Waspada Investasi Bodong, Kantor Hukum Fredy and Partners Imbau Masyarakat Jangan Mudah Tergiur Janji Untung Besar

Selasa, 10 Februari 2026 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangandaran

Kantor Hukum Fredy and Partners mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan berkedok investasi yang menawarkan keuntungan besar, cepat, dan diklaim tanpa risiko.

Menurut Fredy and Partners, pola penipuan investasi saat ini semakin masif dan sistematis, dengan memanfaatkan minimnya literasi hukum masyarakat serta janji keuntungan yang tidak masuk akal.

“Janji keuntungan pasti dan tanpa risiko merupakan indikator utama investasi bodong. Secara hukum, perbuatan tersebut dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana penipuan,” tegas Fredy and Partners
dalam pernyataan resminya.

Ciri-Ciri Investasi Bodong Masyarakat diimbau untuk mewaspadai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Menjanjikan keuntungan tinggi dan pasti
Mengklaim investasi tanpa risiko.

2. Tidak memiliki izin dan legalitas usaha yang jelas.

3. Menggunakan skema perekrutan anggota baru (Ponzi)

4. Mendesak calon korban agar segera mentransfer dana

Langkah Aman Sebelum Berinvestasi
Untuk menghindari potensi kerugian, masyarakat disarankan:

1. Memeriksa legalitas dan perizinan usaha melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Bappebti.

2. Mempelajari kontrak, perjanjian, dan skema usaha secara menyeluruh.

3. Tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa.

4. Berkonsultasi dengan penasihat atau kuasa hukum.

Dasar Hukum Kantor Hukum Fredy and Partners menegaskan bahwa praktik investasi bodong dapat dijerat dengan ketentuan hukum pidana sebagai berikut:

KUHP Baru – Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Pasal 492: “Setiap orang yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, menggunakan nama palsu, martabat palsu, tipu muslihat, atau rangkaian kebohongan sehingga orang lain menyerahkan barang, memberi utang, atau menghapuskan piutang, dipidana karena penipuan,”

Pasal 493: “Mengatur tentang perbuatan curang yang menimbulkan kerugian harta benda orang lain dalam hubungan hukum atau perikatan,”

Pasal 486: “Mengatur tindak pidana penggelapan, apabila dana investasi yang dipercayakan digunakan tidak sesuai peruntukannya,”

KUHP Lama – Pasal 378 KUHP
Tentang penipuan, sebagai ketentuan peralihan sepanjang masih relevan diterapkan.

Pasal 28 ayat (1) jo. Pasal 45A ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Terkait penyebaran informasi bohong atau menyesatkan yang merugikan konsumen dalam transaksi elektronik.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal Melarang penghimpunan dana masyarakat tanpa izin otoritas berwenang.

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Menegaskan kewenangan pengawasan dan penindakan terhadap kegiatan investasi ilegal.

Imbauan kepada Masyarakat

Apabila masyarakat merasa ragu atau telah menjadi korban investasi bodong, Fredy and Partners mengimbau untuk: Segera menghentikan seluruh transaksi Menyimpan semua bukti komunikasi dan transaksi Melaporkan kepada aparat penegak hukum atau instansi berwenang

“Penegakan KUHP Baru memberikan kepastian hukum yang lebih tegas terhadap pelaku penipuan investasi. Masyarakat harus cerdas, kritis, dan sadar hukum,” tutup Fredy and Partners.

Rilis ini diterbitkan oleh: (KANTOR HUKUM
FREDY AND PARTNERS)

Berita Terkait

Menagih Janji “Perisai Rakyat”: Tragedi Penelantaran Keluarga oleh Oknum TNI dan Gugatan Keadilan Seorang Ibu
Bed Dryer Beroperasi di Rawa Jitu Selatan, Dorong Hilirisasi Pertanian dan Kesejahteraan Petani di Tulang Bawang
Betapa menderitanya Yuvita selama 3 tahun disiksa oleh laki-laki psikopat ini, mendengar pengakuan kk iparnya sungguh mengiriris hati
Kondisi SMAN 1 Kayuagung Memerlukan Perhatian, Siswa Keluhkan Kurang Terawat
Ketua Dewan pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional ( PAN) Pesawaran, Paisaluddin SH mengucapkan Selamat & Sukses
Pemprov Lampung Dorong Optimalisasi KUR dan Literasi Keuangan untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi
Offroader Nusantara Akan Berkumpul di Jelajah Alam Lebong 13-14 Juni 2026
Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Bos dan Pungli di SMAN 1 Kayu Agung, LSM GRANSI Meminta Kejati Sumsel Panggil dan Periksa Kepsek Serta Pihak Terkait

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 06:39 WIB

Menagih Janji “Perisai Rakyat”: Tragedi Penelantaran Keluarga oleh Oknum TNI dan Gugatan Keadilan Seorang Ibu

Kamis, 25 Juni 2026 - 02:01 WIB

Bed Dryer Beroperasi di Rawa Jitu Selatan, Dorong Hilirisasi Pertanian dan Kesejahteraan Petani di Tulang Bawang

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:52 WIB

Betapa menderitanya Yuvita selama 3 tahun disiksa oleh laki-laki psikopat ini, mendengar pengakuan kk iparnya sungguh mengiriris hati

Jumat, 19 Juni 2026 - 03:48 WIB

Kondisi SMAN 1 Kayuagung Memerlukan Perhatian, Siswa Keluhkan Kurang Terawat

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:08 WIB

Ketua Dewan pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional ( PAN) Pesawaran, Paisaluddin SH mengucapkan Selamat & Sukses

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:04 WIB

Pemprov Lampung Dorong Optimalisasi KUR dan Literasi Keuangan untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:24 WIB

Offroader Nusantara Akan Berkumpul di Jelajah Alam Lebong 13-14 Juni 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 06:20 WIB

Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Bos dan Pungli di SMAN 1 Kayu Agung, LSM GRANSI Meminta Kejati Sumsel Panggil dan Periksa Kepsek Serta Pihak Terkait

Berita Terbaru