Prof DR Sutan Nasomal : Di Masa Pimpinan Prabowo, Carut Marut Hukum Dibalik Banyak Pejabat Dipenjarakan Dengan Rompi Orange

Kamis, 24 September 2026 - 01:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta

Please Minus Hukum dibalik curat marutnya abu abu peraturan yang tumpang tindih dirasakan masyarakat Indonesia selama ini namun dibaliknya itu kita disuguhkan berbagai peristiwa penangkapan pejabat yang OTT baik menteri gubernur bupati unsur SKPD tingkat Provinsi Kota Kabupaten bahkan pusat ini membuat rakyat Indonesia menganggap Valens atau berimbang sedikit dalam arti kata Hukum itu sedikit tumbuh taring umpa anak buata mulai remaja tumbuh taring semoga ini berkelanjutan kedepannnya baik dikepemimpinan negara sekarang maupun yang mendatang Aamiin “, ujar Prof Sutan Nasomal SH MH Pakar hukum internasional, ekonomi menanggapi kegaduhan suhu politik belakangan ini dinegara NKRI tercinta kita menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin Redaksi media cetak onlen dalam luar negeri dikantornya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka dibilangan Cijantung jakarta 23/9/2026 via telpon selulernya.

Sangat Tragis sudah banyak nama nama pejabat penting masuk daftar mengenakan baju orange di era kepimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. Mungkin ini baru sedikit yang diungkap sebagai soft terapi bagi banyak pihak yang berani melakukan perbuatan melawan hukum. Padahal bisa jadi masih banyak lagi nama nama lainnya yang akan ikut menggunakan baju orange pemberian KPK. Hal ini menjadi perhatian Prof DR Sutan Nasomal SH,MH sebagai guru besar hukum international.

Peristiwa Penting Baju Orange di kenakan banyak pejabat daerah, siapa saja :

Maidi, Wali Kota Madiun
Sudewo, Bupati Pati
Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan
Muhammad Fikri Tobari, Bupati Rejang Lebong
Syamsul Auliya Rahman, Bupati Cilacap
Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung
Edison, Bupati Muara Enim
Suhardiman Amby, Bupati Kuantan Singingi
Syah Afandin, Bupati Langkat
Etik Suharyani, Bupati Sukoharjo
Abdul Aziz, Bupati Kolaka Timur
Abdul Wahid, Gubernur Riau
Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo
Ardito Wjaya, Bupati Lampung
Ade Kuswara Kunang, Bupati Bekasi
Ahmad Zaini, Bupati Lombok

(Bisa terus bertambah nama nama baru..)

Peristiwa Penting Baju Orange di kenakan Anggota Kabinet tahun 2025 dan 2026

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana

Wamen Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan alias
Noel Ebenezer

(Bisa terus bertambah nama nama baru..)

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media bahwa tidak ada siapapun yang merasa tidak bisa tersentuh jeratan hukum atau merasa kebal hukum. Mungkin bila pada masa lalu menjadi pejabat yang duduk dikursi basah bisa lepas dari bidik hukum tetapi saat ini tidak akan bisa.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH meminta Presiden RI besarkan anggaran untuk KPK agar semakin banyak menyiapkan baju orange dan ruang tahanan para bandit koruptor. Bila perlu disiapkan juga pemakaman khusus KORUPTOR.

Tidak perlu berbelas kasihan kepada koruptor. Silahkan siapkan penjara baru yang paling menyeramkan ditengah pulau dekat laut jakarta agar selalu kamera dari rakyat bisa memantau siang malam. Sehingga tidak ada helikoter pribadi yang bisa jadi taksi antar jemput para tahanan koruptor jajan atau makan siang di hotel mewah di luar penjara.

Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii Pendiri Ponpes ASS SAQWA PLUS Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Rektor Universitas Pronass Ketua Umum YPP BRIGIP.

Berita Terkait

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Kinerja Terbaik Wilayah Sumatera
DR. FACHRUL RAZI: JANGAN SAMPAI ACEH HANYA MENDAPAT “KUCING DALAM KARUNG” DARI REVISI UUPA
Lawan Budaya “Pingpong” Birokrasi, Wilson Lalengke Resmi Laporkan Kapolda Sumsel Shandi Nugraha ke Divpropam Mabes Polri
DR. FACHRUL RAZI: REVISI UUPA JANGAN HANYA BICARA 2,5 PERSEN, RAKYAT ACEH BERHAK TAHU SELURUH ISINYA
Purnama Wulan Sari Mirza Satukan Langkah Dekranasda, PKK dan Posyandu untuk Pemberdayaan Masyarakat Lampung
SELAIN MUNDUR DARI KEPENGURUSAN GOLKAR, NUSRON DISARANKAN MUNDUR SEBAGAI MENTERI
Segera Diadili, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Semua Perkara Besar Kita Adili, tetapi Akhirnya Kita yang ‘Digergaji’”
Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Perempuan Jakarta Gelar Razia Gabungan Bersama APH

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 06:22 WIB

Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Kinerja Terbaik Wilayah Sumatera

Kamis, 24 September 2026 - 02:29 WIB

DR. FACHRUL RAZI: JANGAN SAMPAI ACEH HANYA MENDAPAT “KUCING DALAM KARUNG” DARI REVISI UUPA

Kamis, 24 September 2026 - 01:50 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Di Masa Pimpinan Prabowo, Carut Marut Hukum Dibalik Banyak Pejabat Dipenjarakan Dengan Rompi Orange

Rabu, 23 September 2026 - 12:59 WIB

Lawan Budaya “Pingpong” Birokrasi, Wilson Lalengke Resmi Laporkan Kapolda Sumsel Shandi Nugraha ke Divpropam Mabes Polri

Selasa, 22 September 2026 - 06:30 WIB

DR. FACHRUL RAZI: REVISI UUPA JANGAN HANYA BICARA 2,5 PERSEN, RAKYAT ACEH BERHAK TAHU SELURUH ISINYA

Selasa, 22 September 2026 - 01:34 WIB

Purnama Wulan Sari Mirza Satukan Langkah Dekranasda, PKK dan Posyandu untuk Pemberdayaan Masyarakat Lampung

Senin, 21 September 2026 - 03:29 WIB

SELAIN MUNDUR DARI KEPENGURUSAN GOLKAR, NUSRON DISARANKAN MUNDUR SEBAGAI MENTERI

Sabtu, 19 September 2026 - 07:26 WIB

Segera Diadili, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Semua Perkara Besar Kita Adili, tetapi Akhirnya Kita yang ‘Digergaji’”

Berita Terbaru