Kayuagung – Masyarakat mengungkapkan rasa kekecewaan karena anak punk yang sebelumnya telah diamankan oleh pihak terkait beberapa hari lalu kini kembali ramai berkumpul di kawasan Pasar Shopping Kayuagung. Kondisi ini semakin diperparah dengan keadaan pos yang digunakan oleh mereka terbilang kumuh.
Selain permasalahan anak punk yang tak kunjung usai, masyarakat juga mengeluarkan desakan keras terkait lahan parkir dan pos yang ada di kawasan pasar yang dinilai milik pemerintah. “Kita ingin tahu siapa yang membeli dan siapa yang menjual lahan ini. Karena ini milik pemerintah, kenapa berani diperjualbelikan? Apa tidak ada pengawasan dari Pemda OKI? APH jangan tutup mata terhadap hal ini,” ujar salah satu masyarakat dengan geram.
Masyarakat mendesak penyelidikan terhadap kasus penjualan lahan publik ini harus dilakukan secara menyeluruh. “Semua pihak yang terlibat harus dipanggil untuk memberikan keterangan, jangan hanya menangkap satu atau dua orang saja. Kita ingin mengetahui seluruh rantai dan pihak-pihak yang ada di balik transaksi ini,” tambahnya.
Tak hanya itu, masyarakat juga mendesak agar pos-pos yang dianggap tidak sah dan menjadi sarang anak punk serta menyebabkan kondisi kumuh segera dibongkar. “Pos-pos ini tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya anak punk yang mengganggu ketertiban, tetapi juga membuat lingkungan pasar menjadi tidak bersih. Harus segera dibongkar agar kawasan Pasar Shopping Kayuagung bisa kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman,” jelasnya.
Masyarakat berharap agar pihak Pemda OKI, APH, serta dinas terkait segera mengambil tindakan tegas dan menyeluruh – mulai dari menangani keberadaan anak punk yang terus muncul, hingga mengungkap seluruh jalur jual beli lahan publik yang dinilai tidak sesuai dengan peraturan. (Jul PPWI OKI/Tim Redaksi)
Referensi:










