CILEGON —
Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang kembali melanda wilayah Kota Cilegon, Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menegaskan kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolres pada Minggu malam (8/3/2026). Ia memastikan jajaran kepolisian disiagakan selama 24 jam untuk merespons cepat kemungkinan terjadinya bencana seperti banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang.
“Kami menyiagakan anggota untuk memantau wilayah yang berpotensi mengalami genangan maupun banjir, terutama setelah hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon sejak awal Maret hingga Sabtu (7/3/2026),” ujar Kapolres.
Menurutnya, sejumlah kawasan permukiman warga sebelumnya sempat terdampak genangan air dengan ketinggian cukup signifikan. Karena itu, pemantauan dan kesiapsiagaan personel terus ditingkatkan.
Selain melakukan pemantauan lapangan, Polres Cilegon juga secara rutin melaksanakan Apel Jam Pimpinan guna memastikan kesiapan fisik, mental, serta kelengkapan peralatan personel dalam menghadapi situasi darurat akibat cuaca ekstrem.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak banjir, Polres Cilegon turut menyalurkan bantuan berupa paket makanan siap saji kepada masyarakat.
Penyaluran bantuan tersebut dipimpin oleh Kabag Log Polres Cilegon AKP Sudibyo Wardoyo. Bantuan diterima oleh anggota piket Polsek Purwakarta AIPTU Wawan STB, serta disalurkan di wilayah Polsek Cibeber melalui IPDA Ujang.
Adapun bantuan yang diberikan kepada warga terdampak antara lain:
Pop Mie sebanyak 20 dus.
Mi instan merek Mie Sedaap sebanyak 4 dus.
Gula pasir sebanyak 20 bungkus.
Kopi Luwak sebanyak 20 pak.
Kopi hitam Cap Gajah sebanyak 20 renteng.
Air mineral kemasan gelas merek VIT sebanyak 4 dus.
Teh celup sebanyak 20 dus.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG, serta segera melapor apabila terjadi keadaan darurat.
“Masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian melalui nomor 110. Layanan ini gratis dan aktif selama 24 jam, terutama bagi warga yang berada di wilayah rawan banjir,” ujarnya.
Ia menambahkan, Polri berkomitmen memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat ketika terjadi gangguan keamanan maupun kondisi darurat di lapangan.
Berdasarkan laporan serta hasil pemantauan di lapangan, banjir yang melanda Kota Cilegon sejak Sabtu malam (7/3/2026) hingga Minggu pagi (8/3/2026) mengakibatkan sejumlah rumah warga di beberapa kecamatan terdampak genangan air.
Di beberapa titik permukiman, ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter, sehingga membutuhkan respons cepat dari berbagai pihak.
Di Kecamatan Cibeber, genangan terjadi di kawasan Perumahan PCI. Sementara di Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, banjir merendam rumah warga di Perumahan Metro Cilegon dengan jumlah rumah terdampak mencapai ratusan unit.
Kapolres menegaskan bahwa Polres Cilegon juga meningkatkan koordinasi lintas instansi guna mempercepat penanganan di lapangan.
“Koordinasi terus kami lakukan bersama Polda Banten, khususnya Ditsamapta, Ditpolairud, dan Satbrimobda, serta dengan para pemangku kepentingan terkait seperti BPBD dan TNI, agar penanganan di lapangan dapat berjalan lebih efektif,” terang AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga. (Wawan)










