Beda Ideologi, Pertemuan Golkar dan PKS Dinilai Punya Kesamaan Penting: Kaderisasi Politik

Selasa, 15 September 2026 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta

Pertemuan pimpinan Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai menunjukkan bahwa perbedaan ideologi tidak harus menjadi penghalang untuk membangun dialog dan saling belajar dalam kehidupan demokrasi.

Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sekaligus Fungsionaris Akademi Partai Golkar (APG), Phirman Rezha, mengapresiasi pertemuan kedua partai yang berlangsung di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut Phirman, meski memiliki latar belakang politik yang berbeda, Golkar dan PKS memiliki kesamaan penting dalam hal perhatian terhadap kaderisasi.

“Golkar dan PKS memang berbeda secara ideologi dan tradisi politik. Tetapi keduanya memiliki satu kesamaan penting, yaitu sama-sama memahami bahwa kaderisasi merupakan bagian penting dari kekuatan dan keberlanjutan sebuah partai,” ujar Phirman.

Ia mengatakan Golkar memiliki tradisi nasionalis dan kekaryaan, sementara PKS memiliki akar tradisi politik Islam. Perbedaan tersebut, menurutnya, justru dapat menjadi ruang untuk saling memperkaya pengalaman.

“Kita tidak harus menjadi sama untuk bisa saling belajar. Justru karena memiliki latar belakang yang berbeda, masing-masing bisa melihat pengalaman politik dari perspektif yang berbeda pula,” katanya.

Phirman menilai kekuatan partai politik tidak hanya ditentukan oleh hasil elektoral, tetapi juga kemampuan melahirkan kader yang memiliki kapasitas, integritas, wawasan kebangsaan, dan kesiapan memimpin.

“Partai yang kuat bukan hanya partai yang mampu memenangkan pemilu. Partai yang kuat adalah partai yang mampu menyiapkan kader untuk menjadi pemimpin ketika bangsa membutuhkan,” ujarnya.

Sebagai Fungsionaris Akademi Partai Golkar, Phirman berharap komunikasi antara Golkar dan PKS dapat berkembang hingga ke tingkat kader, khususnya generasi muda.

“Akan menarik jika komunikasi ini juga diteruskan di level kader muda. Bukan untuk menyamakan ideologi, tetapi untuk bertukar pengalaman mengenai kepemimpinan, pendidikan politik, kaderisasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Phirman.

Ia menegaskan bahwa kompetisi dan dialog merupakan dua hal yang dapat berjalan bersamaan dalam demokrasi.

“Kita boleh berbeda pilihan politik, tetapi kepentingan bangsa harus tetap menjadi titik temu. Kaderisasi adalah investasi demokrasi,” pungkasnya.

Berita Terkait

PROF DR SUTAN NASOMAL : LANTAI ISTANA SEMAKIN LICIN OLEH LIUR PARA PENJILAT DAN ALERGI DENGAN SUARA RAKYAT INDONESIA
Dua Pegawai Pajak Jadi Tersangka Korupsi, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2 Triliun
Menjelang Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Bulgaria Pererat Kemitraan Strategis
Residivis Korupsi Fahd A. Rafiq Ditangkap KPK: PPWI Desak Hukuman Maksimal dan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Prof DR Sutan Nasomal : KAPOLRES wajib tangkap pemilik SPPG MBG bila terjadi keracunan
Kemitraan Media Indonesia – Maroko
Pemprov Lampung Dukung Pameran Kayu Ara, Rawat Pengetahuan dan Warisan Budaya untuk Generasi Mendatang
Makan Uang Haram, FORMMASI demo Kejagung desak periksa 50 Anggota DPRD Lamteng

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:21 WIB

Beda Ideologi, Pertemuan Golkar dan PKS Dinilai Punya Kesamaan Penting: Kaderisasi Politik

Selasa, 15 September 2026 - 04:00 WIB

PROF DR SUTAN NASOMAL : LANTAI ISTANA SEMAKIN LICIN OLEH LIUR PARA PENJILAT DAN ALERGI DENGAN SUARA RAKYAT INDONESIA

Selasa, 15 September 2026 - 03:00 WIB

Dua Pegawai Pajak Jadi Tersangka Korupsi, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2 Triliun

Selasa, 15 September 2026 - 02:28 WIB

Menjelang Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik, Indonesia-Bulgaria Pererat Kemitraan Strategis

Selasa, 15 September 2026 - 02:18 WIB

Residivis Korupsi Fahd A. Rafiq Ditangkap KPK: PPWI Desak Hukuman Maksimal dan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Senin, 14 September 2026 - 06:16 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : KAPOLRES wajib tangkap pemilik SPPG MBG bila terjadi keracunan

Senin, 14 September 2026 - 04:07 WIB

Kemitraan Media Indonesia – Maroko

Minggu, 13 September 2026 - 12:15 WIB

Pemprov Lampung Dukung Pameran Kayu Ara, Rawat Pengetahuan dan Warisan Budaya untuk Generasi Mendatang

Berita Terbaru