APKOMINDO dan APTIKNAS Dukung Pembentukan Konsorsium Nasional AI Humanoid Indonesia, Dorong Kolaborasi, Standarisasi, dan Aspek Safety Menuju Indonesia sebagai Pemain Global

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Indonesia memasuki babak baru dalam pengembangan Physical Artificial Intelligence (Physical AI) melalui Kick-Off Program Pelatihan dan Inisiasi Sertifikasi SDM Pengembang Robot Humanoid Nasional yang diselenggarakan oleh PT SARI Teknologi Global di Robopark Indonesia, Pluit Village Jakarta Utara.

Lebih dari sekadar peluncuran program pelatihan dan sertifikasi, kegiatan yang berlangsung pada 29 Juni–3 Juli 2026 ini menjadi momentum strategis lahirnya inisiatif pembentukan Konsorsium Nasional AI Humanoid Indonesia sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pengembangan ekosistem AI humanoid yang aman, terstandar, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Perkembangan pesat Artificial Intelligence telah membawa dunia memasuki era Physical AI, yaitu kecerdasan buatan yang diwujudkan dalam bentuk robot humanoid yang mampu berinteraksi secara langsung dengan manusia. Berbagai negara telah menjadikan teknologi ini sebagai pilar transformasi industri masa depan di bidang manufaktur, kesehatan, pendidikan, logistik, layanan publik, keamanan, hingga pertahanan.

Melihat perkembangan tersebut, Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pengembang, inovator, dan produsen robot humanoid yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Sebagai perusahaan teknologi nasional yang telah berkiprah lebih dari satu dekade dalam bidang robotika, kecerdasan artifisial, smart city, Internet of Things (IoT), transformasi digital, dan sistem otonom, PT SARI Teknologi Global menginisiasi program ini sebagai fondasi awal pembangunan sumber daya manusia dan standar kompetensi nasional di bidang AI humanoid.

Program tersebut diarahkan untuk menyiapkan standar kompetensi bagi tiga profesi utama, yaitu Pilot/Operator Robot Humanoid, Trainer Robot Humanoid, dan Developer Robot Humanoid, sehingga dapat menjadi acuan bagi dunia pendidikan, industri, lembaga sertifikasi profesi, maupun pemerintah dalam menyiapkan talenta digital Indonesia.
CEO PT SARI Teknologi Global, (Cand.) Dr. Ir. Yohanes Kurnia Widjaja, S.T., M.M.S.I., menegaskan bahwa pembangunan ekosistem AI humanoid harus dimulai dari kesiapan sumber daya manusia.

“Hari ini bukan sekadar peluncuran sebuah program pelatihan, tetapi merupakan langkah awal membangun fondasi Indonesia menuju era Physical AI dan robot humanoid nasional. Kekuatan utama bangsa bukan hanya pada teknologinya, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusianya,” ujarnya.

Inisiatif tersebut mendapat dukungan luas dari berbagai organisasi profesi, asosiasi industri, akademisi, lembaga sertifikasi profesi, dan pelaku industri.

Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), Ketua Umum APKOMINDO sekaligus Pendiri dan Ketua Umum APTIKNAS, menyatakan bahwa pembentukan Konsorsium Nasional AI Humanoid Indonesia merupakan langkah visioner yang perlu didukung bersama sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian bangsa di bidang Artificial Intelligence dan robotika.

“APKOMINDO dan APTIKNAS menyambut baik inisiatif PT SARI Teknologi Global dalam mendorong pembentukan Konsorsium Nasional AI Humanoid Indonesia. Pengembangan teknologi masa depan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan harus dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, industri, perguruan tinggi, lembaga sertifikasi profesi, asosiasi, komunitas riset, dan seluruh pemangku kepentingan.” tutur Hoky yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PERATIN dan Wakli Ketua Umum SPRI.

Menurut Hoky, momentum ini bukan hanya menandai dimulainya program pelatihan dan sertifikasi, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya gerakan nasional untuk membangun ekosistem AI humanoid Indonesia yang terintegrasi.

Ia menilai konsorsium tersebut akan menjadi wadah strategis untuk menyusun arah pengembangan nasional, merumuskan standar kompetensi, mengembangkan kurikulum, memperkuat riset dan inovasi, membangun sistem pelatihan dan sertifikasi profesi, serta mempercepat tumbuhnya industri robot humanoid karya anak bangsa.

Hoky juga mengingatkan bahwa pengembangan AI humanoid harus mengedepankan prinsip keselamatan (safety), keamanan (security), etika Artificial Intelligence, perlindungan data, serta kepatuhan terhadap regulasi.

“Semakin canggih teknologi yang kita bangun, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa teknologi tersebut aman, terpercaya, beretika, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Inovasi harus berjalan seiring dengan keselamatan, keamanan, perlindungan publik, dan kepastian hukum.”

