Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah

Rabu, 1 Juli 2026 - 03:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Perayaan Hari Nasional Republik Federasi Rusia yang digelar di Hotel Raffles Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026, berlangsung meriah, megah, dan khidmat. Acara resepsi diplomatik memperingati 76 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia ini dihadiri oleh ribuan tamu undangan, termasuk jajaran menteri kabinet, korps diplomatik dari negara-negara sahabat, serta perwakilan organisasi masyarakat madani, termasuk jajaran Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI).

Bertindak sebagai tuan rumah dalam acara bergengsi ini adalah Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mr. Sergey Tolchenov. Beliau didampingi Duta Besar Rusia untuk ASEAN, Evgeny Zagaynov, serta Wakil Duta Besar Rusia, Veronika Novoseltseva. Ketiganya menyambut hangat para tamu yang memadati ruang resepsi sejak sore hari.

Di antara seribu-an undangan yang hadir, tampak puluhan Duta Besar dan perwakilan dari berbagai kedutaan besar negara-negara sahabat. Beberapa di antaranya yang terlihat Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi; Duta Besar Zimbabwe, Martin Makururu; serta Duta Besar Timor Leste, Roberto Sarmento de Oliveira Soares. Kehadiran para diplomat senior ini mencerminkan kuatnya jejaring diplomasi global yang dibangun oleh Kedubes Republik Federasi Rusia di Jakarta.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia memberikan penghormatan tinggi terhadap perayaan ini dengan hadirnya sejumlah pejabat tinggi negara. Mewakili pemerintah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hadir didampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin. Dalam pidatonya, Menko Airlangga menekankan pentingnya penguatan kemitraan strategis kedua negara, khususnya dalam transformasi ekonomi dan interaksi budaya yang dinamis.

Kehadiran istimewa juga ditunjukkan oleh tim DPP PPWI Nasional yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, bersama istri. Delegasi PPWI yang mendampingi antara lain Wakil Ketua PPWI Urusan Internasional, Abdul Rahman Dabboussi; Wakil Sekretaris Jenderal PPWI, Julian Caisar; serta Pimpinan Cross Culture Institute, Mr. Ali Syarief.

Di sela-sela acara, Wilson Lalengke secara langsung menyampaikan ucapan selamat merayakan hari nasional kepada Duta Besar Sergey Tolchenov. Wilson mengungkapkan harapan mendalam agar kolaborasi erat yang telah terjalin baik selama ini antara Kedutaan Besar Rusia dan PPWI dapat terus diperkuat dari berbagai aspek, terutama dalam menjembatani penyebaran informasi yang objektif dan membangun pemahaman lintas budaya antarmasyarakat kedua negara.

Merespons dukungan tersebut, Duta Besar Sergey Tolchenov menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada tim PPWI. Beliau memuji konsistensi PPWI yang selalu aktif mendukung dan mempublikasikan berbagai agenda serta kegiatan kebudayaan maupun diplomatik yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Rusia di Indonesia.

Pertemuan ini juga memantik sebuah pemikiran filosofis yang mendalam mengenai makna diplomasi modern. Merujuk pada pandangan filsuf Jerman, Immanuel Kant (1724-1804), mengenai Cosmopolitanism (Kosmopolitanisme), dunia yang damai dan stabil hanya dapat dicapai ketika entitas-entitas global, baik negara, diplomat, maupun organisasi masyarakat seperti PPWI, saling terhubung dalam semangat keterbukaan dan rasa hormat universal.

Duta Besar Tolchenov mengamini esensi filosofis tersebut, di mana kehadiran PPWI dalam acara kenegaraan ini bukan sekadar menghadiri undangan formal, melainkan wujud nyata dari “jurnalisme warga global” yang meruntuhkan sekat-sekat geopolitik. Melalui komunikasi yang jujur dan jalinan persahabatan antarmanusia (people-to-people contact), ketegangan dunia dapat diredam, dan harmoni universal yang dicita-citakan oleh para pemikir terdahulu dapat diwujudkan di masa depan. (TIM/Red)

Berita Terkait

DPP Relawan PRANTARA Indonesia Salurkan Bantuan Gempa ke NTT, Resmi Diberangkatkan dari Jakarta
PPWI Laporkan Teddy Kurniawan, Beno Adi Nugraha Junanto, dan Rivan Putera Yuwono ke Bareskrim Polri atas Dugaan Pemerasan dan Penipuan
Jakarta Menuju Air Siap Minum, Pipa Tua dan NRW Jadi Tantangan
Lawan Kriminalisasi Ko Ilma Fiela Sari, Koalisi Organisasi Perempuan Mengadu ke Komnas Perempuan
Profesor Tanpa Nurani: Pembusukan Moral di Jantung Perguruan Tinggi
INDONESIA MENJADI TEMPAT YANG TIDAK RAMAH DAN AMAN KE SEMUA INSAN PERS
Gelar Tanpa Jiwa: Fenomena “Profesor” Gelap dan Kejahatan Moral Pembohongan Publik
Garuda Pancasila: Antara Simbol yang Terinjak dan Nilai yang Dilumat Kekuasaan

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:29 WIB

PPWI Laporkan Teddy Kurniawan, Beno Adi Nugraha Junanto, dan Rivan Putera Yuwono ke Bareskrim Polri atas Dugaan Pemerasan dan Penipuan

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Jakarta Menuju Air Siap Minum, Pipa Tua dan NRW Jadi Tantangan

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:00 WIB

Lawan Kriminalisasi Ko Ilma Fiela Sari, Koalisi Organisasi Perempuan Mengadu ke Komnas Perempuan

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Profesor Tanpa Nurani: Pembusukan Moral di Jantung Perguruan Tinggi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:37 WIB

INDONESIA MENJADI TEMPAT YANG TIDAK RAMAH DAN AMAN KE SEMUA INSAN PERS

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:23 WIB

Gelar Tanpa Jiwa: Fenomena “Profesor” Gelap dan Kejahatan Moral Pembohongan Publik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:41 WIB

Garuda Pancasila: Antara Simbol yang Terinjak dan Nilai yang Dilumat Kekuasaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 02:23 WIB

Persekusi Marak di Berbagai Negara: Panggilan Nurani Global untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia Menggema dari Indonesia

Berita Terbaru