Panen Raya di Trimurjo, Lampung Siap Jadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan Nasional

Jumat, 15 Agustus 2025 - 03:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Tengah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berupaya untuk terus meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai program kolaboratif, termasuk bersama Kejaksaan dan pemerintah daerah.

Hal ini disampaikan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Panen Raya dan Tanam Padi Musim Tanam Ketiga di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (14/8/2025).

Kegiatan yang digelar di lahan binaan Kejaksaan Negeri Lampung Tengah ini dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi H. Yandri Susanto, Jaksa Agung Muda Intelijen Prof. Dr. Reda Mantovani, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryo Wibowo, Bupati Lampung Tengah dr. H. Ardito Wijaya, unsur Forkopimda, serta ratusan petani.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa 67 persen masyarakat Lampung menggantungkan hidup dari sektor pertanian, terutama komoditas padi, jagung, dan singkong. Namun selama puluhan tahun, petani belum merasakan pendapatan maksimal akibat harga jual rendah, sulitnya akses pupuk, serta keterbatasan modal dan teknologi.

“Kebijakan Presiden Prabowo menetapkan harga gabah minimal Rp6.500 per kilogram menjadi angin segar bagi petani. Kenaikan harga ini mampu meningkatkan pendapatan hingga di atas Upah Minimum Regional, sehingga anak petani bisa sekolah, membeli pupuk, dan memperbaiki taraf hidup,” kata Gubernur Mirza.

Pemprov Lampung, lanjutnya, mendukung penuh kebijakan ini dengan mengawal proses dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit, pendampingan modal, hingga penyerapan hasil panen. Gubernur Mirza menilai, kolaborasi dengan Kejaksaan melalui program Petani Mitra Adhyaksa sangat efektif mengurangi kemiskinan dan kriminalitas berbasis ekonomi di pedesaan.

Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya melaporkan, panen musim kedua tahun ini mencakup lebih dari 4.000 hektare lahan dengan produksi sekitar 28,68 ton. Usai panen, 2.000 hektare lahan akan segera ditanami kembali. Program ini juga dibarengi bantuan alat dan sarana pertanian, seperti traktor, combine harvester, pompa air, dan 50 ton benih padi.

Jaksa Agung Muda Intelijen Prof. Reda Mantovani menambahkan, Kejaksaan memiliki tiga fokus utama dalam mendukung petani: pendampingan hukum untuk melindungi dari mafia pupuk dan sengketa lahan, penguatan akses teknologi dan pemasaran digital, serta pembangunan ekosistem pertanian berkelanjutan berbasis kemitraan.

“Kami ingin memastikan manfaat program langsung dirasakan petani, bukan hanya tertulis di atas kertas. Pertanian harus menjadi kekuatan bangsa, dan petani adalah pahlawan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan panen bersama oleh Menteri Desa, Gubernur Lampung, dan Jaksa Agung Muda Intelijen, menandai komitmen bersama untuk menjadikan Lampung sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional. Program ini juga disertai dengan bantuan alat dan sarana pertanian, seperti traktor, combine harvester, pompa air, dan 50 ton benih padi.

Salah seorang Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manunggal Kabupaten Lampung Tengah Agus (45 tahun) menerangkan bahwa rata-rata hasil gabah kering panen sebanyak 8 Ton, jumlah tersebut berkurang 15 persen setelah diolah menjadi gabah kering giling, dan hasil akhir menjadi beras sekitar 5,5 Ton.

“Pupuk dan bibit di dapat dengan mudah, penjualan hasil panen juga mudah, harga gabah saat ini menguntungkan petani,” pungkasnya. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Berita Terkait

Perbaikan Ruas Gunung Batin–Daya Murni Dorong Aktivitas Ekonomi Warga
Safari Ramadan Jadi Momentum Pemerintah Dengarkan Aspirasi dan Bantu Masyarakat
Tambang Ilegal Lampung Tengah Merajalela, Warga Minta Kapolda Lampung Bertindak Tegas
Terminal Bandar Jaya Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh! PPWI Lampung Desak Pemerintah Bertindak!
Lampung Tengah Membara: Hak Jurnalis Dirampas, Dana Publikasi Rp 10 Miliar Lenyap!
Jurnalis Gigit Jari, DPRD Lampung Tengah Diduga Korupsi Dana Publikasi Rp 10 Miliar!
Anggaran Media Kominfo Lampung Tengah Rp 1,1 Miliar Amblas, Wartawan Cuma Kebagian Recehan Rp 1,4 Juta
KPK OTT Tiga Anggota DPRD Lampung Tengah Viral, Bupati Dikabarkan Ikut Diperiksa

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 05:29 WIB

Perbaikan Ruas Gunung Batin–Daya Murni Dorong Aktivitas Ekonomi Warga

Selasa, 24 Februari 2026 - 02:53 WIB

Safari Ramadan Jadi Momentum Pemerintah Dengarkan Aspirasi dan Bantu Masyarakat

Senin, 19 Januari 2026 - 03:56 WIB

Tambang Ilegal Lampung Tengah Merajalela, Warga Minta Kapolda Lampung Bertindak Tegas

Sabtu, 3 Januari 2026 - 05:13 WIB

Terminal Bandar Jaya Terendam Banjir, Aktivitas Warga Lumpuh! PPWI Lampung Desak Pemerintah Bertindak!

Jumat, 26 Desember 2025 - 01:54 WIB

Lampung Tengah Membara: Hak Jurnalis Dirampas, Dana Publikasi Rp 10 Miliar Lenyap!

Jumat, 26 Desember 2025 - 01:46 WIB

Jurnalis Gigit Jari, DPRD Lampung Tengah Diduga Korupsi Dana Publikasi Rp 10 Miliar!

Selasa, 23 Desember 2025 - 08:40 WIB

Anggaran Media Kominfo Lampung Tengah Rp 1,1 Miliar Amblas, Wartawan Cuma Kebagian Recehan Rp 1,4 Juta

Selasa, 9 Desember 2025 - 02:10 WIB

KPK OTT Tiga Anggota DPRD Lampung Tengah Viral, Bupati Dikabarkan Ikut Diperiksa

Berita Terbaru