OKI
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda sepanjang 120 meter di Desa Kuala 12, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menjadi wujud nyata kolaborasi TNI, pemerintah daerah, kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membuka akses yang lebih aman bagi warga.
Komandan Kodim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., yang mendampingi Danrem 044/Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan jembatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur yang terlibat sejak tahap awal hingga penyelesaian.
Menurut Gunawan, dirinya bersama jajaran terus melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan, termasuk memastikan perkembangan pekerjaan berjalan sesuai arahan dan target yang telah ditetapkan.
“Beliau (Danrem) tidak hanya hadir saat peresmian. Pada saat pengerjaan juga beliau datang langsung meninjau progres yang kami kerjakan. Ada beberapa koreksi dan masukan yang menjadi bahan bagi kami untuk memperbaiki pekerjaan,” ujar Gunawan.
Ia bersyukur seluruh tahapan pembangunan dapat dilalui hingga jembatan tersebut akhirnya bisa diresmikan dan dimanfaatkan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini sudah bisa diresmikan,” katanya.
Keberadaan jembatan ini dinilai memiliki arti penting bagi warga Kuala 12. Sebelumnya, masyarakat harus mengandalkan transportasi air untuk berpindah dari Dusun 1 menuju Dusun 2 maupun sebaliknya. Kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah.
Sebelumnya, rencana pembangunan jembatan di Kuala 12 memang telah mendapat perhatian karena akses penyeberangan menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Saat survei lokasi pada akhir 2025, pembangunan jembatan tersebut disebut akan memberikan akses yang lebih mudah dan aman, khususnya bagi anak-anak sekolah.
Kini, jembatan tersebut tidak sekadar menjadi sarana penghubung antardusun, tetapi juga membuka ruang interaksi sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat. Warga dapat bepergian dengan lebih mudah tanpa sepenuhnya bergantung pada penyeberangan menggunakan perahu.
Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud mengatakan pembangunan jembatan sepanjang 120 meter itu dikerjakan sekitar enam bulan. Tantangannya cukup besar karena material konstruksi harus didatangkan dari luar Desa Kuala 12.
Ia menyebut jembatan tersebut menjadi salah satu yang memiliki bentang cukup panjang di wilayah OKI. Pembangunannya juga merupakan tindak lanjut atas kebutuhan masyarakat, terutama setelah adanya kondisi anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menyeberang menggunakan sarana sederhana, termasuk styrofoam.
“Harapannya memudahkan masyarakat dan anak-anak untuk menyeberang dari Dusun 1 ke Dusun 2 maupun sebaliknya,” kata Khabib.
Selain memperlancar akses pendidikan, jembatan tersebut diharapkan memperkuat hubungan sosial masyarakat. Kegiatan seperti pengajian, perkumpulan warga, maupun aktivitas kemasyarakatan lainnya kini dapat dilakukan dengan akses yang lebih mudah.
Hal itu sejalan dengan tujuan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di berbagai daerah yang pada prinsipnya diarahkan untuk membuka akses wilayah yang sulit dijangkau, memperkuat konektivitas, serta membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan, layanan publik, dan aktivitas ekonomi yang lebih baik.
Dandim Tekankan Perawatan Bersama
Gunawan menilai pembangunan fisik hanyalah langkah awal. Menurutnya, manfaat jembatan akan jauh lebih besar apabila masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas tersebut.
Ia berharap warga menjadikan jembatan sebagai fasilitas bersama yang digunakan secara tertib serta memperhatikan ketentuan keselamatan.
Pesan serupa disampaikan Kapolsek Tulung Selapan Jamal, S.H., M.H., yang mengimbau masyarakat agar berhati-hati ketika menggunakan jembatan dan bersama-sama menjaganya agar dapat bertahan dalam jangka panjang.
Danrem Khabib Mahfud juga menekankan pentingnya aspek keselamatan dan pemeliharaan. Setelah pembangunan selesai, jembatan akan melalui proses pemeriksaan dan sertifikasi untuk memastikan standar keamanan serta kekuatannya.
“Jembatan ini perlu yang pertama standarisasi keamanan. Nanti akan datang dari Dinas PUPR, kemudian dari Kodam untuk memastikan keamanan dan kekuatan jembatan,” ujar Khabib.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi aturan saat melintas, termasuk tidak menggunakan jembatan melebihi kapasitas yang ditentukan. Penggunaan yang tidak sesuai ketentuan dinilai dapat memengaruhi usia dan kondisi konstruksi.
Selanjutnya, setelah proses pembangunan dan pemeriksaan selesai, jembatan tersebut direncanakan diserahkan dari pihak Kodim kepada Dinas PUPR Kabupaten OKI untuk pemeliharaan.
Bukan Sekadar Infrastruktur
Jembatan Kuala 12 diharapkan menjadi lebih dari sekadar fasilitas penyeberangan. Kehadirannya menjadi simbol gotong royong antara aparat dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan dasar warga di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses.
Pembangunan sejumlah Jembatan Perintis Garuda di berbagai daerah juga menunjukkan pola serupa, yakni melibatkan TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk mempercepat pembukaan akses di kawasan pedesaan dan wilayah yang memiliki kendala geografis. Sejumlah pembangunan bahkan diarahkan untuk mendukung mobilitas warga, pendidikan, distribusi hasil pertanian, serta kegiatan ekonomi masyarakat.
Bagi masyarakat Kuala 12, jembatan sepanjang 120 meter itu kini menjadi penghubung yang diharapkan mampu memperpendek jarak, menghemat waktu, sekaligus meningkatkan keselamatan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Khabib bahkan menyebut jembatan tersebut berpotensi menjadi salah satu ikon Desa Kuala 12 karena memiliki bentang yang panjang dan berada di tengah lingkungan masyarakat.
“Jembatan ini merupakan salah satu ikon di Desa Kuala 12. Bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, bahkan untuk prewedding juga bisa,” ujarnya sambil berseloroh.
Pembangunan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ketika TNI, pemerintah, kepolisian, dan masyarakat bergerak bersama, persoalan akses yang selama ini menjadi kendala dapat diubah menjadi peluang untuk meningkatkan konektivitas dan kualitas kehidupan warga.
Bagi Dandim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono, keberhasilan pembangunan Jembatan Kuala 12 menjadi capaian bersama yang patut disyukuri. Jembatan itu kini diharapkan menjadi fasilitas publik yang benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Kuala 12. (rls/Tim Redaksi PPWI)









