Papua
Paket pekerjaan proyek penanganan ruas jalan longsor nasional di jalan Sorong makbon, yang bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dan di tangani oleh Direktur CV, Berkah abadi papua tidak memiliki nominal besar anggaran.
Kerja kotor dan buruk seperti ini dapat di pastikan ada ikatan kong kali kong, antara pejabat pelaksana proyek dan pengelolah proyek, yang mana secara terang terangan mengibuli seluruh masyarakat yang mendiami provinsi tersebut.
Jika dikaji lebih mendalam maka masyarakat seantero jagat Indonesia, haruslah paham seperti apa pelaksanaan pekerjaan proyek dan bagaimana mengawasinya. Disini letak titik kesalahan yang mana kontraktor atau pengelolah anggaran, seharusnya mampu dan dapat menjelaskan berapa besar nominal anggaran pada papan pekerjaan proyek tersebut, jika tidak demikian maka wajib di soroti masyarakat umum seberapa besar anggaran pekerjaan itu.
Lebih parah lagi jika ada indikasi tipu muslihat, antara kontraktor dan pengawasan anggaran (pejabat dinas bersangkutan) sehingga bisa memampangkan pekerjaan tersebut legal, dalam bentuk tulisan Pekerjaan proyek ini dilindungi program jaminan sosial ketenaga kerjaan.
sementara fakta yang di temukan wartawan media ini sangat berbanding terbalik. dari hasil bincang bincang wartawan dengan beberapa pekerja yang berada di lokasi proyek, ternyata mereka tidak di berikan Kartu Jamsostek.
Jika demikian maka warga harus mempercayai omongan siapa?? apakah pejabat pembuat komitmen (PPK) bersama pengelolah anggaran proyek, ataukah pekerja kuli proyek tersebut?
Jika omongan PPK dan kontraktor benar adanya, mengapa pekerja kuli proyek mengeluh? ini bukan soal keluhan semata namun secara terang terangan, ada status penipuan kasat mata, yang tidak dapat di terkah seperti apa kejujuran yang di lakukan oleh oknum oknum yang menangani anggaran proyek tersebut.
Wartawan sengaja menggali informasi dari kuli pekerja proyek tersebut lebih dalam lagi, jawaban yang sangat menggelitik di telinga orang kuli tinta itu, maaf mas kami ini tidak bisa berikan keterangan lebih jauh, berdasar kami cuma pekerja biasa, takutnya kami bisa (::::::::::) ucap sala satu pekerja proyek Sabtu 20 September 2025 sekitar 15:30 WIT.
SIBER REFUN










