KKS sebagai Fondasi Ketahanan Siber dan Kedaulatan Digital Indonesia
Sinergi Pejuang Kedaulatan: Membedah Pertemuan Wilson Lalengke dengan Forum Kader Bela Negara
Tragedi Inovator di Pusaran Kekuasaan: Menggugat State-Crime terhadap Nadiem Makarim
PSEL Lampung Raya Jadi Tonggak Baru Pengelolaan Sampah Terintegrasi
SAH !! Mirza Berhasil Bawa PSEL untuk Lampung Raya (Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur) Sampah Lampung akan jadi Listrik
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta Gelar Ikrar Zero Handphone, Narkoba dan Penipuan di Aula LPKA Jakarta
Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 01:49 WIB

ADA ISU UMKM SULIT DAPAT KUR, MENKEU PURBAYA BAKAL INVESTIGASI PENYALURAN KUR

Sabtu, 16 Mei 2026 - 03:45 WIB

Soegiharto Santoso Kembali Dorong Percepatan RUU KKS sebagai Fondasi Ketahanan Siber dan Kedaulatan Digital Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 - 07:08 WIB

Sinergi Pejuang Kedaulatan: Membedah Pertemuan Wilson Lalengke dengan Forum Kader Bela Negara

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:58 WIB

Tragedi Inovator di Pusaran Kekuasaan: Menggugat State-Crime terhadap Nadiem Makarim

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:00 WIB

PSEL Lampung Raya Jadi Tonggak Baru Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:49 WIB

SAH !! Mirza Berhasil Bawa PSEL untuk Lampung Raya (Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur) Sampah Lampung akan jadi Listrik

Senin, 11 Mei 2026 - 05:25 WIB

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta Gelar Ikrar Zero Handphone, Narkoba dan Penipuan di Aula LPKA Jakarta

Senin, 11 Mei 2026 - 03:04 WIB

Fenomena Pemerasan WNA oleh Aparat Imigrasi dan Bea Cukai: Sebuah Pengkhianatan terhadap Kemanusiaan Bangsa Indonesia

Berita Terbaru

Tulang Bawang

Dandim 0426/TB Pimpin Upacara 17-an, Sampaikan Amanat KASAD

Senin, 18 Mei 2026 - 04:40 WIB

Bandar Lampung

Pimpin Apel Mingguan, Sulpakar Tekankan Budaya Disiplin ASN

Senin, 18 Mei 2026 - 03:25 WIB