Ia optimistis Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan AI humanoid di kawasan Asia Pasifik melalui sinergi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, lembaga riset, dan asosiasi profesi.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti peluncuran program sertifikasi SDM robot humanoid, demonstrasi teknologi berbasis Physical AI, diskusi penyusunan standar kompetensi, pengembangan kurikulum, mekanisme pelatihan, hingga skema sertifikasi profesi yang selaras dengan kebutuhan industri masa depan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Jahja B. Soenarjo, S.E., M.M., Ketua Umum CEO Business Forum sekaligus Komisaris Utama PT SARI Teknologi Global; (Cand.) Dr. Ir. Yohanes Kurnia Widjaja, S.T., M.M.S.I., CEO PT SARI Teknologi Global; Dr. Ir. Hendy Risdianto Wijaya, S.T., M.T., Ph.D., Ketua Umum IAIS; Ir. Soegiharto Santoso, S.H., Ketua Umum APKOMINDO dan Ketua Umum APTIKNAS; Dr. Ir. Lukas, MAI, CISA, IPU., Magister Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya; Drs. Jusuf Bintoro, M.T., Ketua LSP Elektroteknika; Muhaemin, S.Kom., M.M., M.Kom., Ketua LSP AI Informatika; Diah Zakiah, S.T., M.T., Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran; Daniel Liutama, Vice General Manager PT Duta Laserindo Metal (DLM); serta para akademisi, praktisi industri, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sebagai tindak lanjut dari semangat kolaborasi yang telah dibangun, para peserta menyatakan komitmen bersama melalui penandatanganan kesepakatan pembentukan Konsorsium Nasional AI Humanoid Indonesia sebagai wadah kolaborasi strategis yang mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, industri, perguruan tinggi, lembaga sertifikasi profesi, asosiasi, dan komunitas riset dalam memperkuat penyusunan standar kompetensi nasional, pengembangan kurikulum, pelatihan, sertifikasi profesi, riset, inovasi, serta penguatan industri AI humanoid nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Ir. Hendy Risdianto Wijaya, S.T., M.T., Ph.D., Ketua Umum IAIS mengusulkan penyusunan Roadmap Nasional AI Humanoid Indonesia 2026–2045 sebagai dokumen strategis yang menjadi acuan bersama dalam pengembangan sumber daya manusia, standardisasi kompetensi, riset, inovasi, sertifikasi profesi, industri, tata kelola, serta kebijakan nasional di bidang AI humanoid.

Roadmap tersebut diharapkan mampu menyelaraskan langkah pemerintah, dunia usaha, industri, perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga sertifikasi profesi, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem AI humanoid Indonesia secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Seluruh peserta Konsorsium menyatakan kesiapan untuk berperan aktif bersama PT SARI Teknologi Global serta seluruh mitra strategis dalam mendukung pembentukan konsorsium dan penyusunan Roadmap Nasional AI Humanoid Indonesia 2026–2045, sebagai fondasi menuju kemandirian teknologi nasional.

Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan gotong royong, pembentukan Konsorsium Nasional AI Humanoid Indonesia diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian teknologi berbasis Artificial Intelligence. Dengan sumber daya manusia yang unggul, standar kompetensi yang kuat, tata kelola yang baik, serta komitmen terhadap aspek keselamatan, keamanan, etika, dan kepatuhan terhadap regulasi, Indonesia diyakini mampu tampil sebagai pencipta inovasi robot humanoid karya anak bangsa yang berstandar internasional dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Hndr)

Berita Terkait

APKOMINDO dan APTIKNAS Dukung The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026, Dorong Adopsi AI dan Transformasi Industri Nasional
Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026
APTIKNAS Perkuat Kolaborasi Digital Asia Oseania melalui ASOCIO Digital & AI Summit 2026
Prof Dr Sutan Nasomal Harapkan Presiden Perintahkan BNN Polri TNI Bersatu Brantas Narkoba. Indonesia Harus Bebas Narkoba
Wapres Lulusan SMP, Wilson Lalengke: Wajar, Ini Cerminan Rata-rata IQ Manusia Indonesia
BPKP RI Janji Telaah Dugaan Pungutan Ilegal 12M BMBK Lampung
PROF DR SUTAN NASOMAL PENGHASILAN PAJAK PEMERINTAH MENDAPATKAN RIBUAN TRILYUN DITENGAH KEMISKINAN RAKYAT YANG SEMAKIN PARAH
Buntut Laporan Korupsi DPRD Bandar Lampung, Demo Besar Korporasi Rakyat Bakal Kepung KPK

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:37 WIB

APKOMINDO dan APTIKNAS Dukung The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026, Dorong Adopsi AI dan Transformasi Industri Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:57 WIB

Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:32 WIB

APTIKNAS Perkuat Kolaborasi Digital Asia Oseania melalui ASOCIO Digital & AI Summit 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:59 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Harapkan Presiden Perintahkan BNN Polri TNI Bersatu Brantas Narkoba. Indonesia Harus Bebas Narkoba

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:51 WIB

Wapres Lulusan SMP, Wilson Lalengke: Wajar, Ini Cerminan Rata-rata IQ Manusia Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:53 WIB

BPKP RI Janji Telaah Dugaan Pungutan Ilegal 12M BMBK Lampung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 02:31 WIB

PROF DR SUTAN NASOMAL PENGHASILAN PAJAK PEMERINTAH MENDAPATKAN RIBUAN TRILYUN DITENGAH KEMISKINAN RAKYAT YANG SEMAKIN PARAH

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:28 WIB

Buntut Laporan Korupsi DPRD Bandar Lampung, Demo Besar Korporasi Rakyat Bakal Kepung KPK

Berita Terbaru