CILEGON —
Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, didampingi Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, meninjau kesiapan sejumlah pelabuhan di wilayah Provinsi Banten pada Minggu (15/3/2026).
Peninjauan tersebut meliputi Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ), Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, yang menjadi titik vital penyeberangan menuju Pulau Sumatera. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung kelancaran arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah / Lebaran 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor KSOP Kelas I Banten, Irjen Pol. Hermanta, Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan, para Pejabat Utama Polda Banten, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait di sektor transportasi dan kepelabuhanan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau secara langsung kesiapan fasilitas dermaga, operasional kapal penyeberangan, pengaturan arus kendaraan, serta kesiapan personel yang bertugas di lapangan. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan pelayanan penyeberangan bagi para pemudik dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di kawasan pelabuhan, khususnya di Pelabuhan Merak yang menjadi jalur utama penyeberangan menuju Sumatera.
Menurutnya, Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) difokuskan untuk melayani kendaraan logistik besar golongan VII, VIII, dan IX (kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih). Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurai distribusi kendaraan agar tidak terpusat di satu titik pelabuhan.
“Saat ini telah dioperasikan sekitar 12 kapal untuk melayani penyeberangan kendaraan dan penumpang. Secara umum operasional berjalan baik. Kendaraan memang menunggu antrean untuk naik kapal, namun masih dalam batas normal dan tidak terjadi antrean hingga berhari-hari. Seluruh pemangku kepentingan telah melakukan pengaturan secara optimal sehingga arus kendaraan tetap bergerak,” ujar Menhub.
Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menjelaskan bahwa Polda Banten bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju kawasan pelabuhan.
Ia menyebutkan bahwa khusus kendaraan roda dua telah disiapkan tenda penampungan di kawasan Pelindo dengan kapasitas hingga sekitar 4.800 unit sepeda motor.
“Selain itu, apabila antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ciwandan telah mencapai sekitar 500 kendaraan, maka kendaraan akan diarahkan untuk menunggu di jalur yang telah ditentukan sambil menyesuaikan jadwal keberangkatan kapal yang telah disiapkan oleh PT ASDP Indonesia Ferry,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kapolda Banten mengungkapkan bahwa apabila terjadi peningkatan antrean kendaraan secara signifikan menuju penyeberangan ke Pulau Sumatera, maka akan diberlakukan delay system sebagai langkah pengendalian arus lalu lintas kendaraan.
“Delay system akan diterapkan dengan mengarahkan kendaraan menuju buffer zone di Kilometer 43 dan Kilometer 68, serta sejumlah kantong parkir lainnya hingga kondisi di kawasan pelabuhan kembali normal,” ujarnya.
Selain itu, telah disiapkan pula kantong parkir khusus untuk kendaraan logistik golongan VII, VIII, dan IX di kawasan PT BAM dengan kapasitas sekitar 4.000 kendaraan.
Sementara itu, kapasitas kendaraan di area Pelabuhan Bandar Bakau Jaya diperkirakan dapat menampung sekitar 1.600 kendaraan, dan hingga saat ini baru terisi kurang lebih 50 persen.
Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah disiapkan tersebut, pemerintah dan aparat terkait berharap arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Provinsi Banten, khususnya di jalur penyeberangan menuju Pulau Sumatera, dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan nyaman.
Pewarta: Wawan










